Dinilai Berisiko Tinggi, Fadli Zon Tolak Investasi Dana Haji untuk Infrastruktur
Senin, 31 Juli 2017 - 14:02 WIB
Dinilai Berisiko Tinggi, Fadli Zon Tolak Investasi Dana Haji untuk Infrastruktur
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua DPR Fadli Zon menolak keinginan pemerintah menginvestasikan dana haji untuk sektor infrastruktur. Sebab, lanjut dia, dana haji adalah dana yang diperuntukkan bagi jamaah haji.
Fadli Zon berpendapat bahwa harus ada kesepakatan antara jamaah haji dengan pemerintah dalam peruntukkan investasi dana haji tersebut. Sehingga, peruntukkan investasi dana haji itu menjadi jelas.
"Kalau diinvestasikan untuk infrastruktur dalam konteks sekarang ini menurut saya tidak tepat," ujar Fadli Zon di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (31/7/2017). Karena, menurut dia, pembangunan infrastruktur saat ini belum berdampak pada ekonomi nasional.
"Dan risikonya tinggi, misalnya membangun jalan apakah kembali uangnya yang diinvestasikan untuk jalan, mungkin agak berbeda kalau misalnya dibangun di Arab Saudi sana misalnya semacam hotel atau apartemen untuk jamaah haji, itu mungkin akan berbeda karena itu peruntukkan untuk jamaah haji," paparnya.
Kemudian, keinginan pemerintah itu dianggapnya tidak menjadi masalah jika ada jaminan dari pasar dan uangnya kembali ke jamaah haji. Namun, lanjut dia, pemerintah saat ini mengalami kekurangan dana untuk pembangunan infrastruktur.
"Maka itu, saya yang termasuk menolak dana haji untuk infrastruktur dalam konteks sekarang," pungkas Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini.
Fadli Zon berpendapat bahwa harus ada kesepakatan antara jamaah haji dengan pemerintah dalam peruntukkan investasi dana haji tersebut. Sehingga, peruntukkan investasi dana haji itu menjadi jelas.
"Kalau diinvestasikan untuk infrastruktur dalam konteks sekarang ini menurut saya tidak tepat," ujar Fadli Zon di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (31/7/2017). Karena, menurut dia, pembangunan infrastruktur saat ini belum berdampak pada ekonomi nasional.
"Dan risikonya tinggi, misalnya membangun jalan apakah kembali uangnya yang diinvestasikan untuk jalan, mungkin agak berbeda kalau misalnya dibangun di Arab Saudi sana misalnya semacam hotel atau apartemen untuk jamaah haji, itu mungkin akan berbeda karena itu peruntukkan untuk jamaah haji," paparnya.
Kemudian, keinginan pemerintah itu dianggapnya tidak menjadi masalah jika ada jaminan dari pasar dan uangnya kembali ke jamaah haji. Namun, lanjut dia, pemerintah saat ini mengalami kekurangan dana untuk pembangunan infrastruktur.
"Maka itu, saya yang termasuk menolak dana haji untuk infrastruktur dalam konteks sekarang," pungkas Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini.
(pur)