Para Pedagang Ingin Revitalisasi Pasar Segera Dilakukan
Senin, 06 November 2017 - 06:02 WIB
Para Pedagang Ingin Revitalisasi Pasar Segera Dilakukan
A
A
A
JAKARTA - Menanggapi keluhan pedagang Blok VI Pasar Senen akhir-akhir ini, pihak PD Pasar Jaya belum dapat memastikan kapan revitalisasi Blok VI Pasar Senen dimulai.
Sebab saat ini PD Pasar masih fokus dalam penyelesaian TPS (Tempat Penampungan Sementara) yang disiapkan bagi seluruh pedagang Blok VI.
"Terkait Pasar Senen Blok VI, saat ini sedang tahap penyelesaian TPS," kata Kepala Humas PD Pasar, Muhammad Fahri, melalui pesan WhatsApp, kemarin.
Saat ditanya mengenai informasi yang beredar di kalangan pedagang bahwa Blok VI Pasar Senen akan dibangun pada akhir tahun 2017 atau 2018, Fahri tidak memberikan jawaban pasti, "Kita selesaikan TPS nya dulu," katanya.
Dia juga menjelaskan, masalah risiko yang dihadapi pedagang dan pengunjung akibat dinding serta atap beton yang sudah dimakan usia, menjadi salah satu alasan pembangunan TPS yang saat ini tengah dikerjakan.
"Itulah (risiko bangunan tua Blok VI Pasar Senen), mengapa kita segera membuat TPS," tandasnya.
(Baca juga: Pedagang Pasar Senen Minta Anies-Sandi Revitalisasi Blok VI)
Namun hingga berita ini diturunkan, Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin belum memberikan tanggapan. Pertanyaan yang dikirimkankan ke ponselnya melalui aplikasi WhatsApp, terlihat hanya dibaca.
Sehari sebelumnya, dari salah seorang pedagang mengaku bahwa kondisi Blok VI sudah sangat mengkhawatirkan serta membahayakan pedagang maupun pengunjung akibat bangunan yang sudah tua tersebut.
"Yang di sisi arah Atrium itu sudah dipasang penyanggah agar betonnya tidak ambruk menimpa pedagang," ungkap salah seorang pedagang Blok VI Pasar Senen Wilmar Rumapea, saat ditemui di kawasan Jati Asih Bekasi, Sabtu 4 November 2017.
Wilmar mengaku, kondisi pembeli saat ini turun drastis, selain karena kesulitan memarkir kenderaan akibat lahan parkir yang telah berubah menjadi TPS, pengunjung juga menghindari parkir di luar kawasan.
"Pasti diderek oleh petugas, makanya pembeli berpikir dua kali kalau mau datang ke sini," kata pemilik toko kelontong ‘Monika’ ini.
Itu sebabnya, lanjut dia, usaha yang kini dijalaninya setiap hari tersebut hanya untuk sekedar menutupi hidupnya sehari-hari ditambah untuk memenuhi kewajiban retribusi kepada PD Pasar.
"Sekarang ini kami berdagang hanya untuk sekadar bertahan hidup," imbuhnya.
Saat ditanya soal TPS yang tengah dibangun pihak PD Pasar, Wilmar mengaku lebih memilih untuk tidak berdagang daripada harus pindah ke TPS.
"Tempatnya sempit, sehingga dagangan kami tidak mungkin dapat dipindah, lebih baik berhenti berdagang. Terserah mereka saja mau bagaimana, kami sudah pasrah," tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, pedagang Pasar Senen, mengeluhkan lambatnya PD Pasar Jaya merevitalisasi Blok VI. Padahal hampir setiap hari ada bongkahan dan lempengan beton dari lantai atap yang jatuh dan menimpa kios-kios di bawahnya.
Bongkahan sekepalan tangan bahkan sampai lebih dari itu kerap jatuh dan menimpa barang dagangan.
"Kami tidak tahu lagi ke mana kami harus menyampaikan permasalahan yang kami hadapi. Apa harus jatuh korban dulu baru mendapat perhatian?" kata salah seorang pedagang, Rudi kepada wartawan, akhir Oktober silam.
Sebab saat ini PD Pasar masih fokus dalam penyelesaian TPS (Tempat Penampungan Sementara) yang disiapkan bagi seluruh pedagang Blok VI.
"Terkait Pasar Senen Blok VI, saat ini sedang tahap penyelesaian TPS," kata Kepala Humas PD Pasar, Muhammad Fahri, melalui pesan WhatsApp, kemarin.
Saat ditanya mengenai informasi yang beredar di kalangan pedagang bahwa Blok VI Pasar Senen akan dibangun pada akhir tahun 2017 atau 2018, Fahri tidak memberikan jawaban pasti, "Kita selesaikan TPS nya dulu," katanya.
Dia juga menjelaskan, masalah risiko yang dihadapi pedagang dan pengunjung akibat dinding serta atap beton yang sudah dimakan usia, menjadi salah satu alasan pembangunan TPS yang saat ini tengah dikerjakan.
"Itulah (risiko bangunan tua Blok VI Pasar Senen), mengapa kita segera membuat TPS," tandasnya.
(Baca juga: Pedagang Pasar Senen Minta Anies-Sandi Revitalisasi Blok VI)
Namun hingga berita ini diturunkan, Direktur Utama PD Pasar Jaya, Arief Nasrudin belum memberikan tanggapan. Pertanyaan yang dikirimkankan ke ponselnya melalui aplikasi WhatsApp, terlihat hanya dibaca.
Sehari sebelumnya, dari salah seorang pedagang mengaku bahwa kondisi Blok VI sudah sangat mengkhawatirkan serta membahayakan pedagang maupun pengunjung akibat bangunan yang sudah tua tersebut.
"Yang di sisi arah Atrium itu sudah dipasang penyanggah agar betonnya tidak ambruk menimpa pedagang," ungkap salah seorang pedagang Blok VI Pasar Senen Wilmar Rumapea, saat ditemui di kawasan Jati Asih Bekasi, Sabtu 4 November 2017.
Wilmar mengaku, kondisi pembeli saat ini turun drastis, selain karena kesulitan memarkir kenderaan akibat lahan parkir yang telah berubah menjadi TPS, pengunjung juga menghindari parkir di luar kawasan.
"Pasti diderek oleh petugas, makanya pembeli berpikir dua kali kalau mau datang ke sini," kata pemilik toko kelontong ‘Monika’ ini.
Itu sebabnya, lanjut dia, usaha yang kini dijalaninya setiap hari tersebut hanya untuk sekedar menutupi hidupnya sehari-hari ditambah untuk memenuhi kewajiban retribusi kepada PD Pasar.
"Sekarang ini kami berdagang hanya untuk sekadar bertahan hidup," imbuhnya.
Saat ditanya soal TPS yang tengah dibangun pihak PD Pasar, Wilmar mengaku lebih memilih untuk tidak berdagang daripada harus pindah ke TPS.
"Tempatnya sempit, sehingga dagangan kami tidak mungkin dapat dipindah, lebih baik berhenti berdagang. Terserah mereka saja mau bagaimana, kami sudah pasrah," tutupnya.
Sebelumnya diberitakan, pedagang Pasar Senen, mengeluhkan lambatnya PD Pasar Jaya merevitalisasi Blok VI. Padahal hampir setiap hari ada bongkahan dan lempengan beton dari lantai atap yang jatuh dan menimpa kios-kios di bawahnya.
Bongkahan sekepalan tangan bahkan sampai lebih dari itu kerap jatuh dan menimpa barang dagangan.
"Kami tidak tahu lagi ke mana kami harus menyampaikan permasalahan yang kami hadapi. Apa harus jatuh korban dulu baru mendapat perhatian?" kata salah seorang pedagang, Rudi kepada wartawan, akhir Oktober silam.
(maf)