Rawan Korupsi, Mendagri : KPK Fokus di 22 Provinsi dan 360 Pemda

Selasa, 19 September 2017 - 09:57 WIB
Rawan Korupsi, Mendagri...
Rawan Korupsi, Mendagri : KPK Fokus di 22 Provinsi dan 360 Pemda
A A A
SURABAYA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menyikapi operasi tangkap tangan (OTT) Wali Kota Batu Edy Rumpoko. Tjahjo menghormati praduga tak bersalah atas kasus yang menimpa Wali Kota dua periode tersebut.

"Saya mohon Plt. wali kota untuk menyiapkan acara pelantikan wali kota Batu hasil pemilihan serentak. Sesuai undang-undang, pelantikan akan dilaksanakan pada 26 Desember nanti," katanya di Gedung Grahadi, Senin (18/9/2017) malam.

Dalam kesempatan sama, Mendagri juga menyampaikan fokus KPK saat ini ada di 22 provinsi dan 360 pemerintah daerah. Termasuk Jatim, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Sulawesi Selatan, dan Papua yang dimasukkan dalam grup satu.

Fokus area di Jatim pada APBD, lanjutnya, yakni pengadaan barang dan jasa, perijinan berbasis IT, pembuatan AKIP, e-Samsat. "Ini yang menjadi fokus Koordinasi dan Supervisi Pencegahan atau Korsupga KPK dan BPKP di Jatim," jelasnya.

Mendagri juga mengingatkan agar kepala daerah mewaspadai area-area rawan korupsi seperti perencanaan anggaran, dana hibah dan bansos, retribusi dan pajak, serta belanja jasa dan barang.

Sementara itu, Gubernur Jatim Soekarwo menyerahkan Surat Perintah Tugas (SPT) Pelaksana Tugas Wali Kota Batu kepada Wakil Wali Kota Batu H. Punjul Santoso menggantikan Eddy Rumpoko yang terkena operasi tangkap tangan oleh KPK pada 16 September 2017.

Penyerahan SPT dengan Nomor 131/1056/011.2/2017 disaksikan Mendagri Tjahjo Kumolo, di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Senin (18/9) malam.

Sebelum penyerahan SPT dilakukan, Mendagri menyerahkan Surat Mendagri No. 131.35/4269/SJ, tanggal 18 September 2017, perihal penugasan Wakil Wali Kota Batu selaku Pelaksana Tugas Wali Kota Batu kepada Gubernur Jatim.

Dengan berlakunya SPT tersebut, maka Wakil Wali Kota Punjul Santosa menjalankan tugas dan wewenang Wali Kota Batu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, tetap berkoordinasi dengan Wali Kota Batu Eddy Rumpoko selama menjalankan tugas dan wewenang, serta melaporkan hasil pelaksanaan tugasnya kepada Wali Kota Batu.

Pakde Karwo, sapaan Gubernur Jatim, mengajak bupati/wali kota se-Jatim untuk merenungi peristiwa terjadi saat ini. Dia berharap agar setelah Kota Batu tidak ada lagi kasus operasi tangkap tangan (OTT) di Jatim.
(pur)
Berita Terkait
Ditangkap KPK, Ini Tiga...
Ditangkap KPK, Ini Tiga Kontroversi Bupati Penajam Paser Utara
OTT Hanya Dua Kali dalam...
OTT Hanya Dua Kali dalam 6 Bulan, KPK: Penjahatnya Lebih Pintar
Breaking News: KPK Gelar...
Breaking News: KPK Gelar OTT Jakarta dan Bekasi, Pejabat Negara Ditangkap
OTT di Jakarta dan Semarang,...
OTT di Jakarta dan Semarang, KPK Amankan Pejabat Perkeretaapian
Hanya Tangkap 5 Orang,...
Hanya Tangkap 5 Orang, KPK Akui Tak Banyak OTT Sepanjang Semester I 2022
Usai Terjaring OTT KPK,...
Usai Terjaring OTT KPK, Bupati Meranti Segera Diterbangkan ke Jakarta
Berita Terkini
Nanik S Deyang Merapat...
Nanik S Deyang Merapat ke Istana, Mau Lapor Efisiensi Anggaran MBG
Prabowo Bakal Bertemu...
Prabowo Bakal Bertemu JK
MUI Desak Pemerintah-DPR...
MUI Desak Pemerintah-DPR Rumuskan Regulasi Soal LGBT: Harus Lebih Berat dari Perzinaan!
Perkuat Gerak Pelayanan,...
Perkuat Gerak Pelayanan, PKB Jabar Gelar PKBFest
KPK Tetapkan 4 Tersangka...
KPK Tetapkan 4 Tersangka terkait OTT BPK, Salah Satunya Bupati Muara Enim Edison
Mendagri Minta Tambahan,...
Mendagri Minta Tambahan, Total Pagu Anggaran 2027 Rp10 Triliun
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved