PPP Akan Ajukan Revisi UU Ormas

Senin, 30 Oktober 2017 - 11:25 WIB
PPP Akan Ajukan Revisi...
PPP Akan Ajukan Revisi UU Ormas
A A A
JAKARTA - Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan mengajukan revisi Undang-undang (UU) tentang Organisasi Kemasyarakatan (Ormas) yang baru.

Undang-Undang Ormas hasil pengesahan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 dinilai masih banyak kekurangan.

"PPP akan mengajukan usulan revisi terhadap Undang-Undang Ormas menjadi usul inisiatif DPR dan dimasukkan ke Program Legislasi Nasional 2018 pada masa sidang pertama," ujar anggota Komisi II DPR dari Fraksi PPP Achmad Baidowi, Senin (30/10/2017).

Menurut dia, ada sejumlah hal yang masih dapat diperdebatkan dalam Undang-undang Ormas, seperti peran pengadilan.

"Jangan sampai peran pengadilan sama sekali dihapuskan dari UU Ormas. Walaupun asas hukum administrasi pemerintahan berlaku, kalau tidak dieksplisitkan dalam norma UU, akan menjadi pasal karet," katanya.

Menurut dia, hal itu membuat pengadilan seolah-olah tidak memiliki wewenang. Padahal, pengadilan adalah tempat bagi masyarakat untuk mencari keadilan.

"Ada sejumlah pasal yang hilang. Sebagai contoh, lembaga yang dibubarkan pemerintah karena dianggap bertentangan dengan Pancasila, bisa menggugat di pengadilan," paparnya.

Sedangkan Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2013 atau Undang-undang Ormas yang lama, pembubaran ormas harus didasarkan atas keputusan pengadilan.

Poin lain yang perlu direvisi, kata dia, menyangkut hukuman, yakni apakah pelanggar akan mendapat hukuman seberat yang diatur dalam UU Ormas atau tidak.

PPP, kata dia, ingin ada penegasan terhadap paham-paham yang dianggap bertentangan dengan Pancasila.

Apalagi, kata dia, pemerintah juga siap bila Undang-Undang yang awalnya adalah Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang (Perppu) Ormas direvisi.
(dam)
Berita Terkait
Mendagri Tito Buka Peluang...
Mendagri Tito Buka Peluang Revisi UU Ormas, Evaluasi Transparansi Keuangan
Mendagri Tito Buka Peluang...
Mendagri Tito Buka Peluang Revisi UU Ormas, DPR Terbuka: Kalau Urgen
Partai Perindo Minta...
Partai Perindo Minta Aparat Penegakan Hukum Berantas Premanisme Berkedok Ormas
Wamendagri: Larangan...
Wamendagri: Larangan Seragam Ormas Sudah Diatur di UU 16 Tahun 2017
Syarat Mendirikan Ormas...
Syarat Mendirikan Ormas yang Harus Dipenuhi Anies Baswedan
Antisipasi Bentrokan,...
Antisipasi Bentrokan, Pos Ormas di Tangerang Dibongkar Paksa
Berita Terkini
Hadiri Pekan Olahraga...
Hadiri Pekan Olahraga Polri dan CFD, Kapolri: Momentum Perkuat Kedekatan dengan Masyarakat
Jokowi Injak Kepala...
Jokowi Injak Kepala Kerbau saat Terima Gelar Adat, PDIP: Bagian Adat atau Simbol Perendahan Politik?
MUI Susun Naskah Akademik...
MUI Susun Naskah Akademik RUU Pidana LGBT, Dorong Masuk Prolegnas
Kecam Dugaan Intimidasi...
Kecam Dugaan Intimidasi Dokter di NTT, Ninik: Sanksi Disiplin Jika Kader PKB Terlibat
Satgas Lundup Polri...
Satgas Lundup Polri Bongkar Kasus Impor Ilegal Senilai Hampir Rp1 Triliun
Presiden Prabowo Hadiri...
Presiden Prabowo Hadiri Resepsi Pernikahan Putri Ketua KPK
Infografis
27 Negara Peringatkan...
27 Negara Peringatkan Warganya, Perang Dunia III Akan Terjadi?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved