Setara: Pidato Panglima TNI Tegaskan Politik TNI adalah Politik Negara

Jum'at, 06 Oktober 2017 - 10:23 WIB
Setara: Pidato Panglima...
Setara: Pidato Panglima TNI Tegaskan Politik TNI adalah Politik Negara
A A A
JAKARTA - Perayaan HUT TNI ke-72 momentum untuk memperkuat soliditas, disiplin dan tanggung jawab TNI sebagai alat pertahanan nasional. Perayaan tersebut juga menuntut dedikasi TNI dalam menjaga kedaulatan Indonesia.

Menurut Ketua Setara Institute Hendardi, cita-cita reformasi 1998 telah menggariskan bahwa TNI dibangun dan dikembangkan secara profesional sesuai dengan kepentingan politik negara yang mengacu pada nilai dan prinsip demokrasi, supremasi sipil, hak asasi manusia, ketentuan hukum nasional, dan ketentuan hukum internasional yang telah diratifikasi, dengan dukungan anggaran belanja negara yang dikelola secara transparan dan akuntabel.

"Cita diri TNI sebagaimana diamanatkan UU 34/2004 tentang TNI inilah yang menjadi tugas kita bersama untuk mewujudkan desain TNI reformis," tutur Hendardi dalam keterangan persnya, Jumat (6/10/2017).

Hendardi menyebut, pidato Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo secara tegas menyampaikan bahwa politik TNI adalah politik negara. Menurutnya, jika pidato tersebut dipatuhi, maka elite-elite di tubuh TNI tidak dibenarkan berpolitik praktis, kecuali untuk tujuan mendukung kepentingan negara.

Ia berpendapat, berpolitik praktis tidak harus melalui partai politik. Namun hal itu bisa dilakukan dengan memanfaatkan kesatuan-kesatuan yang ada di TNI untuk meraih elektoral atau dukungan dari publik.

Sementara politik negara adalah garis politik yang ditetapkan dalam sistem ketatanegaraan untuk mencapai cita-cita nasional dengan mekanisme dan mengacu pada nilai demokrasi, supremasi sipil, hak asasi manusia, ketentuan hukum nasional, dan ketentuan hukum internasional yang telah diratifikasi.

Dia menambahkan, pasca reformasi tidak ada cara lain bagi TNI untuk menjalankan politik negara. Apalagi 'mempunyai niat' mengembangkan dwi fungsi seperti saat TNI masih berbaju ABRI.

"Pernyataan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo diharapkan menjadi otokritik bagi TNI sekaligus menunjukkan kepatuhan TNI pada supremasi sipil. Mendorong TNI terus di garis profesional sebagaimana cita diri dalam UU TNI adalah salah satu cara rakyat di republik ini mencintai dan memperkuat TNI," tandasnya.
(kri)
Berita Terkait
4 Jenderal Jadi Tokoh...
4 Jenderal Jadi Tokoh Penting Penjaga Kedaulatan Bangsa
Ini Seragam PDL TNI...
Ini Seragam PDL TNI Baru yang Dipakai saat HUT ke-80 TNI di Monas
Kapolda Metro Jaya Ucapkan...
Kapolda Metro Jaya Ucapkan HUT TNI ke-76: Bersatu, Berjuang, Kita Pasti Menang
Kapal Selam Otonom Karya...
Kapal Selam Otonom Karya Anak Bangsa Dipamerkan dalam HUT Ke-80 TNI
Sambut HUT ke-75, TNI...
Sambut HUT ke-75, TNI Gelar Lomba Bersepeda Virtual
Perayaan HUT ke-78 TNI...
Perayaan HUT ke-78 TNI Pecahkan 17 Rekor MURI, Apa Saja?
Berita Terkini
Menaker: Pemerintah...
Menaker: Pemerintah Komitmen Cegah PHK dengan Berbagai Program Nyata
Update! 36 Kapolda Se-Indonesia...
Update! 36 Kapolda Se-Indonesia usai Pelantikan oleh Kapolri Juli 2026, Ini Nama-namanya
Korban Penipuan Haji...
Korban Penipuan Haji Ilegal Capai 3.550 Orang, DPR Desak Kemenhaj Perkuat Pengawasan
Profil Irjen Totok Suharyanto,...
Profil Irjen Totok Suharyanto, Kakortastipidkor Polri yang Ungkap Megakorupsi Mantan Jampidsus Febrie Adriansyah
Tantangan Tata Kelola...
Tantangan Tata Kelola Pemerintahan Daerah dan Ketahanan Nasional
Tindak Lanjut Perpres...
Tindak Lanjut Perpres 111/2025, Kemenag Siapkan Materi Pendidikan Cegah Penyebaran LGBTQ
Infografis
6 Kolonel Pecah Bintang...
6 Kolonel Pecah Bintang usai Dapat Promosi Jabatan dari Panglima TNI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved