Demokrat Minta Polri Proses Kasus Viktor Laiskodat

Kamis, 07 September 2017 - 17:01 WIB
Demokrat Minta Polri...
Demokrat Minta Polri Proses Kasus Viktor Laiskodat
A A A
JAKARTA - Partai Demokrat meminta Badan Reserse dan Kriminal (Bareskrim) Polri mengusut kasus dugaan penyebaran ujaran kebencian dan permusuhan yang dilakukan politikus Partai Nasdem Viktor Bungtilu Laiskodat.

Demokrat menyerahkan sepenuhnya proses hukum kasus tersebut kepada Bareskrim Polri.

"Saya pikir kita harapkan tentunya Bareskrim silakan apa memproses suatu yang sudah seharusnya," kata Wakil Ketua Umum Partai Demokrat Syarifuddin Hasan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (7/9/2017).

Dia menegaskan tidak ingin berprasangka terhadap Polri dalam menangani kasus tersebut. "Saya pikir jangan apriori dulu lah, kita positif thinking aja lah," ujar anggota Komisi I DPR ini.

Maka itu, kata dia, pihaknya tidak memiliki niat untuk menyambangi Bareskrim Polri untuk menanyakan perkembangan kasus itu. "Enggak kita enggak akan sampai sejauh sana," tandasnya.

Sekadar informasi, pidato Viktor dalam acara deklarasi calon bupati di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), 1 Agustus 2017 menjadi kontroversi. Pasalnya, Viktor menyebut Partai Gerindra, Demokrat, PAN, PKS mendukung kelompok yang ingin membuat negara ini berbentuk khilafah.

Celakanya, kata Victor, partai-partai pendukung khilafah ada juga di Nusa Tenggara Timur (NTT). Keempat partai itu dikatakan Viktor mendukung ekstremis tumbuh di NTT.

Viktor juga menyebut, pada situasi nasional, keempat partai ini mendukung kaum intoleran. Selain itu, Viktor menyebut di negara khilafah tidak boleh ada perbedaan, semua orang harus salat.

Hal itu terungkap dari video penggalan pidato Viktor di NTT yang tersebar di media sosial. Gerindra, Demokrat, PAN dan PKS pun akhirnya melaporkan Viktor ke Bareskrim Polri.

Tidak hanya ke Bareskrim, PKS dan Demokrat pun melaporkan Viktor ke MKD DPR. Mereka mendesak agar MKD DPR menjatuhi sanksi berat kepada Viktor, berupa pencopotan jabatan anggota DPR.
(dam)
Berita Terkait
Sekolah Jam 5.30 Pagi,...
Sekolah Jam 5.30 Pagi, Surya Paloh Bela Gubernur NTT
Fraksi Nasdem DPR Sayangkan...
Fraksi Nasdem DPR Sayangkan Impor Ilegal Beras ke Sabang di Tengah Surplus Beras Nasional
Nyaleg, Gubernur NTT...
Nyaleg, Gubernur NTT Viktor Laiskodat Mengundurkan Diri
Dikecam Warga, Gubernur...
Dikecam Warga, Gubernur Viktor Laiskodat Dibela Advokat Ini
Politikus Demokrat:...
Politikus Demokrat: SBY Inisiator Demokrat, Prabowo Dirikan Gerindra, Moeldoko?
Politikus Demokrat Minta...
Politikus Demokrat Minta Moeldoko Pandangi Wajah 4 Jenderal Ini
Berita Terkini
2 Wamen Kabinet Prabowo...
2 Wamen Kabinet Prabowo Terjerat Korupsi, Nomor 1 Divonis 4,5 Tahun Penjara
Perang Iran 20266: Ketika...
Perang Iran 20266: Ketika Diplomasi Berbicara dengan Bahasa Rudal
Prabowo akan Menerima...
Prabowo akan Menerima Surat Kepercayaan dari 17 Dubes pada 8 Juni 2026
Said Iqbal soal Sinyal...
Said Iqbal soal Sinyal Masuk Kabinet Prabowo: Kita Tunggu Pengumuman Resmi
3 Pati dan Pamen Dimutasi...
3 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Kortastipidkor, Ada Irjen hingga Kombes Pol
7 Terdakwa Kasus Suap...
7 Terdakwa Kasus Suap Sertifikasi K3 Kemnaker Dihukum 4 hingga 6,5 Tahun Penjara
Infografis
Deretan Nama Perwira...
Deretan Nama Perwira Polisi yang Terseret Kasus Narkoba
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved