SMS Ketum Perindo Bukan Ancaman, Itu Pesan agar Perbaiki Negara Ini
Senin, 03 Juli 2017 - 13:25 WIB
SMS Ketum Perindo Bukan Ancaman, Itu Pesan agar Perbaiki Negara Ini
A
A
A
JAKARTA - Upaya kriminalisasi terhadap Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Indonesia (Perindo) Hary Tanoesoedibjo (HT), menuai kecaman berbagai pihak.
Ketua Majelis Zikir Al Ijtihad Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Habib Ahmad bin Abdullah bin Jindan mengaku yakin, SMS yang dikirim Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) kepada Jaksa Yulianto, tidak memenuhi unsur ancaman.
Menurut pria yang akrab disapa Habib Jindan ini, pesan HT tersebut dianggap lebih kepada masukan atau seruan kepada penegak hukum agar menjalankan tugasnya secara benar.
"Semua warga mempunyai hak (memberikan masukan). Kalau saya jadi pemimpin di negeri ini akan saya ubah dengan sistem yang bersih, itu pesan yang baik," kata Habib Jindan saat memberikan petisi dukungan kepada HT di DPP Perindo, Menteng, Jakarta, Senin (3/7/2017).
(Baca juga: Rescue Perindo Membubuhkan Tanda Tangan Tolak Kriminalisasi HT)
Menurutnya, pesan SMS yang berbunyi 'kalau saya jadi pemimpin' merupakan bentuk nazar yang boleh dilakukan semua orang untuk mewujudkan keadilan hukum dan sosial.
Sehingga, pesan SMS tersebut tidak tepat jika diartikan sebagai ancaman. Habib Jindan mengatakan, pesan yang disampaikan Hary Tanoe tak ubahnya akan dilakukan dirinya dan para
Mubalig lainnya dalam menyampaikan dakwahnya.
"Setiap warga negara memiliki kewajiban memberantas oknum-oknum yang menyalahi tugasnya," pungkasnya.
Ketua Majelis Zikir Al Ijtihad Partai Persatuan Indonesia (Perindo), Habib Ahmad bin Abdullah bin Jindan mengaku yakin, SMS yang dikirim Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo (HT) kepada Jaksa Yulianto, tidak memenuhi unsur ancaman.
Menurut pria yang akrab disapa Habib Jindan ini, pesan HT tersebut dianggap lebih kepada masukan atau seruan kepada penegak hukum agar menjalankan tugasnya secara benar.
"Semua warga mempunyai hak (memberikan masukan). Kalau saya jadi pemimpin di negeri ini akan saya ubah dengan sistem yang bersih, itu pesan yang baik," kata Habib Jindan saat memberikan petisi dukungan kepada HT di DPP Perindo, Menteng, Jakarta, Senin (3/7/2017).
(Baca juga: Rescue Perindo Membubuhkan Tanda Tangan Tolak Kriminalisasi HT)
Menurutnya, pesan SMS yang berbunyi 'kalau saya jadi pemimpin' merupakan bentuk nazar yang boleh dilakukan semua orang untuk mewujudkan keadilan hukum dan sosial.
Sehingga, pesan SMS tersebut tidak tepat jika diartikan sebagai ancaman. Habib Jindan mengatakan, pesan yang disampaikan Hary Tanoe tak ubahnya akan dilakukan dirinya dan para
Mubalig lainnya dalam menyampaikan dakwahnya.
"Setiap warga negara memiliki kewajiban memberantas oknum-oknum yang menyalahi tugasnya," pungkasnya.
(maf)