David Price: DPR RI Sekarang Mirip DPR Amerika 100 Tahun Lalu

Jum'at, 03 November 2017 - 10:25 WIB
David Price: DPR RI...
David Price: DPR RI Sekarang Mirip DPR Amerika 100 Tahun Lalu
A A A
WASHINGTON DC - Meskipun telah banyak kemajuan yang luar biasa dalam 19 tahun setelah reformasi 1998, DPR RI terus mengembangkan kapasitasnya dengan melanjutkan ikhtiar implementasi konsep parlemen modern. Sebab dibanding dengan negara yang sudah mapan demokrasinya seperti Amerika Serikat, Indonesia masih jauh ketinggalan.

Hal itu dikatakan oleh Ketua Fraksi PKS DPR RI Dr Jazuli Juwaini yang beberapa waktu yang lalu juga memperoleh gelar doktor dalam bidang kajian parlemen dari Universitas Negeri Jakarta.

Pernyataan di atas dibenarkan oleh Anggota Kongres AS David Price yang turut hadir dalam pertemuan itu. Price menjelaskan, kongres di AS punya fungsi dan peran yang sangat besar baik dalam legislasi maupun penentuan budgeting pemerintah.

Pemerintah AS sadar bahwa uang itu ada di Kongres AS. Sehingga pihaknya berhak melakukan penolakan budgeting pemerintah, apabila tidak sesuai bahkan bisa men-shutdown pemerintah seperti yang terjadi beberapa tahun lalu pada era Obama.

"Apa yang dialami DPR Indonesia saat ini sebenarnya telah dialami oleh Kongres AS sejak 100 tahun yang lalu. Untuk itu, DPR RI harus terus bersama bergerak sesuai UU yang berlaku bahwa DPR RI adalah kuasa rakyat," ujar Price.

Agenda penting lainnya dalam kunjungan ini adalah pertemuan dengan Clerk of the US House of Representatives yang merupakan pejabat tinggi dilingkungan Kongres AS. Lembaga sejenis Sekjen DPR ini bertanggung jawab atas dukungan administrasi, pengelolaan informasi dan data.

Pada kesempatan yang sama Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah berharap desain reformasi Parlemen Indonesia lebih baik ke depannya agar dapat memperkuat fungsi DPR RI. “Tim Reformasi DPR merencanakan pemecahan UU MD3 menjadi setidaknya empat UU. Di antaranya, UU DPR, UU DPD, UU MPR, dan juga UU tentang Kawasan Legislatif.

Kunker berlangsung selama tiga hari di Washington DC, mulai 1 Oktober sampai 3 November 2017. Kegiatannya dengan mengunjungi Kongres AS, United States Partnership Indonesia (Usindo), House Democracy Partnership (HDP), Tour Library of Congress, KBRI Indonesia di Washinton DC dan United Nation PBB di New York.

Dalam kunjungannya ke Parlemen AS, Fahri Hamzah didampingi sejumlah anggota DPR antara lain, Muhammad Misbakhun dan Ibnu Munzir (F-PG), Arsul Sani (F-PPP), Mulfahri Harahap (F-PAN), Mahfudz Siddiq (F-PKS), Abidin Fikri (F-PDIP), dan Ahmad Sharoni (F-Nasdem).
(kri)
Berita Terkait
DPR Kumandangkan Lagu...
DPR Kumandangkan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya Setiap Pagi
Anggota DPR Bakal Dapat...
Anggota DPR Bakal Dapat Tanda Penghargaan Jelang Purnatugas
18 Negara dengan Gaji...
18 Negara dengan Gaji Anggota DPR Tertinggi di Dunia
Ini Rincian Gaji Anggota...
Ini Rincian Gaji Anggota DPR Jadi Rp65,5 Juta usai Pemangkasan
Para Guru Besar Desak...
Para Guru Besar Desak DPR Usut Dugaan Penyalahgunaan Kekuasaan Eksekutif
Profil Rahayu Saraswati,...
Profil Rahayu Saraswati, Keponakan Prabowo yang Mundur dari DPR
Berita Terkini
JPU Sebut Kasus Chromebook...
JPU Sebut Kasus Chromebook Nadiem termasuk White Collar Crime, Kuasa Hukum Terkejut
PDIP Dorong Program...
PDIP Dorong Program MBG Beralih ke Dapur Berbasis Sekolah
Ogah Tanggapi Laporan...
Ogah Tanggapi Laporan Roy Suryo, Rismon: Saya Fokus Bikin Buku Gibran
Indonesia Kompeten 2045,...
Indonesia Kompeten 2045, Wamenaker Dorong Kampus Perkuat Sertifikasi Kompetensi
Kecewa JPU Tolak Pledoi,...
Kecewa JPU Tolak Pledoi, Nadiem Makarim: Fakta Persidangan Diabaikan
Wamenkum Ungkap Alasan...
Wamenkum Ungkap Alasan Usia Pensiun Kapolri Bisa Diperpanjang
Infografis
HGU 100 Tahun Dipermasalahkan,...
HGU 100 Tahun Dipermasalahkan, UU IKN Digugat Warga Dayak ke MK
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved