Indonesia Dorong Penanganan TPPO dengan Pendekatan HAM

Selasa, 29 Agustus 2017 - 18:31 WIB
Indonesia Dorong Penanganan...
Indonesia Dorong Penanganan TPPO dengan Pendekatan HAM
A A A
YOGYAKARTA - Sejumlah Negara-negara ASEAN berkumpul di Yogyakarta dalam pertemuan lintas sektoral untuk membahas tindak pidana Perdagangan orang (TPPO). Indonesia akan mendorong pemberantasan dengan kerja sama lintas sektoral dan ramah dengan Hak Asasi Manusia (HAM). Ke depan, Yogyakarta dan Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur akan dijadikan pilot project dalam pencegahan, hingga penanganan korban TPPO.

“Kita (Indonesia) mendorong kerja sama lintas sektoral dan lintas batas yang ramah HAM dalam pemberantasan TPPO,” ujar Dinna Wisnu, Wakil Indonesia untuk Komisi Antar pemerintagh Asean tentang HAM (AICHR- ASEAN Intergovernment Commiission on Human Right) di sela pembukaan AICHR di Hyatt Hotel, Yogyakarta, Selasa (29/8/2017).

Pemberantasan dengan pendekatan HAM, kata dia sangat mungkin diwujudkan. Hampir semua negara memiliki komitmen dan kontribusi memberantas TPPO dengan pendekatan ini. Diharapkan melalui pertemuan ini nantinya akan ada masukan dan hasil diskusi untuk dibuat opsi dalam implementasi Konvensi Asean untuk TPPO (ACTIP).

Indonesia, masih menjadi dengan negara kasus TPPO terbesar di ASEAN disusul Filipina dan Thailand. Ini tidak lepas dari jumlah penduduknya yang memang cukup besar. Selain itu penegakan hukum juga maish sangat lemah.

Apalagi kasus yang terjadi di perbatasan akan sulit mewujudkan penanganan hukumnya. Namun dengan pertemuan ini, diharapkan akan memiliki sistem penegakan hukum lintas batas.

Dikatakannya, kawasan ASEAN tidak lagi menjadi tempat transit dan menerima korban. Namun, ASEAN menjadi negara pengirim yang banyak melibatkan pelaku dari kawasan ini sendiri. Bahkan, dalam rekrutmen korban kerap melibatkan pihak yang memiliki kepercayaan tinggi di masyarakat.

“Penegakan hukum telah menjadi celah, makanya semua negara harus bertindak bersama,” tuturnya.

Di Indonesia, kasus TPPO banyak terjadi di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, DIY hingga NTT. Kawasan perbatasan merupakan daerah yang paling rawan. Termasuk daerah yang menjadi tujuan wisata seperti di Yogyakarta.

Untuk itulah nantinya akan dibuat dua kabupaten yang menjadi pilot project dalam pencegahan dan penanganan di Yogyakarta dan Trenggalek. “ASEAN butuh model dan kita pilih Yogyakarta dan Trenggalek,” tutupnya.
(dam)
Berita Terkait
Penangkapan Kawanan...
Penangkapan Kawanan Pelaku TPPO di Banten
Polda Jateng Ungkap...
Polda Jateng Ungkap 28 Kasus TPPO dalam 20 Hari, 29 Pelaku Ditangkap
Ditreskrimum Polda Jateng...
Ditreskrimum Polda Jateng Bongkar Sindikat TPPO di Brebes, Korbannya Puluhan Orang
Polda Jateng Tangkap...
Polda Jateng Tangkap 46 Tersangka TPPO Dalam 2 Pekan, 1.337 Orang Jadi Korban
Gagalkan Perdagangan...
Gagalkan Perdagangan Orang ke Malaysia, Ditpolair Amankan Satu Nahkoda Speed Boat
Kasus Perdagangan Orang...
Kasus Perdagangan Orang ke Luar Negeri Kian Marak
Berita Terkini
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
Alasan Natalius Pigai...
Alasan Natalius Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil
Silmy Karim Cs Ditahan...
Silmy Karim Cs Ditahan KPK, DPR Bakal Minta Penjelasan Kemenimipas
Infografis
Sniper Udara Paling...
'Sniper Udara' Paling Ditakuti Dunia Perkuat Pertahanan Udara Indonesia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved