Mensos Berharap Monica Bawa Aspirasi Anak Indonesia di Forum WHO

Kamis, 12 Oktober 2017 - 15:34 WIB
Mensos Berharap Monica...
Mensos Berharap Monica Bawa Aspirasi Anak Indonesia di Forum WHO
A A A
JAKARTA - Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa berharap Monica bisa membawa aspirasi anak-anak Indonesia di forum World Health Organization (WHO).

Monica adalah anak ketiga Purwati, perempuan yang sehari-hari berkeliling menjual kopi di sekitar Senen, Jakarta.

Monica lulus seleksi untuk berangkat ke Kanada setelah mengirimkan artikel bertema mengakhiri kekerasan anak.

Monica mendapat undangan pertemuan The WHO 8th Milestone of Global Campaign for Violence Prevention, di Ottawa, Kanada pada 19-20 Oktober 2017. Pertemuan itu akan dihadiri oleh perwakilan anak, pemerintah, NGO (non-governmental organization/lembaga swadaya masayarakat) sedunia.

"Alhamdulillah masalah visa sudah selesai. Hari ini visanya sudah terbit dan rencananya Monica akan berangkat akhir pekan ini," ungkap Khofifah.

Khofifah telah bertemu Purwati, Ibunda Monica di RPSA Bambu Apus, Jakarta Timur, Rabu 11 Oktober 2017.

Khofifah mengaku ikut bangga dengan apa yang berhasil diraih Monica. Di tengah keterbatasan, Monica tetap mampu berprestasi. Bukan di level nasional, melainkan internasional.

Mengenai kondisi Purwati dan anaknya Subehi, Khofifah mengatakan, untuk sementara akan tetap tinggal di RPSA Bambu Apus milik Kementerian Sosial.

Rencananya, sambung Khofifah, Kemensos bersama Dompet Dhuafa akan menyediakan akses tempat tinggal berupa rumah kontrakan yang tidak jauh dari tempatnya mencari nafkah.

"Akan diupayakan Purwati memperoleh berbagai bansos seperti Kartu Keluarga Sejahtera, Kartu Indonesia Sehat, dan Kartu Indonesia Pintar untuk Subehi," tuturnya.

Sementara itu, Khofifah juga menyoroti masih minimnya pemahaman masyarakat mengenai perlindungan anak.

Padahal, kata dia, diterbitkannya UU Perlindungan Anak bertujuan agar anak-anak Indonesia bisa menikmati hak mereka sebagai seorang anak, bahkan bisa tumbuh menjadi generasi berkualitas dan diharapkan bisa menjadi tulang punggung bangsa yang akan menjalankan pembangunan.

"Akhir-akhir ini banyak berita viral mengenai pernikahan dini, perdagangan anak, pelecehan seksual, penganiayaan anak dan mempekerjakan anak di bawah umur. Ini menjadi PR (pekerjaan rumah-red) kita bersama," tuturnya.

Dia mengatakan, perlindungan terhadap hak anak bukan semata tanggung jawab negara. Namun, tanggung jawab bersama keluarga, masyarakat dan negara.

Bagaimana pun, kata dia, anak-anak adalah generasi penerus bangsa yang nantinya akan meneruskan estafet kepemimpinan negeri ini.

Oleh karena itu, menurut Khofifah, sangat diperlukan perlindungan bagi anak dari bahaya, ancaman, kekerasan, diskriminasi, dan segala perlakuan negatif.
(dam)
Berita Terkait
Wujud Kepedulian Pertamina...
Wujud Kepedulian Pertamina pada Anak Yatim Piatu
Asabri Salurkan Bantuan...
Asabri Salurkan Bantuan untuk Korban Bencana di Sumatera
Optik Tunggal Perluas...
Optik Tunggal Perluas Jangkauan CSR ke Daerah Terpencil
Pertamina EP Tuntaskan...
Pertamina EP Tuntaskan 354 Program Sosial hingga September 2025
Inisiatif WINGS for...
Inisiatif WINGS for UNICEF untuk Wujudkan Sekolah Sehat dan Ramah Lingkungan di Indonesia
Gandeng Baznas, BKI...
Gandeng Baznas, BKI Jalankan Program Sosial di Sekitar Wilayah Operasi
Berita Terkini
Digitalisasi Data, Penerima...
Digitalisasi Data, Penerima Bansos Diverifikasi lewat Pengenalan Wajah
Ribuan Dokter Muda Terancam...
Ribuan Dokter Muda Terancam Gagal Praktik, Pakar UGM Minta Pemerintah Bertindak
Prabowo Akan Bertemu...
Prabowo Akan Bertemu Presiden Jerman Frank Walter Steinmeier di Istana Besok, Bahas Apa?
Kemenag Dukung MUI Desak...
Kemenag Dukung MUI Desak Aturan Tegas Jerat Pelaku LGBT
Budiman Sudjatmiko Tepis...
Budiman Sudjatmiko Tepis Usir Mahasiswa dari Forum Diskusi di Semarang
MUI Desak Hukuman Tegas...
MUI Desak Hukuman Tegas Bagi Pelaku dan Pengkampanye LGBT
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved