Penjelasan MUI soal Hukum Mabit di Mina Jadid

Selasa, 29 Agustus 2017 - 15:09 WIB
Penjelasan MUI soal...
Penjelasan MUI soal Hukum Mabit di Mina Jadid
A A A
MEKKAH - Sebagian jamaah haji, termasuk dari Indonesia, akan menempati kawasan yang disebut sebagai Mina Jadid saat menjalani prosesi mabit atau menginap. Hal ini pun menuai kontroversi. Sebagian jamaah ada yang menilai kalau Mina Jadid bukan menjadi bagian dari Mina, sementara sebagian lain menanggapinya berbeda.

Lantas, bagaimana sebenarnya hukum mabit di Mina Jadid? Salah satu Anggota Amirulhaj yang juga Sekretaris Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Dr Asrorun Niam memberikan pandangan.

"Selama ini kita cukup akrab dengan istilah Mina Jadid. Sebenarnya, istilah tepatnya bukan Mina Jadid atau Mina Baru, tetapi perluasan area Mina. Ini diijtihadkan seiring dengan bertambahnya jumlah jamaah haji, sementara area Mina tidak bertambah, mulai dari zaman rasul, hingga kini," paparnya.

Nah, untuk kepentingan menjaga keselamatan, ketertiban dan keamanan, maka Pemerintah Saudi melakukan inisiasi untuk memperluas tempat mabit hingga di luar Mina. Inilah yang kemudian dikenal sebagai Mina Perluasan.

"Posisi Mina Perluasan masih dalam posisi ittishal atau nyambung dengan posisi Mina," ucapnya.

Terhadap masalah ini, sambung Asrorun Niam, para ulama berijtihad. Menurut para ulama, perluasan Mina itu pada hakikatnya mirip perluasan tempat salat. Misalnya pada pelaksanaan salat Jumat.

"Saat masjid penuh, maka pelaksanaan salat Jumat di luar masjid itu dimungkinkan untuk dilakukan. Syaratnya ittishal (menyambung)," tambahnya.

Ditambahkannya, tentu dalam kondisi normal umat tidak boleh salat di jalanan. "Sebagaimana dalam posisi normal, kalau Mina kosong, kita tidak boleh mabit di luar Mina. Akan tetapi karena posisi Mina sudah penuh, untuk menjaga kemashlahatan umum, maka bagi yang tidak memperoleh tempat di Mina, dapat menempati di perluasan Mina," katanya beralasan.
(kri)
Berita Terkait
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Umrah Berkali-kali Saat...
Umrah Berkali-kali Saat Haji: Dianjurkan atau Tidak?
Tingkatkan Layanan Haji...
Tingkatkan Layanan Haji dan Umrah, Ashuri Gandeng Mecca Construction
Waroeng Steak & Shake...
Waroeng Steak & Shake Kembali Berangkatkan Ibadah Umrah Puluhan Karyawannya
Travel Indonesia dan...
Travel Indonesia dan Arab Saudi Kolaborasi Penuhi Kebutuhan Haji dan Umrah
7 Keutamaan Menunaikan...
7 Keutamaan Menunaikan Umrah di Bulan Suci Ramadan
Berita Terkini
KPK: Kenaikan Gaji Kepala...
KPK: Kenaikan Gaji Kepala Daerah Tak Menjamin Bakal Bebas Korupsi
Pengembalian Amplop...
Pengembalian Amplop Raja Juli Tak Hapus Unsur Pidana, KPK Terus Dalami Kasus HPT
Menhut: Presiden Minta...
Menhut: Presiden Minta Kemenhut Bangun Tata Kelola Kehutanan Antikorupsi
Pertajam DIM RUU Pemilu,...
Pertajam DIM RUU Pemilu, DPR Buka Peluang Kunjungi NU, Muhammadiyah, hingga Walubi
Raksasa (yang) Tak Lagi...
Raksasa (yang) Tak Lagi Menakutkan
Roy Suryo Kembali Ajukan...
Roy Suryo Kembali Ajukan Gugatan Praperadilan, Polda Metro Jaya: Tidak Apa-apa
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved