Sektor Khusus Masjid Nabawi Dibekali 30 Sandal Jepit Per Minggu

Selasa, 08 Agustus 2017 - 19:39 WIB
Sektor Khusus Masjid...
Sektor Khusus Masjid Nabawi Dibekali 30 Sandal Jepit Per Minggu
A A A
MADINAH - Jamaah haji Indonesia yang sudah tiba di Madinah, Arab Saudi sudah mencapai 60.000 orang lebih. Sebagian sudah mulai diberangkatkan ke Mekkah untuk menunaikan ibadah umrah quddum (wajib).

Seiring makin bertambahnya jamaah haji Indonesia yang tiba di Madinah, maka kasus jamaah kesasar makin bertambah saat berada di Kompleks Masjid Nabawi. Setiap hari setidaknya ada 100 kasus jamaah yang kesasar saat akan pulang dari masjid ke pemondokannya.

“Biasanya jamaah yang baru sampai, atau dua tiga hari masih tersesat. Terutama yang sepuh, kebanyakan tidak tahu arah pulang karena tidak tahu pintu gerbang yang dimasuki di pintu awal. Menyimpan sandal di pintu mana, keluar di mana,” ujar Kepala Sektor Khusus Masjid Nabawi, Harun Arrosyid, Senin malam (7/8/2017).

Dia pun tak bosan mengimbau jamaah saat baru datang ke Masjid Nabawi untuk membawa kartu hotel guna membantu petugas mengantar mereka ke pemondokan. Lalu bisa menghapalkan pintu gerbang saat masuk kompleks masjid lantaran itu adalah titik pulang jamaah menuju hotel. “Untuk jamaah sepuh lanjut tolong didampingi,” pintanya.

Jamaah bukan hanya tersasar tapi banyak yang lupa dengan sandalnya. Sampai akhirnya banyak jamaah yang kakinya melepuh lantaran ke luar masjid dengan kaki tanpa alas. “Daker Madinah siapkan 30 sandal per pekan untuk membantu jamaah. Kasihan jamaah yang sandalnya hilang, padahal suhu di Madinah masih sangat panas,” tuturnya.

Menurut letnan kolonel dari TNI AL itu, puncak keberadaan jamaah haji di Masjid Nabawi terjadi pada hari Jumat. Sebab semua jamaah Indonesia ingin melaksanakan salat Jumat di sini. “Baik yang laki atau perempuan dan yang baru datang. Jadi tingkat kepadatannya luar biasa,” imbuhnya.

Sekadar informasi, Seksus Masjid Nabawi terdiri dari 17 anggota. Mereka terbagi atas dua shift dengan empat pos mobile, dan satu pos di Raudhah perempuan guna membantu jamaah di dalam masjid.

“Tiap pos ada dua dan satu anggota. Dengan keterbatasan petugas, maka yang kalau mereka sedang mengantar jamaah posnya tidak ada yang menjaga. Tapi kami berupaya untuk bekerja melindungi jamaah secara maksimal,” tandasnya.
(kri)
Berita Terkait
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Tingkatkan Layanan Haji...
Tingkatkan Layanan Haji dan Umrah, Ashuri Gandeng Mecca Construction
Waroeng Steak & Shake...
Waroeng Steak & Shake Kembali Berangkatkan Ibadah Umrah Puluhan Karyawannya
Umrah Berkali-kali Saat...
Umrah Berkali-kali Saat Haji: Dianjurkan atau Tidak?
Travel Indonesia dan...
Travel Indonesia dan Arab Saudi Kolaborasi Penuhi Kebutuhan Haji dan Umrah
7 Keutamaan Menunaikan...
7 Keutamaan Menunaikan Umrah di Bulan Suci Ramadan
Berita Terkini
Cegah Kasus Korupsi...
Cegah Kasus Korupsi di BGN Terulang, Saut Situmorang Beri Saran Ini ke Nanik Deyang
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Infografis
10 Pasukan Khusus Terganas...
10 Pasukan Khusus Terganas di Dunia, Indonesia Masuk?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved