Lawan Radikalisme, 77 Presiden Mahasiswa Bacakan Deklarasi Surabaya
Rabu, 01 November 2017 - 00:26 WIB
Lawan Radikalisme, 77 Presiden Mahasiswa Bacakan Deklarasi Surabaya
A
A
A
SURABAYA - Sebanyak 77 Presiden Mahasiswa Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) se-Indonesia membacakan Deklarasi Surabaya untuk menolak dan melawan segala bentuk paham atau tindakan radikalisme yang membahayakan Pancasila dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Deklarasi Surabaya dilatarbelakangi rasa keprihatinan DEMA akan kondisi bangsa dan negara Indonesia. Deklarasi Surabaya dibacakan pada penutupan Temu DEMA PTKI Se Indonesia yang berlangsung di Hotel Verwood Surabaya, Selasa (31/10/2017.
Deklarasi Surabaya dibacakan oleh Ketua DEMA IAIN Bukittinggi, Dodo Fernando. Sebelum pembacaan Deklarasi Surabaya, para presiden mahasiswa dari 56 PTKIN dan 21 PTKIS se-Indonesia ini serempak membacakan Ikrar Sumpah Pemuda, untuk mengambil spirit para pejuang pemuda Indonesia.
Berikut isi lengkap Deklarasi Mahasiswa PTKI Melawan Radikalisme di Surabaya:
Kami Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tnggi Keagamaan Islam (PTKI) Se Indonesia menyatakan sikap:
1. Meneguhkan rasa persatuan dan kesatuan seluruh rakyat Indoneia.
2. Mendorong perbaikan sistem pendidikan dan menolak segala bentuk komersialisasi di dalamnya.
3. Mendesak pemerintah segara mewujudan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan sosial seluruh masyarakat Indonesia.
4. Menuntut ketegasan dan keadilan hukum dalam berbagai aspek.
5. Menyerukan kepada seluru pemuda dan mahasiswa Indonesia untuk berperan aktif dalam berkonribusi membangun bangsa dan negara.
6. Menolak dan melawan segala bentuk paham atau tindakan intoleransi, radikal, anti NKRI dan anti Pancasila.
Menanggapi Deklarasi Surabaya itu, Kepala Seksi Kemahasiswa Direktorat PTKI Kementerian Agama Ruchman Basori menyambut baik dan gembira bahwa mahasiwa UIN, IAIN, STAIN, dan PTKIS binaan Kementerian Agama, memiliki kepedulian, komitmen dan semangat kebangsaan yang tinggi.
“Bagi saya Deklarasi Surabaya merupakan refleksi mendalam untuk menggugah kepedulian, meneguhkan komitmen, serta keinginan berkontribusi menyelesaikan problem-problem kebangsaan,” tuturnya.
Deklarasi Surabaya dilatarbelakangi rasa keprihatinan DEMA akan kondisi bangsa dan negara Indonesia. Deklarasi Surabaya dibacakan pada penutupan Temu DEMA PTKI Se Indonesia yang berlangsung di Hotel Verwood Surabaya, Selasa (31/10/2017.
Deklarasi Surabaya dibacakan oleh Ketua DEMA IAIN Bukittinggi, Dodo Fernando. Sebelum pembacaan Deklarasi Surabaya, para presiden mahasiswa dari 56 PTKIN dan 21 PTKIS se-Indonesia ini serempak membacakan Ikrar Sumpah Pemuda, untuk mengambil spirit para pejuang pemuda Indonesia.
Berikut isi lengkap Deklarasi Mahasiswa PTKI Melawan Radikalisme di Surabaya:
Kami Dewan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tnggi Keagamaan Islam (PTKI) Se Indonesia menyatakan sikap:
1. Meneguhkan rasa persatuan dan kesatuan seluruh rakyat Indoneia.
2. Mendorong perbaikan sistem pendidikan dan menolak segala bentuk komersialisasi di dalamnya.
3. Mendesak pemerintah segara mewujudan kemandirian ekonomi dan kesejahteraan sosial seluruh masyarakat Indonesia.
4. Menuntut ketegasan dan keadilan hukum dalam berbagai aspek.
5. Menyerukan kepada seluru pemuda dan mahasiswa Indonesia untuk berperan aktif dalam berkonribusi membangun bangsa dan negara.
6. Menolak dan melawan segala bentuk paham atau tindakan intoleransi, radikal, anti NKRI dan anti Pancasila.
Menanggapi Deklarasi Surabaya itu, Kepala Seksi Kemahasiswa Direktorat PTKI Kementerian Agama Ruchman Basori menyambut baik dan gembira bahwa mahasiwa UIN, IAIN, STAIN, dan PTKIS binaan Kementerian Agama, memiliki kepedulian, komitmen dan semangat kebangsaan yang tinggi.
“Bagi saya Deklarasi Surabaya merupakan refleksi mendalam untuk menggugah kepedulian, meneguhkan komitmen, serta keinginan berkontribusi menyelesaikan problem-problem kebangsaan,” tuturnya.
(thm)