Hotman Sebut SMS Hary Tanoe Adalah Aspirasi Bukan Ancaman
Minggu, 09 Juli 2017 - 14:41 WIB
Hotman Sebut SMS Hary Tanoe Adalah Aspirasi Bukan Ancaman
A
A
A
JAKARTA - Kuasa hukum Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo, Hotman Paris Hutapea menyebut SMS yang dikirim kliennya kepada Kepala Subdirektorat Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus Yulianto, bukanlah bahasa ancaman.
Hary Tanoe dinilai memakai bahasa aspirasi yang biasa dipakai politisi. "Bahasa yang dipakai dalam pesan itu adalah bahasa aspirasi. Semua politisi, baik Barack Obama, Donald Trump, gubernur se-Indonesia juga biasa bilang begitu," paparnya saat tampil dalam acara iNews Prime di Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.
Pernyataan Hotman merujuk kepada pesan singkat Hary Tanoe yang mengatakan, "Saya masuk ke politik antara lain salah satu penyebabnya mau memberantas oknum-oknum penegak hukum yang semena-mena, yang transaksional, yang suka abuse of power."
(Baca juga: Kasus SMS HT Dinilai Konspirasi Jahat)
Lanjutan SMS itu yakni, "Catat kata-kata saya di sini, saya pasti jadi pimpinan negeri ini. Di situlah saatnya Indonesia dibersihkan. Kasihan rakyat yang miskin makin banyak, sementara negara lain berkembang dan semakin maju."
Menurut Hotman, SMS Hary Tanoe tersebut adalah pesan idealisme agar hukum berjalan adil. "Itu kan bahasa idealisme khas politisi. Jadi unsur ancaman yang dituduhkan Jaksa Yulianto itu jauh panggang dari api," tandasnya.
Hary Tanoe sendiri berkali-kali menyebut bahwa dirinya tidak mengancam. Hary Tanoe hanya warga biasa yang menyampaikan aspirasinya agar hukum diterapkan secara transparan.
Hary Tanoe dinilai memakai bahasa aspirasi yang biasa dipakai politisi. "Bahasa yang dipakai dalam pesan itu adalah bahasa aspirasi. Semua politisi, baik Barack Obama, Donald Trump, gubernur se-Indonesia juga biasa bilang begitu," paparnya saat tampil dalam acara iNews Prime di Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.
Pernyataan Hotman merujuk kepada pesan singkat Hary Tanoe yang mengatakan, "Saya masuk ke politik antara lain salah satu penyebabnya mau memberantas oknum-oknum penegak hukum yang semena-mena, yang transaksional, yang suka abuse of power."
(Baca juga: Kasus SMS HT Dinilai Konspirasi Jahat)
Lanjutan SMS itu yakni, "Catat kata-kata saya di sini, saya pasti jadi pimpinan negeri ini. Di situlah saatnya Indonesia dibersihkan. Kasihan rakyat yang miskin makin banyak, sementara negara lain berkembang dan semakin maju."
Menurut Hotman, SMS Hary Tanoe tersebut adalah pesan idealisme agar hukum berjalan adil. "Itu kan bahasa idealisme khas politisi. Jadi unsur ancaman yang dituduhkan Jaksa Yulianto itu jauh panggang dari api," tandasnya.
Hary Tanoe sendiri berkali-kali menyebut bahwa dirinya tidak mengancam. Hary Tanoe hanya warga biasa yang menyampaikan aspirasinya agar hukum diterapkan secara transparan.
(maf)