Kader Muda Golkar Tolak Hasil Pleno DPP Soal Setya Novanto

Rabu, 19 Juli 2017 - 20:33 WIB
Kader Muda Golkar Tolak...
Kader Muda Golkar Tolak Hasil Pleno DPP Soal Setya Novanto
A A A
JAKARTA - Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) menolak hasil rapat pleno DPP Partai Golkar yang menyatakan tidak akan menggelar Musyawarah Nasional Luar Biasa pasca penetapan Setya Novanto sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP).

GMPG meminta Novanto untuk mundur dari kursi Ketua Umum Partai Golkar dan Ketua DPR.

Inisiator GMPG, Ahmad Doli Kurnia menilai keputusan rapat pleno dan dukungan Dewan Pembina dan Dewan Pakar kepada Novanto bersifat pribadi, kelompok, dan tidak memikirkan kepentingan yang lebih besar untuk bangsa dan partai.

Dia menilai keputusan tersebut juga diindikasikan sebagai bentuk perlawanan terhadap pemberantasan korupsi dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Menurut dia, berdasarkan data yang diterima, kepercayaan publik terhadap Golkar semakin menurun karena kasus yang melibatkan Novanto.‎ ( Baca juga: Setya Novanto: Apa yang Dituduhkan, Semuanya Tak Benar! )

Untuk itu, Doli meminta Novanto mengundurkan diri dari Ketua Umum Partai Golkar sekaligus sebagai Ketua DPR. "Agar kedua intitusi tersebut dapat bebas dan tidak terbawa-bawa oleh masalah dan kepentingan pribadi Setya novanto, khususnya dalam menghadapi sangkaan keterlibatannya dalam kasus megaskandal korupsi e-KTP," tutur Doli saat jumpa pers di Senayan, Rabu (19/7/2017).

Atas dasar itu pula, lanjut Doli, pihaknya mengajak semua elemen Partai Golkar, sesepuh, senior dan pimpinan DPP, DPD, dan kader seluruh Indonesia untuk bersama-sama melakukan penyelamatan partai dengan segera melakukan persiapan menuju Munaslub. (Baca juga: Rapat Pleno DPP Golkar Hasilkan Tujuh Keputusan )

Menurut dia, ergantian kepemimpinan Partai Golkar bagian dari dukungan dan kerja konkret dalam upaya mendukung kerja-kerja Pemerintah Jokowi-JK‎ yang juga sekaligus proses kampanye pemenangan Jokowi yang sudah ditetapkan sebagai calon Presiden 2019 oleh Golkar.

"Kami melakukan ini semua, karena kami merasa partai Golkar adalah rumah kami, yang harus juga bisa menjadi rumahnya rakyat Indonesia," tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
Antrian E KTP Ricuh
Antrian E KTP Ricuh
Meraup Rezeki Lewat...
Meraup Rezeki Lewat Jasa Reparasi KTP
Ricuh Pengurusan E-KTP
Ricuh Pengurusan E-KTP
Golkar Sebut Pemilu...
Golkar Sebut Pemilu 2029 Bisa Gunakan Sistem e-Voting asal Prasyarat Ini Dipenuhi
Pembuatan KTP Elektronik...
Pembuatan KTP Elektronik di Rumah Bagi Warga Berkebutuhan Khusus
Kemendagri Permudah...
Kemendagri Permudah Transgender Dapatkan e-KTP
Berita Terkini
Klaim China di Perairan...
Klaim China di Perairan Natuna, Pakar Minta Indonesia Pertahankan Kedaulatan
Angela Tanoesoedibjo...
Angela Tanoesoedibjo Ajak Kader Contoh Kegigihan Timnas Norwegia
Kasus Eks Jampidsus...
Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Pentingnya Menjaga Rasa Keadilan Publik
Febrie Adriansyah Sarapan...
Febrie Adriansyah Sarapan Bareng Tahanan KPK, Pengacara: Lauknya Telur Ceplok dan Bihun
1.404 Orang Lulus IPDN,...
1.404 Orang Lulus IPDN, Tito Dorong Lulusan Ciptakan Kebijakan Berlandaskan Pengetahuan
Kemenhut Realisasikan...
Kemenhut Realisasikan 3,11 Juta Hektare TORA
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved