Pemerintah Kirim 20 Ton Bantuan untuk Pengungsi Rohingya

Selasa, 19 September 2017 - 15:44 WIB
Pemerintah Kirim 20...
Pemerintah Kirim 20 Ton Bantuan untuk Pengungsi Rohingya
A A A
JAKARTA - Pemerintah Indonesia akan kembali mengirimkan bantuan untuk warga Rohingya yang berada di negara bagian Rakhine, Myanmar. Bantuan kemanusiaan yang sebelumnya dikirimkan ke Bangladesh itu akan diberhentikan sementara.

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Willem Rampangilei mengatakan, ‎penghentian sementara bantuan kemanusiaan ke Bangladesh itu disebabkan menumpuknya bantuan di sana. Sebaliknya, bantuan yang diberikan pemerintah ini akan langsung dikirimkan ke Myanmar.

"Jadi government to government (G to G) bantuan kita arahkan ke Rakhine State (Myanmar)," terang Willem di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Selasa (19/9/2017).

Willem menuturkan, saat ini Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) sedang melobi pemerintah Myanmar untuk mendapat izin pengiriman bantuan. Izin itu diperlukan salah satunya untuk flight clearance pesawat Hercules TNI AU di Myanmar.

"Menurut keterangan kita sudah dapat lampu hijau. Jadi mudah-mudahan dalam satu atau dua hari ini sudah ada izin prinsip dari Myanmar. TNI AU sudah siapkan flight clearance untuk bawa barang bantuan," ujarnya.

Pada persiapan pengiriman ke Myanmar kali ini, pemerintah Indonesia akan memberikan sekira 20 ton bantuan kemanusian. Bantuan itu terdiri dari makanan siap saji, tenda pengungsi, medical treatment, obat-obatan, hingga water treatment atau alat penjernih air.

"Sementara ini yang disiapkan dua pesawat Hercules dengan kapasitas masing-masing 10 ton. Berarti ada 20 ton (bantuan). Apa yang dikirimkan? Tentunya hal yang sangat darurat. Kita kasih sarung juga, ada 7.000 sarung. Kita kirimkan 20 tenda," papar Willem.

Ia melanjutkan, bantuan yang dikirimkan pemerintah telah melalui serangkaian assesment. Sehingga, bantuan itu merupakan barang-barang yang memang dibutuhkan oleh para pengungsi.

Willem menambahkan, bantuan sekira 20 ton yang akan dikirimkan ke Myanmar itu akan diberangkatkan Rabu (20/9/2017) ke pangalan udara Sultan Iskandar Muda, Aceh. Setelah transit di sana, bantuan akan langsung dikirimkan ke Myanmar setelah mendapat izin dari pemerintah pimpinan Aung San Suu Kyi itu.

"Pesawat sudah siap berangkat dari pangkal udara Halim menuju Sultan Iskandar Muda besok pukul 14.00 WIB. Bantuan itu akan (segera dikirim) ke Halim hari ini dan paling lama besok jam 10.00 Wib. Jadi kita akan kirimkan bantuan ke Myanmar, dan untuk sementara bantuan ke Bangladesh tak dikirimkan. Sudah melimpah di sana," pungkas Willem.
(maf)
Berita Terkait
Menlu: PBB Mulai Lakukan...
Menlu: PBB Mulai Lakukan Pendataan Migran Rohingya di Aceh
Pemerintah Diminta Waspadai...
Pemerintah Diminta Waspadai Sindikat Pengungsi Rohingya
Organisasi Rohingnya...
Organisasi Rohingnya Ungkapkan Terima Kasih Atas Penyelamatan Pengungsi di Aceh
24 Pengungsi Rohingya...
24 Pengungsi Rohingya Tenggelam di Malaysia
3 Tahun Berlalu, Pengungsi...
3 Tahun Berlalu, Pengungsi Rohingya Kian Menderita
Bantu Pengungsi Rohingnya...
Bantu Pengungsi Rohingnya di Aceh, Kemlu Koordinasi dengan PBB
Berita Terkini
Polemik Voters Munas...
Polemik Voters Munas HIPMI Mengemuka: BPD DOB Pertanyakan Dasar Pengurangan Hak Suara
Geledah Kantor Wika,...
Geledah Kantor Wika, Kortas Tipikor Polri Sita Dokumen hingga Barbuk Elektronik
Ajukan JC di Kasus Korupsi...
Ajukan JC di Kasus Korupsi MBG, Eks Waka BGN Sony Sonjaya Sebut 26 Nama di BAP
Tiyo Eks Ketua BEM UGM...
Tiyo Eks Ketua BEM UGM Mengaku Ditawari Miliaran Rupiah dari Lembaga Berbintang, Ini Respons TNI
Kejagung Limpahkan 11...
Kejagung Limpahkan 11 Tersangka Kasus POME ke Kejaksaan
Revisi UU Polri Disahkan...
Revisi UU Polri Disahkan Jadi Undang-Undang, Pelayanan Kepolisian Diharapkan Meningkat
Infografis
5 Buah Rendah Gula yang...
5 Buah Rendah Gula yang Aman untuk Diet, Tetap Manis dan Menyegarkan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved