TKHI Diminta Sosialisasikan Imbauan Antisipasi Cuaca di Madinah

Rabu, 13 September 2017 - 14:43 WIB
TKHI Diminta Sosialisasikan...
TKHI Diminta Sosialisasikan Imbauan Antisipasi Cuaca di Madinah
A A A
MADINAH - Cuaca di Kota Madinah menjadi hal yang harus diantisipasi jamaah haji gelombang kedua yang mulai berdatangan hari ini dari Kota Mekkah. Jamaah diharapkan tidak menganggap remeh cuaca di Madinah lantaran kondisinya yang berbeda dengan Mekkah.

Karena itu, Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) diimbau melakukan tindakan antisipasi dan pengendalian faktor risiko jamaah haji gelombang kedua. “Khususnya mengantisipasi pengaruh cuaca, faktor kelelahan jamaah, serta faktor risiko penyakit yang sudah diderita,” ujar dr Edi Supriyatna, Kasi Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Madinah, baru-baru ini.

Jamaah harus diberi pemahaman bahwa makan dan minum adalah suatu keharusan. Ditekankan makan itu untuk sehat, bukan untuk kenyang. “Jadi jika tidak makan akan tidak sehat, makan dan minum sebelum beraktivitas. Lalu pastikan kepada jamaah haji harus membawa air minum, semprot air, pakai masker, menggunakan payung saat keluar dari kamarnya,” paparnya.

TKHI diharapkan, meminta bantuan kepada ketua regu (karu) dan ketua rombongan (karom) agar mereka juga ikut membantu mengawasi jamaah agar melaksanakan imbauan tersebut. “Pastikan bagi jamaah risiko tinggi (risti) yang letak pondokannya agak jauh dari Masjid Nabawi terutama di Sektor 1 dan Sektor 4, telah didampingi oleh kepala regu dan rombongannya baik pergi ke masjid maupun pulangnya,” harapnya.

Dia juga meminta karu-karom agar memastikan jamaah haji datang lebih awal datang ke Masjid Nabawi, terutama waktu salat zuhur, ashar serta waktu jumatan. “Ini dilakukan agar jamaah haji tidak mendapat tempat di luar area masjid, bayangkan di bawah payung saja akan berisiko terpapar panas,” imbuh Edi.

TKHI juga wajib berkolaborasi dengan tim kloter, karu serta karom agar secara ketat bisa mengawasi jamaah dan persediaan obat-obatannya. Mereka juga dilarang meninggalkan jamaahnya sendirian di dalam kamar.

Lebih lanjut dikatakan, TKHI dituntut berkoordinasi dengan ketua kloternya untuk meminta kamar khusus untuk melayani jamaah haji. Supaya mereka dapat memberikan pelayanan maksimal. Wajib melakukan pemetaan terhadap jamaah risti sehingga dapat diketahui betul jamaahnya ada di lantai berapa kamarnya.

“Sehingga jika terjadi kondisi darurat dapat segera memberikan bantuan,” pungkasnya.
(kri)
Berita Terkait
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Umrah Berkali-kali Saat...
Umrah Berkali-kali Saat Haji: Dianjurkan atau Tidak?
Waroeng Steak & Shake...
Waroeng Steak & Shake Kembali Berangkatkan Ibadah Umrah Puluhan Karyawannya
Tingkatkan Layanan Haji...
Tingkatkan Layanan Haji dan Umrah, Ashuri Gandeng Mecca Construction
7 Keutamaan Menunaikan...
7 Keutamaan Menunaikan Umrah di Bulan Suci Ramadan
Travel Indonesia dan...
Travel Indonesia dan Arab Saudi Kolaborasi Penuhi Kebutuhan Haji dan Umrah
Berita Terkini
Polri Geledah 13 Lokasi...
Polri Geledah 13 Lokasi Dugaan Korupsi Batu Bara, Istana: Kita Hormati Proses Hukum
Sambut Harlah ke-28,...
Sambut Harlah ke-28, PKB Fasilitasi Beasiswa Jejak Nusantara untuk Siswa Arus Kualan
Menlu dan Ketua MPR...
Menlu dan Ketua MPR Bawa Delegasi PBNU-Muhammadiyah ke Pemakaman Ali Khamenei
Tolak Perang Tarif Pajak,...
Tolak Perang Tarif Pajak, IKPI Usulkan Ini saat RDPU dengan DPR
OTT Bupati Sukoharjo,...
OTT Bupati Sukoharjo, KPK Tangkap Empat Orang Lain Terkait Kasus Pemerasan
Persoalkan Penetapan...
Persoalkan Penetapan Tersangka, Sidang Praperadilan Kedua Roy Suryo Digelar Hari Ini
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved