Hidayat Nur Wahid Minta KPK Dengarkan Kritik yang Rasional

Minggu, 03 September 2017 - 16:24 WIB
Hidayat Nur Wahid Minta...
Hidayat Nur Wahid Minta KPK Dengarkan Kritik yang Rasional
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS)‎ Hidayat Nur Wahid meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)‎ tidak anti terhadap kritikan. Sebab, pria yang akrab disapa HNW ini mengakui bahwa lembaga antikorupsi itu masih memiliki kelemahan.

Terlebih, kritikan itu untuk membuat kinerja KPK lebih baik.‎ "Ya KPK perlu mendengarkan kritik-kritik yang rasional untuk kemudian menghadirkan kinerja yang lebih bagus," ujar HNW di halaman Kantor Dewan Pengurus Pusat PKS, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Minggu (3/9/2017).

Karena, ‎HNW melihat masih banyak janji KPK yang belum ditunaikan hingga hari ini. Beberapa contohnya janji menuntaskan mega skandal surat keterangan lunas Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), Bailout Bank Century dan Reklamasi Teluk Jakarta.

‎"Hal-hal yang sampai sekarang ini publik masih mempertanyakan dari kelanjutan kasus ini semuanya," tutur wakil ketua MPR ini.

Hal demikian dikatakan HNW menanggapi memanasnya hubungan KPK dengan DPR, pasca hadirnya Direktur Jenderal Penyidikan KPK Brigjen Pol Aris Budiman‎ dalam rapat panitia khusus (Pansus) Hak Angket, Selasa 29 Agustus 2017 malam.

Dalam rapat bersama Pansus, Aris Budiman mengungkapkan bahwa Penyidik Senior KPK Novel Baswedan adalah orang yang memiliki pengaruh di lembaga antikorupsi itu. Aris mengakui, pergantian komisioner KPK‎ tidak berarti.

Kemudian, kehadiran Aris Budiman pun direspons Dewan Pertimbangan Pegawai (DPP) KPK.‎ DPP KPK bakal memutuskan apakah langkah Aris Budiman menghadiri rapat dengan Pansus itu sebagai bentuk pelanggaran atau tidak.

Bahkan, setelah kehadiran Aris Budiman di rapat Pansus, Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan bahwa lembaganya berniat menggunakan pasal menghalangi proses penyidikan dan persidangan (Obstruction of Justice) terhadap Pansus.
(kri)
Berita Terkait
Budi Santoso: Revisi...
Budi Santoso: Revisi UU KPK Berhubungan Erat dengan Hasil Pansus Angket DPR
KPK Gaet 4 Kementerian...
KPK Gaet 4 Kementerian dan KSP Teken Komitmen Pencegahan Korupsi
KPK Kembali Dipimpin...
KPK Kembali Dipimpin oleh Jenderal Polisi
Pegawai KPK Tolak Pelatihan...
Pegawai KPK Tolak Pelatihan Bela Negara di Kemenhan
Ditangkap KPK, Ini Tiga...
Ditangkap KPK, Ini Tiga Kontroversi Bupati Penajam Paser Utara
Hendardi Sebut 5 Pimpinan...
Hendardi Sebut 5 Pimpinan KPK Pilihan DPR Sulit Dapat Kepercayaan Publik
Berita Terkini
Hukum dan Ekonomi: Penopang...
Hukum dan Ekonomi: Penopang Keberhasilan Piala Dunia 2026
Pakar: Penetapan Tersangka...
Pakar: Penetapan Tersangka Febrie Adriansyah Bukti Profesionalisme Kejagung
Febrie Adriansyah Ditahan,...
Febrie Adriansyah Ditahan, Eks Penyidik KPK: Kejagung Tunjukkan Keseriusan
Anis Matta soal Politik...
Anis Matta soal Politik Luar Negeri Bebas Aktif: Jangan Datang kepada Orang Hanya Waktu Kita Punya Masalah
Mohon Perlindungan Presiden,...
Mohon Perlindungan Presiden, Asosiasi Petani Tembakau Tolak Rancangan Pembatasan Kadar Nikotin
Ketua MUI Harap KUII...
Ketua MUI Harap KUII VIII Keluarkan Rekomendasi Tegas Penolakan Praktik LGBT
Infografis
Pau Cubarsi, Pemain...
Pau Cubarsi, Pemain Muda Terbaik Piala Dunia 2026 yang Pernah Main di Solo
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved