Berantas Narkoba, Jokowi Nilai Perlu Tindakan Tegas

Selasa, 03 Oktober 2017 - 12:13 WIB
Berantas Narkoba, Jokowi...
Berantas Narkoba, Jokowi Nilai Perlu Tindakan Tegas
A A A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengaku geram dengan aksi peredaran narkoba dan obat ilegal yang terjadi di tanah air. Untuk itu, Jokowi menilai perlu ada tindakan yang tegas dilakukan aparat kepolisian.

Hal itu disampaikan Jokowi saat pencanangan aksi nasional pemberantasan obat ilegal dan penyelahgunaan obat di Lapangan utama, Bumi Perkemahan Cibubur, Jakarta Timur, Selasa (3/10/2017).

Dalam kesempatan itu, Jokowi memperkenalkan Kabareskrim Polri, Komjen Pol Ari Dono yang memang berwenang menangani hal tersebut. Jokowi meminta penjelasan Ari terkait tindakan yang tepat bagi para pengedar dan bandar narkoba.

"Biar masyarakat juga tahu, Pak Ari Dono ini Pak Kabareskrim kita. Kabareskrim Polri. Urusan masalah narkoba, urusan masalah obat ilegal ini harus kita kejam," ucap Jokowi.

Seraya menambahkan, masalah peredaran narkoba ini tidak bisa dianggap enteng, lantaran korbannya sudah banyak, khususnya kalangan generasi muda.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu pun memulai pertanyaan dengan metode kerja sama yang sudah dibangun antara kepolisian dengan BPOM, termasuk Jokowi ingin tahu tindakan kejam seperti apa yang dilakukan Ari bersama jajarannya.

"Kegiatan kerja sama kami mulai kegiatan preventif itu mulai kegiatan penyuluhan di sekolah-sekolah, tentang bahaya narkoba, psikotropika," ucap Ari menjawab pertanyaan Presiden.

Jokowi menilai, tindakan preventif memang penting. Namun dirinya ingin tahu tindakan kejamnya seperti apa? Ari menjawab, untuk tindakan preventif, pihaknya bekerja sama dengan BPOM untuk melakukan pengawasan dan razia bersama di apotek-apotek dan tempat lain yang menjual obat.

Mantan Wali Kota Solo ini merasa belum puas karena belum mendapat jawaban riil mengenai ketegasan Kabeskrim untuk menindak para pengedar dan bandar narkoba.

Jokowi pun berharap, tindakan tegas dilakukan untuk semua wilayah yang dicurugai menjadi lokasi peredaran narkoba. "Kita proses, tegakkan yang bersalah. Tercukupi unsur pidana kita penjarakan," ucap Ari.
(maf)
Berita Terkait
Menelusuri Jejak 6 Kartel...
Menelusuri Jejak 6 Kartel Paling Kejam dalam Sejarah
Terlibat Penyelundupan...
Terlibat Penyelundupan Narkoba, PM Kepulauan Virgin Ditangkap
Kolombia Sita Kapal...
Kolombia Sita Kapal Selam Narkoba, Angkut 3 Ton Kokain
6 Artis Indonesia Ditangkap...
6 Artis Indonesia Ditangkap Terkait Kasus Narkoba Sepanjang 2024
Beberapa Negara Berikan...
Beberapa Negara Berikan Hukuman Mati Bagi Kasus Narkoba
Penggerebekan Kampung...
Penggerebekan Kampung Narkoba di Matraman
Berita Terkini
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Nihayatul Wafiroh: Pakta...
Nihayatul Wafiroh: Pakta Integritas Bukti Keseriusan Perempuan Bangsa Besarkan PKB
Rekam Jejak Komjen Karyoto,...
Rekam Jejak Komjen Karyoto, dari Pemberantasan Korupsi hingga Jaga Stabilitas Keamanan Nasional
Infografis
9 Poin Penegasan Rektor...
9 Poin Penegasan Rektor UGM terkait Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved