Jokowi Desak Korut Patuhi Semua Resolusi Dewan Keamanan PBB
Kamis, 09 November 2017 - 22:09 WIB
Jokowi Desak Korut Patuhi Semua Resolusi Dewan Keamanan PBB
A
A
A
BOGOR - Pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Presiden Republik Korea Selatan (Korsel) Moon Jae-In di Istana Bogor membahas sejumlah hal di antaranya mengenai investasi.
Presiden Jokowi menyebut nilai investasi Korsel di Indonesia meningkat dua kali lipat pada semester I tahun 2017. Begitu pun peningkatan terjadi di sektor perdagangan kedua negara.
"Secara khusus kita menyampaikan apresiasi dan juga menitipkan para pekerja Indonesia terutama yang bekerja di sektor perikanan kepada Presiden Moon," ujar Jokowi saat join pers bersama di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/11/2017).
Selain membahas kerja sama di bidang ekonomi, baik Jokowi maupun Moon juga membahas isu-isu yang terjadi di semenanjung Korea. Menurut Jokowi, Pemerintah Indonesia menekankan posisi Indonesia yang mendesak Korea Utara untuk mematuhi semua resolusi Dewan Keamanan PBB terkait dengan Denuklirisasi Semenanjung Korea dan menghentikan uji coba Ballistic Missile.
"Dan, saya menghargai posisi yang mulai Presiden Moon yang masih membuka kemungkinan penyelesaian melalui dialog," tandasnya.
Presiden Jokowi menyebut nilai investasi Korsel di Indonesia meningkat dua kali lipat pada semester I tahun 2017. Begitu pun peningkatan terjadi di sektor perdagangan kedua negara.
"Secara khusus kita menyampaikan apresiasi dan juga menitipkan para pekerja Indonesia terutama yang bekerja di sektor perikanan kepada Presiden Moon," ujar Jokowi saat join pers bersama di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/11/2017).
Selain membahas kerja sama di bidang ekonomi, baik Jokowi maupun Moon juga membahas isu-isu yang terjadi di semenanjung Korea. Menurut Jokowi, Pemerintah Indonesia menekankan posisi Indonesia yang mendesak Korea Utara untuk mematuhi semua resolusi Dewan Keamanan PBB terkait dengan Denuklirisasi Semenanjung Korea dan menghentikan uji coba Ballistic Missile.
"Dan, saya menghargai posisi yang mulai Presiden Moon yang masih membuka kemungkinan penyelesaian melalui dialog," tandasnya.
(kri)