DPR Minta Institusi Hukum Telusuri 10 Koli Senjata di Bengkulu

Jum'at, 06 Oktober 2017 - 02:29 WIB
DPR Minta Institusi...
DPR Minta Institusi Hukum Telusuri 10 Koli Senjata di Bengkulu
A A A
JAKARTA - Anggota Komisi I DPR Supiadin Aries Saputra menyatakan kasus tertahannya senjata api beserta Munisi dari BNN Pusat ke BNN Bengkulu di Bandara Fatmawati, Bengkulu, merupakan suatu kecerobohan lantaran proses pengiriman melaui kargo umum.

"Terlalu gegabah senjata dan amunisi dikirim secara terbuka seperti melalui cargo umum. Kasus tersebut perlu diusut tuntas motiv dan latar belakangnya," kata Supiadin saat dihubungi, Kamis (5/10/2017).

Menurutnya, sesuai dengan Pasal 22 Permenhan Nomor 7 Tahun 2010, berbunyi 'permohonan izin pengangkutan senjata api standar militer dan amunisi diajukan kepada Menteri Pertahanan (Menhan).

Maka itu kata dia, aparat keamanan harus mengecek secara detail masuknya senjata tersebut apakah sudah sesuai izin perundang-undangan atau belum.

"Mengapa pengirimnya jelas (BNN Pusat) tetapi alamat penerima salah. Karena pengiriman tersebut tanpa pengamanan yang cukup sehingga rawan terhadap sabotase di tengah jalan. Pengiriman tersebut seharusnya menggunakan pengawalan petugas," ungkapnya.

Sementara Anggota Komisi III DPR Fraksi PKS Nasir Djamil mengatakan, agar Kepala BNN Budi Waseso segera mengklarifikasi mengenai keberadaan senjata tersebut.

"Kepala BNN harus menjelaskan apakah benar pengirimnya berasal dari BNN. Atau jangan-jangan ada yang mencatut nama BNN, Komjen Buwas jga harus menjelaskan apakah 10 koli barang yang dipaket, dengan menggunakan jasa salah satu maskapai penerbangan, benar berasal dari BNN atau tidak," ucapnya saat dihubungi.

Dia juga mengatakan BNN perlu menjelaskan motif dibalik proses pengiriman senjata api tanpa ada pengawasan ketat.

"Sebab, hal tersebut dapat membahayakan penumpang pesawat, serta rawan disalahgunakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.Tapi anehnya kenapa alamat di Bengkulu bukan alamat institusi BNN Provinsi Bengkulu," ujarnya.
(maf)
Berita Terkait
Propam Gelar Pemeriksaan...
Propam Gelar Pemeriksaan Senjata Api Polisi di Polres Tegal
Pemusnahan 432 Puncuk...
Pemusnahan 432 Puncuk Senjata Api Rakitan Hasil Operasi Senpi di Sumsel
Polda Sumsel Musnahkan...
Polda Sumsel Musnahkan 532 Senjata Api Rakitan Laras Panjang dan Pendek
Jadi Perakit Senjata...
Jadi Perakit Senjata Api Sejak 2014 Tahun, Sabtudin Baru Ditangkap
Kesal Selalu Campuri...
Kesal Selalu Campuri Urusan Rumah Tangganya, Menantu Letuskan Senpi ke Mertua
Rakit Senpi Ilegal,...
Rakit Senpi Ilegal, Guru SMP Swasta di Malang Diamankan Polda Jatim
Berita Terkini
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan...
KPK Jadwal Ulang Pemeriksaan Bos Maktour Fuad Hasan Pekan Depan
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Mensesneg Sebut Bakal...
Mensesneg Sebut Bakal Ada Pengurangan Anggaran MBG
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved