Pengurus DPD Perindo Kobar Galang Petisi Dukung Hary Tanoesoedibjo

Rabu, 28 Juni 2017 - 11:34 WIB
Pengurus DPD Perindo...
Pengurus DPD Perindo Kobar Galang Petisi Dukung Hary Tanoesoedibjo
A A A
KOTAWARINGIN BARAT - Untuk memberikan dukungan dan menolak kriminalisasi terhadap Ketua Umum Perindo Hary Tanoesoedibjo, DPD Kotawaringin Barat (Kobar), Kalteng melalui pengurus, kader, simpatisan dan organisasi sayap secara bersama-sama mengalang petisi. Petisi tersebut diisi secara online melalui website https://www.petisionline.net/bersatu_dukung_hary_tanoesoedibjo.

"Hanya ini yang bisa kita lakukan untuk turut serta mendukung Ketum Perindo Pak HT. Seluruh pendukung Perindo kita imbau untuk mengisi petisi tersebut," ujar Ketua DPD Perindo Kobar, Hendra Gunawan di kantornya, Kotawaringin Barat, Rabu (28/6/2017).

Sementara itu, pengurus DPD Perindo Kobar Dewi Puspa Wardhani mengatakan, penetapan Ketua Umum Partai Perindo Hary Tanoesoedibjo sebagai tersangka, menyusul SMS-nya ke Jaksa Yulianto sebagai bentuk kesewenangan-wenangan aparat penegak hukum.

"Banyak yang menilai isi SMS Hary Tanoe tersebut sama sekali tidak bernada ancaman, melainkan sebuah pesan terhadap cita-cita agar penegakan hukum di Indonesia lebih baik lagi," ujar Dewi dengan nada marah.

Berikut isi SMS Hary Tanoesoedibjo ke Jaksa Yulianto:

"Mas Yulianto, kita buktikan siapa yang salah dan siapa yang benar. Siapa yang profesional dan siapa yang preman. Anda harus ingat kekuasaan itu tidak akan langgeng. Saya masuk ke politik antara lain salah satu penyebabnya mau memberantas oknum-oknum penegak hukum yang semena-mena, yang transaksional yang suka abuse of power. Catat kata-kata saya di sini, saya pasti jadi pimpinan negeri ini. Di situlah saatnya Indonesia dibersihkan."

Ahli bahasa dari Universitas Indonesia Rahayu Surtiati Hidayat menganalisis isi pesan pendek atau SMS yang dikirim Hary Tanoe kepada Jaksa Yulianto. Kesimpulannya, Hary Tanoe hanya berniat membersihkan Indonesia dari oknum-oknum pejabat yang menyalahgunakan kekuasaan apabila ia memimpin negeri.

Ketua bidang Advokasi DPP Partai Gerindra Habiburokhman justru mempertanyakan pemahaman Jaksa Yulianto terhadap isi SMS yang dikirimkan oleh Hary Tanoe. Kuat dugaan, isi SMS tersebut malah membuatnya khawatir, karena akan ada yang membuka tabir keburukan oknum penegak hukum.

"Justru perlu dipertanyakan ke Yulianto mengapa dia merasa terancam dengan SMS tersebut. Apakah dia takut kalau perilaku oknum-oknum penegak hukum yang semena-mena yang transaksional, yang suka abuse of power diberantas?" tuturnya.
(kri)
Berita Terkait
Polisi Lakukan Olah...
Polisi Lakukan Olah TKP Kebakaran Gedung Kejaksaan Agung
Senator Dorong Kewenangan...
Senator Dorong Kewenangan Kejaksaan Diperkuat
Gedung Kejaksaan Agung...
Gedung Kejaksaan Agung Terbakar
Mengenal Perbedaan Mahkamah...
Mengenal Perbedaan Mahkamah Agung dan Kejaksaan Agung
Profil Rudi Margono...
Profil Rudi Margono yang Ditunjuk Jadi Plt Jampidsus Gantikan Febrie Adriansyah
Kejaksaan Agung Usulkan...
Kejaksaan Agung Usulkan Tambahan Anggaran Rp15,5 triliun
Berita Terkini
Prabowo, Jokowi, SBY...
Prabowo, Jokowi, SBY Kompak Hadiri Pernikahan Putra Boy Thohir
Hasto Singgung Febrie...
Hasto Singgung Febrie Tak Diborgol: Peringatkan Bahaya Ketidakadilan Hukum
Hari Mangrove Sedunia,...
Hari Mangrove Sedunia, Pemerintah dan APHI Dorong Pengelolaan Berkelanjutan
Prabowo Bentuk 7 Kejari...
Prabowo Bentuk 7 Kejari Baru Lewat Perpres 40 Tahun 2026, Raja Ampat hingga Pangandaran Masuk Daftar
Indonesia Dorong Dewan...
Indonesia Dorong Dewan Keamanan PBB Perkuat Pencegahan Konflik-ASEAN dan Jadi Mitra Perdamaian
Penanganan Kasus Febrie...
Penanganan Kasus Febrie Momentum Penegakan Hukum Tanpa Tebang Pilih
Infografis
Arab Saudi Tegas Dukung...
Arab Saudi Tegas Dukung Pendirian Negara Palestina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved