Fahri Hamzah Sebut Kasus Setya Novanto Terkait Pilpres 2019
Jum'at, 17 November 2017 - 15:55 WIB
Fahri Hamzah Sebut Kasus Setya Novanto Terkait Pilpres 2019
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah merasa masih belum percaya jika Ketua DPR, Setya Novanto ikut menikmati uang dugaan kasus korupsi pengadaan proyek Kartu Tanda Penduduk (KTP) elektronik.
Menurutnya, 'biang keributan' berasal dari Gedung KPK. "Kalau KPK itu kan memang kantor beritanya top, dia kan. Mister Febri Diansyah ya kalau ngomong tuh, standar aja," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (17/11/2017).
Fahri mengatakan, yang terjadi saat ini merupakan perang opini yang digencarkan KPK. Menurutnya, KPK yang menciptakan seolah-seolah situasinya sudah gawat.
Sementara perhitungan kerugian negara sekira Rp2,3 triliun tidak bisa dibuktikan. Hal ini masih ditambah penghitungan BPKP yang secara resmi tak menyebutkan adanya kerugian.
Menurut politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengaku, berbeda dengan kasus dugaan korupsi di PT Pelindo yang melibatkan RJ Lino.
Menurutnya, meski kasus ini sudah terbukti jumlah kerugiannya, namun RJ Lino masih bebas berkeliaran. Fahri menduga ada orang kuat yang melindunginya. "Ketua DPR (malah) diburu-buru. Makanya saya konfirm dulu, ini adalah perebutan kursi pilpres 2019," ungkapnya.
Fahri menganggap, ramai-ramai yang terjadi saat ini semuanya bohong. Dia menyebut Novanto ketiban sial karena memegang 'Tiket Pilpres'. "Tiket pilpres. Soal tiket pilpres kok," tandasnya.
Menurutnya, 'biang keributan' berasal dari Gedung KPK. "Kalau KPK itu kan memang kantor beritanya top, dia kan. Mister Febri Diansyah ya kalau ngomong tuh, standar aja," kata Fahri di Kompleks Parlemen, Jakarta, Jumat (17/11/2017).
Fahri mengatakan, yang terjadi saat ini merupakan perang opini yang digencarkan KPK. Menurutnya, KPK yang menciptakan seolah-seolah situasinya sudah gawat.
Sementara perhitungan kerugian negara sekira Rp2,3 triliun tidak bisa dibuktikan. Hal ini masih ditambah penghitungan BPKP yang secara resmi tak menyebutkan adanya kerugian.
Menurut politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini mengaku, berbeda dengan kasus dugaan korupsi di PT Pelindo yang melibatkan RJ Lino.
Menurutnya, meski kasus ini sudah terbukti jumlah kerugiannya, namun RJ Lino masih bebas berkeliaran. Fahri menduga ada orang kuat yang melindunginya. "Ketua DPR (malah) diburu-buru. Makanya saya konfirm dulu, ini adalah perebutan kursi pilpres 2019," ungkapnya.
Fahri menganggap, ramai-ramai yang terjadi saat ini semuanya bohong. Dia menyebut Novanto ketiban sial karena memegang 'Tiket Pilpres'. "Tiket pilpres. Soal tiket pilpres kok," tandasnya.
(maf)