Novel Dicecar 20 Pertanyaan, KPK Harap Polri Punya Progres Pengusutan
Senin, 14 Agustus 2017 - 22:16 WIB
Novel Dicecar 20 Pertanyaan, KPK Harap Polri Punya Progres Pengusutan
A
A
A
JAKARTA - Penyidik Polri akhirnya selesai memeriksa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan terkait kasus penyiraman air keras oleh oknum yang belum terungkap identitasnya.
Dalam penyidikan yang berlangsung di Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura itu, Novel dicecar 20 pertanyaan.
Penyidik meminta Novel menceritakan kronologis sebelum dan sesudah insiden penyiraman air keras 11 April 2017 yang menimpanya.
"Pemeriksaan selesai tepat pukul 17.00 waktu Singapura, "ujar Juru bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan Senin malam, 14 Agustus 2017.
Selama proses pemeriksaan berlangsung Novel didampingi pimpinan KPK Agus Rahardjo.
Selain kunjungan jelang operasi mata kiri Novel, pendampingan itu untuk mengetahui seperti apa pemeriksaan yang dilakukan.
Kemudian juga memastikan sejauh mana pertanyaan yang diajukan terhadap Novel. "Kunjungan itu (pimpinan KPK) terkait persiapan Novel sebelum menjalani operasi,"terang Febri.
Paska pemeriksaan Novel, KPK berharap Polri mendapatkan progres penanganan kasus. Setelah ada analisis lebih lanjut KPK berharap pelaku penyiraman air keras segera bisa ditangkap.
Sementara, jelang operasi pada 17 Agustus 2017 mendatang, KPK berharap Novel bisa segera beristirahat. "Istirahat harus dilakukan mulai besok atau lusa, "pungkasnya.
Novel Baswedan merupakan salah satu penyidik KPK yang diserang orang tak dikenal. Novel tiba tiba disiram air keras. Insiden itu terjadi saat Novel usai menunaikan salat Subuh tidak jauh dari tempat tinggalnya.
Untuk mengungkap pelaku sekaligus memastikan motif penyiraman, polisi sudah memeriksa 52 orang saksi. Namun sejak peristiwa berlangsung 11 April 2017 lalu, polisi belum juga berhasil menangkap pelaku.
Dalam penyidikan yang berlangsung di Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia di Singapura itu, Novel dicecar 20 pertanyaan.
Penyidik meminta Novel menceritakan kronologis sebelum dan sesudah insiden penyiraman air keras 11 April 2017 yang menimpanya.
"Pemeriksaan selesai tepat pukul 17.00 waktu Singapura, "ujar Juru bicara KPK Febri Diansyah kepada wartawan Senin malam, 14 Agustus 2017.
Selama proses pemeriksaan berlangsung Novel didampingi pimpinan KPK Agus Rahardjo.
Selain kunjungan jelang operasi mata kiri Novel, pendampingan itu untuk mengetahui seperti apa pemeriksaan yang dilakukan.
Kemudian juga memastikan sejauh mana pertanyaan yang diajukan terhadap Novel. "Kunjungan itu (pimpinan KPK) terkait persiapan Novel sebelum menjalani operasi,"terang Febri.
Paska pemeriksaan Novel, KPK berharap Polri mendapatkan progres penanganan kasus. Setelah ada analisis lebih lanjut KPK berharap pelaku penyiraman air keras segera bisa ditangkap.
Sementara, jelang operasi pada 17 Agustus 2017 mendatang, KPK berharap Novel bisa segera beristirahat. "Istirahat harus dilakukan mulai besok atau lusa, "pungkasnya.
Novel Baswedan merupakan salah satu penyidik KPK yang diserang orang tak dikenal. Novel tiba tiba disiram air keras. Insiden itu terjadi saat Novel usai menunaikan salat Subuh tidak jauh dari tempat tinggalnya.
Untuk mengungkap pelaku sekaligus memastikan motif penyiraman, polisi sudah memeriksa 52 orang saksi. Namun sejak peristiwa berlangsung 11 April 2017 lalu, polisi belum juga berhasil menangkap pelaku.
(pur)