PKS Yakin Pertemuan GNPF MUI-Jokowi Berefek Positif

Kamis, 29 Juni 2017 - 21:19 WIB
PKS Yakin Pertemuan...
PKS Yakin Pertemuan GNPF MUI-Jokowi Berefek Positif
A A A
JAKARTA - Pertemuan antara Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan pimpinan Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) saat Lebaran, 25 Juni 2017 diharapkan membawa efek positif bagi suasana kebangsaan pada masa mendatang.

"Inilah berkah Hari Raya Idul Fitri, sesama warga bangsa saling memaafkan, saling silaturahim, apalagi inisiatif itu datang dari pemimpin republik. Saya yakin silaturahmi membawa berkah bagi bangsa ini," kata Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPR, Jazuli Juwaini dalam siaran persnya di Jakarta, Kamis (29/6/2017). (Baca juga: Bachtiar Nasir Beberkan Isi Pertemuan GNPF MUI dengan Jokowi )

Jazuli melihat, silaturahmi merupakan ajaran agama yang sudah menjadi tradisi di Indonesia yang sangat bagus apalagi pada momentum Lebaran.

"Ini kearifan lokal Indonesia yang jarang ditemukan di negara-negara Timur Tengah sekalipun. Pada momen Lebaran ini, anak datang ke orangtua, murid datang ke guru, sesama teman saling bertemu, dan seterusnya," tutur anggota Komisi I DPR ini.

Jazuli juga memberikan apresiasi kepada Presiden yang berkenan menerima GNPF MUI, meski keinginan untuk bertemu dan berdialog dengan Presiden telah lama disampaikan oleh ulama terutama yang tergabung dalam GNPF MUI.

Menurut dia, harus diakui bangsa ini sedang mengalami disharmoni sosial selama beberapa waktu lalu hingga saat ini. Bahkan, Jazuli melihat ada upaya menstigmatisasi aksi-aksi umat Islam sebagai anti-kebinekaan, anti-Pancasila dan anti-NKRI.

"Adapula persepsi kriminalisasi terhadap ulama sejak aksi-aksi tersebut sehingga menimbulkan perasaan kolektif terjadinya ketidakadilan di kalangan umat," tambahnya.

Jazuli berharap, aspirasi ulama tersampaikan dengan baik kepada Presiden. Kemudian, kata dia, Presiden diharapkan dapat menerima aspirasi ulama demi menjaga persatuan dan kesatuan nasional.

Dia berharap Presiden dan jajarannya juga dapat memahami sekaligus menjelaskan posisi pemerintah sehingga bisa meminimalisasi kesalahpahaman.
(dam)
Berita Terkini
Noel Divonis 4,5 Tahun...
Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara, KPK Tidak Ajukan Banding
5 Peristiwa Politik...
5 Peristiwa Politik Pekan Ini: Said Iqbal Jadi Penasihat Presiden, Prabowo Terima JK, hingga Mahasiswa Turun ke Jalan
Kompolnas Diperkuat...
Kompolnas Diperkuat dalam UU Polri Baru, Boni Hargens Yakin Gagasan Restorasi Kapolri Bakal Terwujud
Rieke Diah Pitaloka...
Rieke Diah Pitaloka Dikritik Akademisi: Melihat Dukungan Manajemen Jangan Sempit
Wamenhaj: Transparansi...
Wamenhaj: Transparansi jadi Kunci Berantas Kartel Haji
Menkomdigi Ajak Generasi...
Menkomdigi Ajak Generasi Muda Jadi Duta Internet Sehat dan Lawan Kejahatan Digital
Infografis
8 Menteri Era Jokowi...
8 Menteri Era Jokowi yang Terjerat Kasus Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved