Sakit Jantung, Paru, dan Diabetes Dominasi Penyakit Jamaah Haji

Kamis, 24 Agustus 2017 - 10:46 WIB
Sakit Jantung, Paru,...
Sakit Jantung, Paru, dan Diabetes Dominasi Penyakit Jamaah Haji
A A A
MEKKAH - Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja Mekkah telah merawat sekitar 350 jamaah, sejak kedatangan jamaah Indonesia gelombang I dari Madinah ke Mekkah pada 5 Agustus sampai kedatangan jamaah gelombang kedua.

Mayoritas pasien yang dirawat karena serangan penyakit jantung, sakit pernapasan dan diebetes mellitus.

"Total sekira 350 pasien dengan riwayat penyakit terbanyak adalah serangan jantung (160 jamaah)," kata Penanggung Jawab Medis KKHI Mekkah, dr Nirwan Satria SpAn saat ditemui di ruang ICU KKHI Mekkah, kemarin.

"Disusul sakit pada paru-paru yang menyebabkan gangguan pernapasan, dan diabetes mellitus. Selama dirawat di KKHI, sekitar 150 pasien sudah sembuh dan bisa kembali ke kloternya," imbuh Nirwan.

Sedangkan pasien yang dirawat di RS Arab Saudi di Mekkah sebanyak 60 orang. "Ada pasien yang sudah membaik di RSAS dikembalikan ke KKHI untuk perawatan lebih lanjut," jelas Nirwan.

Pasien yang dirujuk ke RSAS adalah jamaah yang harus mendapat penanganan khusus, yang tidak bisa dilakukan di KKHI. "Misalnya butuh hasil laboratorium, CT Scan dan sebagainya," ucapnya.

Dia menambahkan, sepekan menjelang safari wukuf, KKHI telah menyusun skenario agar para jamaah yang sakit tetap bisa menjalankan wukuf.

"Pasien yang sudah sehat, dan bisa bergabung dengan rombongan bisa melakukan wukuf sendiri. Tim Preventif dan Promotif akan selalu mengingatkan kepada pasien berisiko tinggi agar mematuhi anjuran dokter, kurangi aktivitas di luar dan banyak minum," paparnya.

Sedangkan pasien yang tidak mungkin menjalankan prosesi haji karena sakit berat akan dibadalkan hajinya. Kemudian, pada saat kepulangan ke Tanah Air, ada pasien yang masih sakit maka bisa dievakuasi dari Mekkah ke Jeddah.

Dalam persiapan prosesi haji di Armina, KKHI Mekkah telah menyiapkan rumah sakit lapangan di Arafah. Sedangkan KKHI Madinah bertanggungjawab pada rumah sakit lapangan di Madinah.

KKHI juga mendirikan 6 pos kesehatan di Arafah. Pasukan yang dikerahkan selain dokter, perawat, tenaga kesehatan, Tim Gerak Cepat dan Tim Promotif dan Preventif juga diterjunkan.
(maf)
Berita Terkait
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Umrah Berkali-kali Saat...
Umrah Berkali-kali Saat Haji: Dianjurkan atau Tidak?
Waroeng Steak & Shake...
Waroeng Steak & Shake Kembali Berangkatkan Ibadah Umrah Puluhan Karyawannya
Tingkatkan Layanan Haji...
Tingkatkan Layanan Haji dan Umrah, Ashuri Gandeng Mecca Construction
Travel Indonesia dan...
Travel Indonesia dan Arab Saudi Kolaborasi Penuhi Kebutuhan Haji dan Umrah
7 Keutamaan Menunaikan...
7 Keutamaan Menunaikan Umrah di Bulan Suci Ramadan
Berita Terkini
Mantan Ketua Ombudsman...
Mantan Ketua Ombudsman Terima Rumah hingga Uang Miliaran di Kasus Korupsi Tambang Nikel
World Giving Report...
World Giving Report 2026: Donasi Global Turun, Indonesia Bertahan di Atas Rata-rata Dunia
Bareskrim Tangkap Kartel...
Bareskrim Tangkap Kartel Narkoba Asal Australia sebelum Terbang dengan Jet Pribadi
Dewan Pers dan Konstituen...
Dewan Pers dan Konstituen Matangkan Usulan Pengaturan Karya Jurnalistik dalam RUU Hak Cipta
Mensesneg Sebut Bakal...
Mensesneg Sebut Bakal Ada Pengurangan Anggaran MBG
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Infografis
Benarkah Minum Kopi...
Benarkah Minum Kopi Bisa Menyembuhkan Penyakit Diabetes?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved