DPR Minta Pandangan Pemerintah Soal RUU Anti-Terorisme

Rabu, 26 Juli 2017 - 11:42 WIB
DPR Minta Pandangan...
DPR Minta Pandangan Pemerintah Soal RUU Anti-Terorisme
A A A
JAKARTA - Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme kembali menggelar rapat hari ini. DPR akan meminta pandangan pemerintah mengenai beberapa Pasal dalam RUU Anti-Terorisme itu, salah satunya mengenai penyadapan.

"Lalu kesaksian pakai audio visual," kata Ketua Pansus RUU AntiTerorisme Muhammad Syafii di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/7/2017).

Syafii menjelaskan, di RUU ini belum dibahas detail soal perlindungan bagi penyidik, penuntut umum, hakim, advokat, pelapor, ahli, saksi, dan petugas pemasyarakatan beserta keluarganya dalam perkara tindak pidana terorisme.

"Mereka belum rekonstruksi pasal itu, mereka minta waktu konsinyering (pengumpulan)," imbuhnya.

(Baca juga: Pembahasan RUU Anti-Terorisme Dinilai Kurang Maksimal)


Diketahui, pembahasan RUU Anti-Terorisme ini telah disepakati sejumlah hal yakni, mengenai ketentuan umum subjek hukum terorisme, definisi kekerasan, ancaman Kkekerasan (disesuaikan dengan Pasal 167 R KUHP).

Kemudian definisi pemerintah RI, perwakilan negara asing, organisasi internasional, harta kekayaan, objek vital strategis, fasilitas publik, bahan peledak, jenis tindak pidana terorisme, deradikalisasi, anak pelaku terorisme, hukuman mati, penangkapan, dan penahanan.

Sementara yang belum disepakati atau dipending yakni mencakup judul, konsiderans, dan ancaman pidana dalam RUU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme harus disesuaikan dengan R-KUHP, pencabutan kewarganegaraan, dan penyadapan.

Sedangkan pembahasan yang belum dibahas yakni mengenai hak-hak korban terorisme dan pencegahan. Adapula ketentuan yang luput dari pembahasan, yakni mengenai mekanisme pengawasan selama masa tahanan.
(maf)
Berita Terkait
BREAKING NEWS, Densus...
BREAKING NEWS, Densus 88 Antiteror Tangkap Teroris di Bekasi
Terkait ISIS, Ini Identitas...
Terkait ISIS, Ini Identitas Lengkap Terduga Teroris di Bekasi
BNPT dan LPSK Bahas...
BNPT dan LPSK Bahas PP Perlindungan Korban Terorisme
Pria Australia Didakwa...
Pria Australia Didakwa UU Terorisme karena Serukan Pembunuhan Muslim
Geledah Rumah Terduga...
Geledah Rumah Terduga Teroris di Bekasi, Densus 88 Sita Senjata Api dan Amunisi
Seorang WNI Jadi Orang...
Seorang WNI Jadi Orang Pertama yang Diadili di Bawah UU Terorisme Baru Filipina
Berita Terkini
KontraS Kritik Tuntutan...
KontraS Kritik Tuntutan 2,5 Tahun Penjara untuk Terdakwa Penyiraman Andrie Yunus
Revisi UU Polri, Menteri...
Revisi UU Polri, Menteri Pigai Usulkan Sejumlah Jabatan Utama Bisa Diisi Sipil
Film Pesta Babi Bergeser...
Film Pesta Babi Bergeser dari Kritik Sosial Jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua
KPK Angkut Moge, Mobil...
KPK Angkut Moge, Mobil Mewah, dan Sepeda usai Geledah Rumah Silmy Karim
Ancam 6 Juta Tenaga...
Ancam 6 Juta Tenaga Kerja, Wacana Kemasan Polos Harus Dibatalkan
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved