Pertemuan Prabowo-SBY Perjelas Peta Politik di Parlemen
Jum'at, 28 Juli 2017 - 13:33 WIB
Pertemuan Prabowo-SBY Perjelas Peta Politik di Parlemen
A
A
A
JAKARTA - Peta koalisi politik di parlemen semakin jelas setelah adanya pertemuan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun peta politik tidak banyak mengalami perubahan.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Hanura, Dadang Rudiana mengatakan, peta politik partai pendukung pemerintah di DPR masih solid tanpa Partai Amanat Nasional (PAN). Hal serupa juga terjadi pada peta politik partai di luar pendukung pemerintah.
"Selama ini sudah terjadi peta politik di parlemen. Pertemuan Pak SBY dan Pak Prabowo hanya memperjelas," ujar Dadang, Jakarta, Jumat (28/7/2017).
Dia mengungkapkan, konfigurasi partai di luar pendukung pemerintah semakin jelas setelah pengesagan Undang-undang Pemilu, beberapa waktu lalu. Dia menyebutkan, saat itu ada empat fraksi politik yang berseberangan dengan pemerintah dan melakukan walk out.
"Dari situ sudah semakin jelas," ungkapnya. (Baca: Demokrat-Gerindra Perkuat Kerja Sama Politik Tanpa Koalisi)
Dia menyambut baik adanya pertemuan antara pucuk pimpinan dua partai. Menurutnya pertemuan elite politik itu bisa membawa suasana politik menjadi lebih tenang.
"Hubungan antara elite dibutuhkan untuk memperkokoh demokrasi," ucapnya.
Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Hanura, Dadang Rudiana mengatakan, peta politik partai pendukung pemerintah di DPR masih solid tanpa Partai Amanat Nasional (PAN). Hal serupa juga terjadi pada peta politik partai di luar pendukung pemerintah.
"Selama ini sudah terjadi peta politik di parlemen. Pertemuan Pak SBY dan Pak Prabowo hanya memperjelas," ujar Dadang, Jakarta, Jumat (28/7/2017).
Dia mengungkapkan, konfigurasi partai di luar pendukung pemerintah semakin jelas setelah pengesagan Undang-undang Pemilu, beberapa waktu lalu. Dia menyebutkan, saat itu ada empat fraksi politik yang berseberangan dengan pemerintah dan melakukan walk out.
"Dari situ sudah semakin jelas," ungkapnya. (Baca: Demokrat-Gerindra Perkuat Kerja Sama Politik Tanpa Koalisi)
Dia menyambut baik adanya pertemuan antara pucuk pimpinan dua partai. Menurutnya pertemuan elite politik itu bisa membawa suasana politik menjadi lebih tenang.
"Hubungan antara elite dibutuhkan untuk memperkokoh demokrasi," ucapnya.
(kur)