Hakim Praperadilan Setya Novanto Diingatkan untuk Objektif

Rabu, 20 September 2017 - 18:25 WIB
Hakim Praperadilan Setya...
Hakim Praperadilan Setya Novanto Diingatkan untuk Objektif
A A A
JAKARTA - Gugatan praperadilan yang diajukan Ketua DPR Setya Novanto (Setnov) dalam kasus korupsi Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terus mendapat perhatian publik.

Bahkan hakim tunggal praperadilan Setya Novanto ini, Cepi Iskandar diharapkan bisa berlaku adil dan objektif dalam memberi putusannya nanti.

"Pak Cepi Iskandar, sebagai hakim tunggal, keputusannya memengaruhi jalannya sejarah bangsa ini. Mau menuju kemajuan atau ambruknya hukum dan keadilan di negeri ini," kata Koordinator Komunitas Pecinta Keadilan Syahrul M Saleh, di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan (Jaksel), Rabu (20/9/2017).

Syahrul mengungkapkan, bahwa praperadilan Novanto ini penuh rekayasa. Bahkan dia menyebutnya ada barter kepentingan dalam praperadilan Novanto di kasus korupsi e-KTP tersebut.

"Praperadilan Novanto ini penuh rekayasa. Ada barter kepentingan. Jika diterima gugatan Novanto, maka terbebaslah dia dari tuntutan hukum kasus korupsi e-KTP," paparnya.

(Baca juga: Kasus E-KTP, KPK Diminta Telusuri Pihak yang Disebut Hakim)

Sebelumnya, menurut Juru Bicara (Jubir) KPK Febri Diansyah, penyidik dan dokter KPK sudah mendatangi Novanto di RS Premiere Jatinegara Jakarta Timur.

Dokter operator rumah sakit menginformasikan Setya Novanto telah menjalani operasi pemasangan ring pada jantungnya.

"Apakah yang bersangkutan sudah bisa menjalani pemeriksaan? Dokter spesialis jantung yang menangani bersangkutan mengatakan, masih melihat perkembangan pascaoperasi," ujar Febri kepada wartawan di Gedung KPK, Jakarta, Selasa 19 September 2017.

Operasi pemasangan ring berjalan baik. Penyidik KPK melihat Setya Novanto ditempatkan si salah satu ruangan rumah sakit. Setnov terlihat tengah beristirahat tanpa infus dan bantuan pernafasan oksigen.

Dokter rumah sakit beralasan, istirahat (tanpa infus dan oksigen) untuk melihat dampak atau efek pascatindakan medis dan perkembangan kesehatan Setnov.

"Kita lihat perkembangannya besok (Rabu 20/9/2017). Selain itu kita juga masih akan mempelajari keterangan yang disampaikan dokter," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Antrian E KTP Ricuh
Antrian E KTP Ricuh
Meraup Rezeki Lewat...
Meraup Rezeki Lewat Jasa Reparasi KTP
Praswad Nugraha: Paulus...
Praswad Nugraha: Paulus Tannos Ditangkap KPK Singapura jadi Peringatan bagi Para Buron
Ricuh Pengurusan E-KTP
Ricuh Pengurusan E-KTP
KPK Panggil Tannos terkait...
KPK Panggil Tannos terkait Kasus Korupsi E-KTP
KPK Akan Hadirkan Jamdatun...
KPK Akan Hadirkan Jamdatun Kejagung dalam Sidang Paulus Tannos di Singapura
Berita Terkini
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Mashum: NU juga Butuh Tata Krama
DPR Tunggu Hasil Pembahasan...
DPR Tunggu Hasil Pembahasan Tim Perumus Buruh dan Apindo untuk RUU Ciptaker
Dasco Sebut Satgas Mulai...
Dasco Sebut Satgas Mulai Gelar Rapat Antisipasi Gelombang PHK Pekan Depan
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved