Blokir Telegram, Pemerintah Sekarang Disebut Rezim Paranoid

Sabtu, 15 Juli 2017 - 19:04 WIB
Blokir Telegram, Pemerintah...
Blokir Telegram, Pemerintah Sekarang Disebut Rezim Paranoid
A A A
JAKARTA - Pemerintah telah memutus akses 11 domain name system (DNS) milik Telegram yang ada di Indonesia. Langkah tersebut tidak berhenti, sebab ke depan media sosial seperti Youtube dan Facebook disebut juga dapat menjadi sasaran pemblokiran apabila tetap ditemukan ada konten hoax dan radikalisme.

Wakil Ketua DPR Fadli Zon saat ditemui di Jakarta, menyebut langkah ini sebagai tindakan ketakutan berlebih (paranoid) pemerintah tanpa didasari logika yang tepat.

"Ini karena paranoid, ini rezim paranoid. Pemerintah logikanya sangat menyedihkan," kata Fadli saat menjadi pembicara diskusi Polemik Sindo Trijaya Radio "Cemas Perppu Ormas", di Warung Daun, Cikini, Jakarta, Sabtu (15/7/2017).

Menurut Fadli Zon, penutupan Telegram yang didasari alasan digunakan untuk penyebaran paham terorisme tidak tepat. Sebab, apabila pemikiran semacam itu yang digunakan maka hal-hal lain yang berkaitan dengan media penyebaran paham yang dianggap menyimpang juga harus dihilangkan.

"Kalau begitu panci juga dilarang dong, karena dipakai oleh teroris," ucap politikus Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) ini.

Fadli berharap, pemerintah bisa lebih bijak dan rasional dalam menyikapi media yang digunakan sebagai tempat penyebaran paham yang dianggap bertentangan tersebut. Sebab bukan medianya menurut dia yang ditutup, melainkan pahamnya yang harus diantisipasi.

"Ini satu kemunduran dalam kepemimpinan nasional kita," tambah Fadli.
(maf)
Berita Terkait
Peran IT dan Media Sosial...
Peran IT dan Media Sosial di Bidang Hukum di Mata Advokat Senior Stefanus Gunawan
Australia Bakal Melarang...
Australia Bakal Melarang Anak di Bawah Umur dari Media Sosial: Minimal 16 Tahun!
Pemerintah Indonesia...
Pemerintah Indonesia Kaji Aturan Batas Usia Medsos, Bye-Bye TikTok untuk Anak di Bawah Umur?
Maksimalkan Beragam...
Maksimalkan Beragam Fitur Sosmed, Brand Mahasiswa ini Tembus Negeri Tetangga
Hadirkan Teknologi Inovatif...
Hadirkan Teknologi Inovatif untuk Pelanggan, Blibli Bersaing secara Global
Teknologi Machine Learning...
Teknologi Machine Learning Bikin Aman dan Nyaman Bersosial Media
Berita Terkini
TNI di Kejaksaan: Antara...
TNI di Kejaksaan: Antara Persepsi Backing, Kepastian Hukum, dan Konsolidasi Negara
Febrie Adriansyah Mundur...
Febrie Adriansyah Mundur dari Jampidsus, Pengamat: Proses Hukum Harus Tetap Berjalan
Dekopin Tegaskan Komitmen...
Dekopin Tegaskan Komitmen Modernisasi Koperasi melalui Estafet Generasi Muda
Sugiono Bertemu Menlu...
Sugiono Bertemu Menlu Iran saat Hadiri Pemakaman Ali Khamenei
Adara Ajak Masyarakat...
Adara Ajak Masyarakat Berkarya untuk Al-Aqsa dan Palestina melalui Art & Craft for Palestine
Pesan Prabowo untuk...
Pesan Prabowo untuk Aparat Negara: Benahi Diri, Rakyat Tidak Ingin Ada Korupsi
Infografis
Harta Kekayaan Ivan...
Harta Kekayaan Ivan Yustiavandana, Kepala PPATK yang Blokir Rekening Nganggur
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved