Soal Rohingya, Muhammadiyah Desak PBB Hukum Myanmar

Rabu, 30 Agustus 2017 - 09:27 WIB
Soal Rohingya, Muhammadiyah...
Soal Rohingya, Muhammadiyah Desak PBB Hukum Myanmar
A A A
JAKARTA - Aksi kekerasan yang dialami etnis Rohingya di Myanmar dipandang bukan konflik biasa. Melainkan pembantaian yang diduga dilakukan Pemerintah Myanmar melalui kekuatan militernya.

Hal itu dikatakan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Dahnil Anzar Simanjuntak. Dia menganggap dunia internasional seakan tidak bisa berbuat apa-apa terhadap aksi pembantaian tersebut.

"Namun, sekadar bersikap menunjukkan keprihatinan dan empati, menurut saya basa-basi dalam pergaulan diplomasi perdamaian dunia," kata Dahnil dalam keterangan persnya, Rabu (30/8/2017).

Dahnil menuturkan, tahun 2012 yang lalu, dirinya bersama delegasi religion for peace sempat mencoba mediasi dialog dan masuk kamp pengungsian etnis Rohingya, namun tidak bisa.

Menurutnya, sudah lama berbagai mediasi dialog dan lobi terhadap Pemerintah Junta Militer sampai dengan pemerintah hasil pemilu saat ini yang dikendalikan oleh peraih hadiah Nobel Perdamaian Aung San Suu Kyi, dilakukan berbagai komponen, namun selalu gagal.

(Baca juga: Interupsi, PKS Nilai Pembantaian Muslim Rohingya Tak Bisa Ditolerir)

Dia menganggap, perdamaian dan penghentian kekerasan kepada etnis Rohingya, bahkan misi-misi kemanusiaan seperti bantuan logistik dan kesehatan sulit menembus dan mendapat akses.

Sehingga menurutnya, yang paling dibutuhkan saat ini oleh etnis Rohingya yang sedang dihadapkan dengan fakta pembantaian oleh militer Myanmar bukan bantuan logistik dan kesehatan.

Tapi katanya, tekanan politik dari dunia terhadap Pemerintah Myanmar yang sedang melakukan pembantaian. "PBB seharusnya menekan Myanmar secara politik, menghukum mereka. Karena kejahatan kemanusiaan brutal, seolah dunia melegalkan pembantaian," pungkasnya.
(maf)
Berita Terkait
Geopolitik Timteng Berubah,...
Geopolitik Timteng Berubah, Indonesia Konsisten Dukung Palestina Merdeka
Suka Amati Konflik Rusia-Ukraina,...
Suka Amati Konflik Rusia-Ukraina, Ini Jurusan Kuliah yang Cocok untuk Kalian
Indonesia Punya Peran...
Indonesia Punya Peran Penting dalam Diplomasi Internasional
Jokowi Gagas Pertemuan...
Jokowi Gagas Pertemuan Tingkat Tinggi ASEAN Bahas Konflik Berdarah Myanmar
Travel Alliance + Grab...
Travel Alliance + Grab + Trip.com = Kombo Mantap untuk Ngebolang Keliling Asia!
Kisah di Balik Monumen...
Kisah di Balik Monumen Soekarno Rancangan Ridwan Kamil di Aljazair
Berita Terkini
Hery Susanto Diberhentikan...
Hery Susanto Diberhentikan Tidak Hormat dari Ketua Ombudsman, Mensesneg: Nanti Kita Tindak Lanjuti
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Siap Perjuangkan Kepastian Kerja dan Upah Layak
Eks Ketua Ombudsman...
Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Segera Disidang
Usia Pensiun Personel...
Usia Pensiun Personel Polri Tidak Sama, Ini Penjelasan Pemerintah
Perjuangkan Nasib Dokter...
Perjuangkan Nasib Dokter Muda, PDMI Minta Pemerintah Buka Kembali Akses Ujian Kompetensi
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved