GP Ansor: Tidak Ada Senjata yang Lebih Tajam Selain Persatuan

Kamis, 17 Agustus 2017 - 16:19 WIB
GP Ansor: Tidak Ada...
GP Ansor: Tidak Ada Senjata yang Lebih Tajam Selain Persatuan
A A A
WONOSOBO - Kemerdekaan Indonesia yang diraih adalah buah dari persatuan, perjuangan seluruh rakyat Indonesia, dari berbagai latar belakang agama, suku, dan etnis. Jika terpecah belah, berjuang sendiri-sendiri, maka Indonesia akan mudah dijajah.

"Sebab itu, ketika kita bersatu, berjuang bersama-sama, kita merdeka. Benar apa yang telah diingatkan kiai kita, KH Wahab Hasbullah bahwa 'Tidak Ada Senjata yang Lebih Tajam dan Lebih Sempurna Lagi Selain Persatuan'," ujar Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas saat memberi amanat di hadapan sekitar 10.000 anggota Ansor dan Banser se-Jawa Tengah dalam acara Apel Kemerdekaan HUT RI ke-72, di Bukit Cinta Seroja, Kabupaten Wonosobo, Kamis (17/8/2017).

Menurut Gus Yaqut, sapaan akrabnya, walaupun bangsa Indonesia berbeda-beda, tapi bangsa ini sejatinya adalah sama. "Ayo kita Gelorakan bahwa kita ini sama, sama Indonesia-nya. Kita Ini sama bahasanya, Bahasa Indonesia. Lagu kebangsaan kita sama, lagu Indonesia Raya, Bendera kita ini sama Merah Putih-nya."

"Karena, kita ini sama terlahir di tanah Indonesia, sama minum air Indonesia, sama menghirup udara Indonesia, dan kita Ini sama akan mati dan dikubur di bumi Indonesia," sambung Gus Yaqut, menggelorakan semangat peserta apel.

Dia melanjutkan, bangsa Indonesia perlu mensyukuri banyak kemajuan-kemajuan yang telah diraih. Namun, sebagaimana diakui sendiri oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam pidatonya kemarin, bahwa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia belum sepenuhnya bisa diwujudkan.

"Kita lihat memang kesenjangan ekonomi masih lebar, buah dari keserakahan dan korupsi di masa lalu hingga saat ini. Jumlah rakyat miskin juga masih banyak, sementara penguasaan aset dan kekayaan hanya beredar di sejumlah kecil orang dan korporasi. Jaminan masyarakat mendapatkan keadilan hukum juga sering terlukai," tandas Gus Yaqut, yang juga Panglima Tertinggi Banser ini.

Dalam kondisi ini, pihaknya menuntut negara bisa mencegah keserakahan dan korupsi terus terjadi. "Kita menuntut negara segera mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia dengan sungguh-sungguh," katanya.

Selain masalah keadilan sosial yang harus segera diwujudkan, dia menilai, saat ini bangsa Indonesia tengah menghadapi ancaman persatuan nasional. Setiap hari masyarakat disodori isu dan ujaran-ujaran yang berusaha memecah belah bangsa. Kiai-kiai disudutkan agar umat tergerus rasa hormatnya pada ulama.

Lebih lanjut kata Gus Yaqut, tradisi lokal juga disesatkan agar masyarakat kehilangan identitas, pemerintah dihujat tiap saat agar rakyat tidak lagi percaya, etnis tertentu dijadikan biang keladi masalah agar sesama anak bangsa saling curiga, serta nasionalisme dan Islam dihadap-hadapkan sehingga rakyat digiring untuk tidak mencintai negerinya sendiri.

Gus Yaqut mengingatkan, bangsa Indonesia wajib bersyukur telah diwarisi Pancasila sebagai kalimatun sawa', konsensus yang mengikat bangsa yang majemuk ini dalam kesamaan tujuan dan cita-cita. Tambah dia, kemajemukan bangsa ini adalah kenyataan. Semua perbedaan adalah sunnatullah.

"Tugas kita sebagai hamba Allah dan kader bangsa adalah mencari persamaan-persamaan dan titik temu agar bisa bekerja sama menghadapi tantangan masa depan dan mampu mewujudkan cita-cita kemerdekaan," tutupnya.
(kri)
Berita Terkait
5 Film Bertema Kebangsaan...
5 Film Bertema Kebangsaan untuk Rayakan HUT ke-78 RI
Twibbon HUT Kemerdekaan...
Twibbon HUT Kemerdekaan RI ke-76 yang Menarik Siap Diunduh
5 Rekomendasi Jajanan...
5 Rekomendasi Jajanan Jadul untuk Rayakan HUT Ke-77 RI
7 Makna Logo HUT ke-77...
7 Makna Logo HUT ke-77 Kemerdekaan RI, Pulih Lebih Cepat, Bangkit Lebih Kuat
Ini Makna Logo HUT ke-76...
Ini Makna Logo HUT ke-76 RI
Inilah Arti dan Makna...
Inilah Arti dan Makna Logo 75 Kemerdekaan RI
Berita Terkini
Presiden Prabowo Terima...
Presiden Prabowo Terima 8 Duta Besar Negara Sahabat di Istana Merdeka
Edukasi Holistik Nikotin...
Edukasi Holistik Nikotin Ungkap Fakta Ini
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
KPK Tahan 2 Tersangka...
KPK Tahan 2 Tersangka Kasus Kuota Haji
HUT ke-80, SPS: Fondasi...
HUT ke-80, SPS: Fondasi Pers Nasional Terletak pada Integritas, Profesionalisme, dan Kepentingan Publik
Delegasi Indonesia Soroti...
Delegasi Indonesia Soroti Kerja Paksa Myanmar dan Krisis Rohingya di Sidang ILO Jenewa
Infografis
10 Bendera Negara Paling...
10 Bendera Negara Paling Unik di Dunia, Ada yang Bergambar Naga
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved