Dijamin Stafsus Presiden, Penyerang Kemendagri Ajukan Penangguhan

Senin, 16 Oktober 2017 - 19:59 WIB
Dijamin Stafsus Presiden,...
Dijamin Stafsus Presiden, Penyerang Kemendagri Ajukan Penangguhan
A A A
JAKARTA - Sebelas tersangka kasus penyerangan dan perusakan gedung Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mengajukan penangguhan penahanan kepada Polda Metro Jaya.

Pengajuan itu disampaikan kuasa hukum tersangka, Suhardi Somoeljono bersama Ketua Barisan Merah Putih, Wati Martha Kogoya.

Kuasa hukum menjamin para tersangka tidak akan menghilangkan barang bukti, melarikan diri sebagaimana dikhawatirkan oleh penyidik, dan menghambat proses penyidikan. (Baca juga: Polisi Tetapkan 11 Tersangka Amuk Massa di Kemendagri )

Dia mengungkapkan dalam surat penangguhan penahanan itu disisipkan surat jaminan dari Asisten Staf Khusus Presiden Riyan Sumindar, serta Staf Khusus Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang juga Kepala Suku Besar di Papua, Lenis Kogoya. Mereka menjamin para tersangka tidak akan mengulangi perbuatannya.

"Yang tertulis penjaminnya, Asisten Staf Khusus, dia juga kepala suku besar, Lenis Kagoya. Ini enggak main-main lah," ujar Suhardi kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Senin (16/10/2017). (Baca juga: Tjahjo Minta Pelaku Penyerangan Gedung Kemendagri Diproses Hukum )

Berkaitan dengan insiden penyerangan sekaligus perusakan gedung Kemendagri itu, dia menilai insiden itu akumulasi dari proses penyelesaian sengketa Pilkada di Kabupaten Tolikara, Papua yang tak kunjung tuntas dan bahkan dianggap tidak adil.

Suhardi mengatakanm selama tiga bulan sengketa, tak ada penyelesaian maupun penjelasan tertulis dari pihak pemerintah.

Menurut dia, kondisi tersebut memicu penafsiran beragam dan bahkan berujung protes keras dari masyarakat Tolikara. Alhasil, kata dia, mereka nekat berangkat ke Jakarta menyambangi gedung Kemendagri menuntut keadilan yang berujung ricuh.

"Kalau tak terjadi hal luar biasa di Papua, tak mungkin sampai ke Jakarta, itu yang dikhawatirkan. Di Tolikara benar-benar luar biasa, sulit mencari data di lapangan, di Tolikara dan Lanny Jaya saya tak sampai ke sana karena takut dipanah," tuturnya
(dam)
Berita Terkait
Jadwal dan Tahapan Pilkada...
Jadwal dan Tahapan Pilkada Serentak Tahun 2024
Mahfud MD, Setelah Pilkada...
Mahfud MD, Setelah Pilkada Timbul Sejumlah Permasalahan
Kaesang Pangarep Tidak...
Kaesang Pangarep Tidak Bisa Maju Pilkada 2024
Aji Mumpung Anak Mahkota...
Aji Mumpung Anak Mahkota di Pemilihan Kepala Daerah
Kampanye Daring Tak...
Kampanye Daring Tak Diminati Paslon Pilkada Serentak 2020
27 November Akan Ditetapkan...
27 November Akan Ditetapkan sebagai Hari Libur Nasional  
Berita Terkini
OTT BPK, KPK: Ada Permintaan...
OTT BPK, KPK: Ada Permintaan Fee Rp1,6 Miliar untuk Ubah Hasil Audit di Muara Enim
Anggota Polri yang Duduki...
Anggota Polri yang Duduki Jabatan di Luar Struktur Tak Perlu Mundur selama Penugasan Negara
Kejagung Tetapkan Tersangka...
Kejagung Tetapkan Tersangka Baru Dugaan Korupsi MBG, Berperan Atur Mitra dan Titik Dapur
Prabowo dan Jusuf Kalla...
Prabowo dan Jusuf Kalla Bahas Isu Global hingga Swasembada Energi
OTT KPK di BPK Berujung...
OTT KPK di BPK Berujung 5 Tersangka, Bupati Muara Enim Edison Ikut Terjerat
Nanik S Deyang Merapat...
Nanik S Deyang Merapat ke Istana, Mau Lapor Efisiensi Anggaran MBG
Infografis
8 Dubes Baru Dilantik...
8 Dubes Baru Dilantik Presiden Prabowo Subianto
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved