Rumah Sakit Swasta Dituntut Siap Hadapi Era JKN

Selasa, 22 Agustus 2017 - 22:27 WIB
Rumah Sakit Swasta Dituntut...
Rumah Sakit Swasta Dituntut Siap Hadapi Era JKN
A A A
JAKARTA - Ketua Umum Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI), Susi Setiawaty mengatakan, dari total 1.719 rumah sakit swasta, ternyata hanya 1.250 rumah sakit yang sudah bekerja sama dengan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Sementara di sisi lain seluruh rumah sakit swasta wajib ikut BPJS Kesehatan mulai 2019, mendatang. Menjelang 2019, rumah sakit swasta terutama yang tergabung dalam ARSSI terus melakukan persiapan mulai dari sistem maupun sarana medis yang mengikuti aturan Clinical Pathway.

Hal ini dikatakan Susi Setiawaty pada Seminar Nasional IV dan Healthcare Expo III, di Jakarta, Selasa (22/08/2017).

Contoh persiapan sistem, kata dia, yakni adanya standard pelayanan minimal yang bukan hanya disiapkan pihak rumah sakit serta dokternya, tetapi juga harus dilakukan klinik.

Namun saat ini yang menjadi persoalaan ada beberapa hal yang dihadapi RS swasta dalam melayani peserta BPJS Kesehatan atau Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), yakni soal ketersediaan obat yang hingga kini masih banyak yang harus diperbaiki.

Persoalannya, kata dia, pengelola rumah sakit swasta belum menerapkan e-purchasing. Jadi selama selama ini membeli obat lewat manual saja, bukan online.

”Hal seperti inilah yang membuat rumah sakit swasta sering kesulitan obat, Kemudian rumah sakit swasta cari padanan formula di rumah sakit masing-masing," sebutnya.

Masalah lainnya, terkait akreditasi rumah sakit. Semua rumah sakit yang bekerja sama dengan JKN harus terakreditasi. Nah, kewajiban itu diberikan waktu sampai 2021.

Hal yang juga menjadi masalah yakni sumah sakit swasta membiayai semua kebutuhan operasionalnya termasuk ruang ICU yang membutuhkan investasi cukup besar.

Sementara di era JKN, rumah sakit dituntut menambah fasilitas tersebut. "Untuk tempat tidur ICU, ventilator saja sudah ratusan juta," ucapnya.
(dam)
Berita Terkait
Saleh Husin: Kerukunan...
Saleh Husin: Kerukunan Warga Dapat dan Olahraga juga Dapat
Buka Cabang di GDC,...
Buka Cabang di GDC, Satu Dental Ingin Kesehatan Gigi Masyarakat Terjaga
Kondisi Kesehatan Dinilai...
Kondisi Kesehatan Dinilai Sangat Mempengaruhi Kualitas Fokus Otak
Fenomena Bocah Disunat...
Fenomena Bocah Disunat Jin, Begini Penjelasan Ketua IDI Tangsel
Menjaga Kesehatan Masyarakat...
Menjaga Kesehatan Masyarakat Indonesia
Pentingnya Upaya Peningkatan...
Pentingnya Upaya Peningkatan Kualitas Kesehatan Masyarakat
Berita Terkini
Wamenkum: 20 DIM RUU...
Wamenkum: 20 DIM RUU Polri Bakal Dibahas Bareng DPR
2 Pengusaha Divonis...
2 Pengusaha Divonis 1,5 Tahun Penjara, Kuasa Hukum: PT KEM Korban Sistem di Kemnaker
Silmy Karim Jadi Tersangka...
Silmy Karim Jadi Tersangka KPK, Mensesneg: Kita Perang Melawan Korupsi
Pertama Dalam Sejarah,...
Pertama Dalam Sejarah, Kemenag Lantik 15 Perempuan Jadi Kepala KUA
Tak Kaget Dadan dan...
Tak Kaget Dadan dan Silmy Terjerat Kasus Korupsi, Noel: Juni-Juli Banyak Pejabat Ditangkap KPK
ASPEK Indonesia Temui...
ASPEK Indonesia Temui Pimpinan UNI Global Union di Jenewa
Infografis
Jerman akan Gelar Latihan...
Jerman akan Gelar Latihan Militer untuk Hadapi Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved