SMS Ketum Perindo Bukan Ancaman tapi Aspirasi Anak Bangsa
Rabu, 12 Juli 2017 - 17:47 WIB
SMS Ketum Perindo Bukan Ancaman tapi Aspirasi Anak Bangsa
A
A
A
JAKARTA - Setelah mencermati dan menganalisa kalimat pesan singkat atau SMS Ketua Umum (Ketum) Partai Perindo Hary Tanoesoedjo kepada Jaksa Yulianto, Ketua DPC Peradi Kota Padang Sidimpuan Sumatera Utara, Ridwan Rangkuti menilai bukanlah ancaman.
"Lebih tepatnya pesan Hary Tanoe tersebut merupakan suatu pernyataan yang memilki tujuan yang mulia untuk membersihkan negeri ini dari penyalahgunaan kekuasaan dan merupakan suatu aspirasi seorang anak bangsa yang peduli terhadap penegakan hukum di negeri ini," ujar Ridwan kepada Okezone, Rabu (12/7/2017).
Menurut Ridwan, untuk dapat memenuhi unsur tindak pidana pengancaman, harus ada kalimat Hary Tanoe yang mengandung makna akan melakukan kekerasan terhadap seseorang atau Yulianto.
"Misalnya, kalimat akan membunuh atau menghabisi Yulianto, atau memaksa Yulianto untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan hukum atau Tupoksi jaksa," ujarnya.
(Baca juga: Penyelidikan Pengiriman SMS Ketum Perindo Menyalahi KUHAP)
Ridwan pun mensinyalir ada kepentingan yang ingin menurunkan pamor Hary Tanoe sebagai ketua umum Perindo dengan menjeratnya dalam perkasa SMS.
"Lebih tepatnya pesan Hary Tanoe tersebut merupakan suatu pernyataan yang memilki tujuan yang mulia untuk membersihkan negeri ini dari penyalahgunaan kekuasaan dan merupakan suatu aspirasi seorang anak bangsa yang peduli terhadap penegakan hukum di negeri ini," ujar Ridwan kepada Okezone, Rabu (12/7/2017).
Menurut Ridwan, untuk dapat memenuhi unsur tindak pidana pengancaman, harus ada kalimat Hary Tanoe yang mengandung makna akan melakukan kekerasan terhadap seseorang atau Yulianto.
"Misalnya, kalimat akan membunuh atau menghabisi Yulianto, atau memaksa Yulianto untuk melakukan sesuatu atau tidak melakukan sesuatu yang bertentangan dengan hukum atau Tupoksi jaksa," ujarnya.
(Baca juga: Penyelidikan Pengiriman SMS Ketum Perindo Menyalahi KUHAP)
Ridwan pun mensinyalir ada kepentingan yang ingin menurunkan pamor Hary Tanoe sebagai ketua umum Perindo dengan menjeratnya dalam perkasa SMS.
(maf)