Status Tersangka Setnov Tak Pengaruhi Konstelasi Politik di DPR
Minggu, 12 November 2017 - 08:56 WIB
Status Tersangka Setnov Tak Pengaruhi Konstelasi Politik di DPR
A
A
A
JAKARTA - Status tersangka yang kembali disematkan kepada Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) dinilai tidak akan berpengaruh pada konstalasi politik di parlemen.
Anggota Komisi III DPR Teuku Taufiqulhadi mencontohkan, selama periode 2014-2019 telah terjadi dua kali pergantian pimpinan atau Ketua DPR.
Pergantian yang dimaksud Taufiq yakni terjadi saat Novanto tersangkut kasus 'papa minta saham'. Kala itu, Novanto mengundurkan diri sebagai Ketua DPR Dan diganti rekan di Partai Golkar, Ade Komarudin.
"Itu tak timbulkan masalah luar biasa asalkan yang diganti tetap dari fraksi tersebut," kata Taufiq dalam sebuah diskusi bertajuk Setya Novanto Jadi Tersangka Lagi? di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu 11 November 2017.
Pergantian Ketua DPR tak berlangsung lama. Kala itu, Setnov kembali duduki posisi Ketua DPR setelah dinyatakan bersih dan terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar hasil munas luar biasa (munaslub).
"Saya berharap persoalan ini tidak meluas dan ditarik ke sana kemarin," kata Taufiq.
Anggota Komisi III DPR Teuku Taufiqulhadi mencontohkan, selama periode 2014-2019 telah terjadi dua kali pergantian pimpinan atau Ketua DPR.
Pergantian yang dimaksud Taufiq yakni terjadi saat Novanto tersangkut kasus 'papa minta saham'. Kala itu, Novanto mengundurkan diri sebagai Ketua DPR Dan diganti rekan di Partai Golkar, Ade Komarudin.
"Itu tak timbulkan masalah luar biasa asalkan yang diganti tetap dari fraksi tersebut," kata Taufiq dalam sebuah diskusi bertajuk Setya Novanto Jadi Tersangka Lagi? di bilangan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu 11 November 2017.
Pergantian Ketua DPR tak berlangsung lama. Kala itu, Setnov kembali duduki posisi Ketua DPR setelah dinyatakan bersih dan terpilih menjadi Ketua Umum Partai Golkar hasil munas luar biasa (munaslub).
"Saya berharap persoalan ini tidak meluas dan ditarik ke sana kemarin," kata Taufiq.
(dam)