Jamaah Haji Jangan Paksakan Diri Kejar Waktu Afdal
Jum'at, 25 Agustus 2017 - 13:31 WIB
Jamaah Haji Jangan Paksakan Diri Kejar Waktu Afdal
A
A
A
MADINAH - Prosesi haji sudah mendekati fase puncak, yakni rangkaian kegiatan ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armina). Jamaah mulai bersiap diri agar bisa menjalankan ibadah haji sesuai rukun, wajib, dan sunahnya.
Dalam penyelenggaraan ibadah haji itu sendiri dikenal waktu afdal dan waktu afshah. Waktu afdal dipahami sebagai waktu yang utama untuk menjalankan tahapan ibadah haji, sedang afshah adalah waktu yang sah dalam menjalankan tahapan ibadah haji.
"Kami akan berusaha memberi pemahaman kepada jamaah untuk beribadah di waktu yang sah (afshah) dan tidak memaksakan diri di waktu yang utama (afdal) karena berisiko," terang Naib Amirul Hajj Abdul Mu’thi di Kantor Daker Mekkah, Selasa (22/8/2017).
Waktu utama yang dimaksud Mu’thi antara lain, waktu lontar jumrah Aqabah yang dilakukan setelah terbit matahari hingga waktu zhuhur (matahari tergelincir). Mu’thi mengimbau jamaah tidak memaksakan diri melakukan Aqabah pada waktu itu.
Terlebih, Pemerintah Saudi telah menetapkan jadwal dan jam tersebut bukan jadwal jemaah haji Indonesia. "Patuhi schedule (jadwal) yang telah ditetapkan Pemerintah Saudi dan Indonesia," tegasnya.
Sekretaris Umum (Sekum) PP Muhammadiyah ini menilai haji bukanlah tujuan akhir. Ukuran keberhasilan haji tidak pada bagaimana susah payahnya saat menjalani, tapi bagaimana akhlak jamaah pascamenunaikan ibadah haji.
"Keutamaan bisa dirasih saat kembali ke Tanah Suci dengan memperbanyak ibadah dan amalan yang merupakan bagian dari kualifikasi haji yang mabrur," tandasnya.
"Harapan kami, jamaah lebih mengutamakan keabsahan dan keselamatan haji karena itu yang memang harus menjadi bagian prioritas semua jamaah," tutupnya.
Dalam penyelenggaraan ibadah haji itu sendiri dikenal waktu afdal dan waktu afshah. Waktu afdal dipahami sebagai waktu yang utama untuk menjalankan tahapan ibadah haji, sedang afshah adalah waktu yang sah dalam menjalankan tahapan ibadah haji.
"Kami akan berusaha memberi pemahaman kepada jamaah untuk beribadah di waktu yang sah (afshah) dan tidak memaksakan diri di waktu yang utama (afdal) karena berisiko," terang Naib Amirul Hajj Abdul Mu’thi di Kantor Daker Mekkah, Selasa (22/8/2017).
Waktu utama yang dimaksud Mu’thi antara lain, waktu lontar jumrah Aqabah yang dilakukan setelah terbit matahari hingga waktu zhuhur (matahari tergelincir). Mu’thi mengimbau jamaah tidak memaksakan diri melakukan Aqabah pada waktu itu.
Terlebih, Pemerintah Saudi telah menetapkan jadwal dan jam tersebut bukan jadwal jemaah haji Indonesia. "Patuhi schedule (jadwal) yang telah ditetapkan Pemerintah Saudi dan Indonesia," tegasnya.
Sekretaris Umum (Sekum) PP Muhammadiyah ini menilai haji bukanlah tujuan akhir. Ukuran keberhasilan haji tidak pada bagaimana susah payahnya saat menjalani, tapi bagaimana akhlak jamaah pascamenunaikan ibadah haji.
"Keutamaan bisa dirasih saat kembali ke Tanah Suci dengan memperbanyak ibadah dan amalan yang merupakan bagian dari kualifikasi haji yang mabrur," tandasnya.
"Harapan kami, jamaah lebih mengutamakan keabsahan dan keselamatan haji karena itu yang memang harus menjadi bagian prioritas semua jamaah," tutupnya.
(maf)