KPI Ingatkan Media Proporsional Beritakan Soal Radikalisme

Rabu, 15 November 2017 - 19:33 WIB
KPI Ingatkan Media Proporsional...
KPI Ingatkan Media Proporsional Beritakan Soal Radikalisme
A A A
DEPOK - Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) mengingatkan media agar proporsional dalam menyajikan berita tentang radikalisme. KPI menilai pemberitaan media massa menjadi pemicu gerakan radikalisme saat ini.

“Tayangan media sedikit banyak memengaruhi adanya radikalisme. Contohnya saja anak-anak yang menonton bom Thamrin. Mereka berlagak heroik dengan memakai pistol-pistolan dan bersembunyi di balik mobil,” kata Komisioner KPI, Obsatar Sinaga saat Rapat Pimpinan KPI 2017 di Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (15/11/2017).

Oleh karena itu, kata dia, menjadi penting bagi media untuk memberikan suguhan berita yang proporsional terkait radikalisme dan terorisme.

Untuk itu, lanjut dia, KPI dan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) sepakat untuk mencegah tindakan radikalisme.
“Kita undang Kepala BNPT, apa saja yang sudah mereka lakukan dan kemudian sinerginya apa dari pihak media. KPI membantu untuk membungkus tugas penanggulangan radikalisme,” tuturnya.

Ketua KPI Yuliandre Darwis menambahkan, penyebaran ideologi yang tidak sesuai prinsip kehidupan merebak begitu luas melalui media penyiaran.

Hal itu dikatakannya berdampak signifikan dalam tatanan kehidupan. Padahal salah satu tujuan penyelenggaraan penyiaran dalam undang-undang adalah memperkokoh integrasi nasional.

“Lembaga penyiaran khususnya televisi harus dapat membendung nilai dan ideologi yang dapat membahayakan NKRI,” katanya.

Menurut dia, adanya muatan siaran yang tidak sehat merupakan implikasi dari tidak diberikannya secara utuh kewenangan KPI dalam mengatur seluruh masalah penyiaran.

Dia berharap Rapim ini dapat menyatukan pandangan, gagasan, dan sikap bersama. “Tujuannya untuk memperbaiki dan mewujudkan penyiaran nasional sehingga sesuai dengan cita-cita serta harapan bersama untuk kepentingan bangsa dan Negara,” tuturnya.

Di tempat yang sama, Kepala BNPT Komisaris Jenderal Polisi Suhardi Alius menuturkan, paham radikalisme sudah menyasar ke anak di bawah umur.

Dia menuturkan, saat ini bukan hanya orang dewasa yang sudah disusupi paham ini. “Saya dapat kabar dari pak Solahudin (pengamat teroris), bahwa radikalisme sudah masuk kemana-mana bahkan sampai anak PAUD, itu fakta silahklan cek ke pak Solahudin. Ada cerita anak dibawa ibunya ke mal, terus anak itu enggak mau katanya itu punya orang kafir. Ini kan bahaya,” tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
Media Massa Harus Pikirkan...
Media Massa Harus Pikirkan Efek Pemberitaan
Media Harus Tanamkan...
Media Harus Tanamkan Kode Etik Jurnalistik dalam Pemberitaan
Kebakaran Jakarta Islamic...
Kebakaran Jakarta Islamic Center Jadi Pemberitaan Media Asing
Kunjungi iNews Media...
Kunjungi iNews Media Group, Kadispenad Perkuat Silaturahmi dan Kerja Sama Pemberitaan
IJTI Imbau Media Tidak...
IJTI Imbau Media Tidak Mengeksploitasi Pemberitaan Kasus Anak
iNews Media Group Temui...
iNews Media Group Temui Mensos Risma Perkuat Silaturahmi dan Kerja Sama Pemberitaan
Berita Terkini
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Survei Poltracking:...
Survei Poltracking: 42,4% Publik Setuju MK Hapus Presidential Threshold
Dukung Naniek S Deyang...
Dukung Naniek S Deyang Pimpin BGN, Arus Bawah Prabowo Minta Program MBG Dibenahi
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Infografis
Raja YordaniaTolak Gagasan...
Raja YordaniaTolak Gagasan Trump soal Pencaplokan Gaza
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved