Ditunda, Rapat Pleno Golkar Bahas Penonaktifan Setya Novanto
Kamis, 28 September 2017 - 11:20 WIB
Ditunda, Rapat Pleno Golkar Bahas Penonaktifan Setya Novanto
A
A
A
JAKARTA - Rapat pleno Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar yang semula digelar hari ini diundur menjadi Jumat 29 September 2017.
Rapat pleno itu beragendakan mendengar jawaban Setya Novanto atas rekomendasi rapat harian DPP Partai Golkar Senin 25 September 2017.
Sedangkan isi rekomendasi itu meminta Setya Novanto diberhentikan sementara dari jabatan Ketua Umum Partai Golkar dan mencari sosok yang akan menjabat pelaksana tugas.
"Iya diundur besok," ujar Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid dihubungi wartawan, Kamis (28/9/2017). (Baca juga: Rapat Pleno Golkar Usulkan Setya Novanto Diberhentikan Sementara )
Namun, Nurdin tidak menjelaskan alasan diundurnya rapat pleno DPP Partai Golkar itu. "Ya diundur saja," tuturnya.
Kendati demikian, Nurdin mengaku hingga kini belum sempat bertemu Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto. "Iya rencananya hari ini," katanya.
Sekadar diketahui, alasan rekomendasi pemberhentian sementara Setya Novanto itu agar yang bersangkutan bisa fokus menghadapi persoalan hukum dan kesehatannya.
Pria yang akrab disapa Novanto itu kini sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Rapat pleno itu beragendakan mendengar jawaban Setya Novanto atas rekomendasi rapat harian DPP Partai Golkar Senin 25 September 2017.
Sedangkan isi rekomendasi itu meminta Setya Novanto diberhentikan sementara dari jabatan Ketua Umum Partai Golkar dan mencari sosok yang akan menjabat pelaksana tugas.
"Iya diundur besok," ujar Ketua Harian DPP Partai Golkar Nurdin Halid dihubungi wartawan, Kamis (28/9/2017). (Baca juga: Rapat Pleno Golkar Usulkan Setya Novanto Diberhentikan Sementara )
Namun, Nurdin tidak menjelaskan alasan diundurnya rapat pleno DPP Partai Golkar itu. "Ya diundur saja," tuturnya.
Kendati demikian, Nurdin mengaku hingga kini belum sempat bertemu Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto. "Iya rencananya hari ini," katanya.
Sekadar diketahui, alasan rekomendasi pemberhentian sementara Setya Novanto itu agar yang bersangkutan bisa fokus menghadapi persoalan hukum dan kesehatannya.
Pria yang akrab disapa Novanto itu kini sudah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
(dam)