Basarnas Ungkap Kendala Pencarian 10 Tentara AS yang Hilang

Rabu, 23 Agustus 2017 - 09:03 WIB
Basarnas Ungkap Kendala...
Basarnas Ungkap Kendala Pencarian 10 Tentara AS yang Hilang
A A A
BATAM - Hari ketiga Badan SAR Nasional (Basarnas ) Kepri masih melakukan pencarian hilangnya 10 orang tentara Amerika Serikat (AS) setelah tabrakan antara kapal perang AS USS John S Mccain (DDG) 56 dengan MV Alnic MC berbendera Liberia. Basarnas fokus melakukan pencarian di wilayah utara Singapura yang berbatasan langsung dengan wilayah Pulau Bintan, Indonesia.

Kepala Kantor Basarnas Kepri Djunaidi mengungkapkan, kendala pencarian yang dihadapi petugas karena tidak bisa memasuki lokasi kejadian. Penyebabnya, kata dia, sudah masuk wilayah Singapura.

"Fokus pencarian ke wilayah perbatasan utara Singapura daerah perairan Bintan," ungkap Djunaidi di Pelabuhan Basarnas Sekupang, Batam, Rabu (23/8/2017).
Dia menuturkan, untuk masalah cuaca hari ini sangat cerah. Menurutnya khusus Basarnas, pencarian korban dilakukan sebanyak dua kapal, yakni KN SAR Purworejo dan KN SAR Romeo Bravo 209.

Dia menambahkan, pencarian korban turut dibantu oleh unsur-unsur lain. Dia menyeutkan seperti TNI Angkatan Laut (AL), Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), Bea dan Cukai.

"Kesulitan pencarian tidak bisa mendekat ke lokasi kejadian," ucapnya.

Berdasarkan informasi yang diperolehnya, salah satu korban telah ditemukan di perairan Johor, Malaysia, sekitar delapan mil dari lokasi kejadian. Dia menerangkan, jasad korban pada pukul 08.00 waktu setempat akan dievakuasi oleh pihak AS menuju kapal perang AS di Singapura.

"Informasinya hari ini akan dievakuasi dari Malaysia ke kapal perang AS dengan menggunakan hely AS," terangnya.

Dia menambahkan, hingga kini pencarian 10 tentara AS terus dilakukan oleh pihak Malaysia, Singapura, dan Indonesia. Pencarian, lanjut dia dari jarak lima notical mill dari arah timur laut Pulau Pedra Branca yang sudah masuk wilayah Malaysia. Pencarian dilakukan sepanjang 40 mil dengan kecepatan 16 knot.

"Dikhawatirkan korban terkena kapal niaga yang lalu lalang di Selat Singapura, karena kapal sangat ramai," katanya. (Baca: SAR Malaysia Temukan Diduga Korban Tabrakan Kapal Perang AS)

Menurutnya aturan kerja sama SAR antara Malaysia, Singapura, dan Indonesia terkait insiden kecelakaan laut, ketiga negara akan terlibat melakukan pencarian.

"Jika terjadi musibah maka ketiga negara terlibat melakukan pencarian, tapi yang melakukan pencarian difokuskan oleh pemilik wilayah kejadian," tutupnya.
(kur)
Berita Terkait
KSAL Bakal Perkuat Pertahanan...
KSAL Bakal Perkuat Pertahanan Bahari di Wilayah Perbatasan
Tegas! Panglima TNI...
Tegas! Panglima TNI Siapkan Operasi Pasukan di Perbatasan Laut Natuna
Kunjungi Pulau Sebatik,...
Kunjungi Pulau Sebatik, Ini Pesan KSAL Kepada Prajurit Marinir
Pastikan Keamanan Laut...
Pastikan Keamanan Laut Natuna Utara, KRI Disiagakan 24 Jam Setiap Hari
TNI AL Berhasil Gagalkan...
TNI AL Berhasil Gagalkan Penyelundupan TKI Ilegal ke Malaysia
4 Alasan China Menerbitkan...
4 Alasan China Menerbitkan Peta Baru Laut China yang Membuat Marah Negara-Negara Tetangga
Berita Terkini
Viral Surat Edaran Peningkatan...
Viral Surat Edaran Peningkatan Kewaspadaan, Ini Penjelasan Kejagung
Dilaporkan Roy Suryo...
Dilaporkan Roy Suryo ke Polisi, Lechumanan: Saya Kepengin Cepat Diperiksa
Prabowo Kembali Ingatkan...
Prabowo Kembali Ingatkan untuk Hentikan Korupsi, Penyelundupan, Narkoba, hingga Judi
Maruf Cahyono Gunakan...
Maruf Cahyono Gunakan Uang Gratifikasi untuk Renovasi Rumah dan Biayai Resepsi Pernikahan Anak
Yusril Minta Perpres...
Yusril Minta Perpres Pertahanan Negara Dipahami Utuh: Tidak Secara Khusus Berbicara mengenai LBGTQ
Menhut Siapkan Generasi...
Menhut Siapkan Generasi Baru Pemimpin Kehutanan melalui Penguatan SDM
Infografis
Profil Andi Saputra,...
Profil Andi Saputra, Hakim Ad Hoc Tipikor yang Sampaikan Dissenting Opinion Vonis Nadiem
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved