Tak Punya Saluran Komunikasi, GNPF MUI Bersyukur Diterima Presiden
Selasa, 27 Juni 2017 - 16:24 WIB
Tak Punya Saluran Komunikasi, GNPF MUI Bersyukur Diterima Presiden
A
A
A
JAKARTA - Ketua Gerakan Nasional Pembela Fatwa Majelis Ulama Indonesia (GNPF MUI) Bachtiar Nasir mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang telah bersedia berkomunikasi dengan Tim 7 GNPF MUI terkait status hukum sejumlah ulama dan aktivis Islam.
Bachtiar mengatakan, selama ini pihaknya tidak memiliki saluran komunikasi resmi dengan penguasa. Karenanya, pertemuan dengan Presiden Jokowi yang memanfaatkan momentum Hari Raya Idul Fitri ini patut disyukuri.
"Kami bertemu menko polhukam, yang siap menjadi saluran aspirasi GNPF karena selama ini GNPF tidak punya saluran aspirasi yang jelas, semua menggantung," ujar Bachtiar dalam sebuah konferensi pers di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (27/6/2017).
Dalam pertemuan tertutup itu, Presiden Jokowi didampingi Menko Polhukam Wiranto, Mensesneg Pratikno dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Pertemuan ini merupakan kelanjutan pertemuan sebelumnya antara GNPF MUI dengan pemerintah yang diwakili Menko Polhukam Wiranto dan Wapres Jusuf Kalla dalam seminggu ini.
Meski selama ini merasa tak memiliki saluran komunikasi dengan penguasa, Bachtiar mengatakan pertemuan antara GNPF MUI dengan Presiden Jokwoi pada hari Minggu lalu menyangkut kepentingan kedua belah pihak. Pasalnya, ada isu krusial terkait masalah hukum dan kebangsaan yang dibicarakan dalam pertemuan itu.
"Tentu presiden adalah simbol negara yang harus dihormati, karena itu kami berterima kasih bahwa presiden telah menerima kami pada kesempatan berharga itu untuk berkomunikasi langsung dan menerima aspirasi kami," kata Bachtiar.
Bachtiar mengatakan, selama ini pihaknya tidak memiliki saluran komunikasi resmi dengan penguasa. Karenanya, pertemuan dengan Presiden Jokowi yang memanfaatkan momentum Hari Raya Idul Fitri ini patut disyukuri.
"Kami bertemu menko polhukam, yang siap menjadi saluran aspirasi GNPF karena selama ini GNPF tidak punya saluran aspirasi yang jelas, semua menggantung," ujar Bachtiar dalam sebuah konferensi pers di bilangan Tebet, Jakarta Selatan, Selasa (27/6/2017).
Dalam pertemuan tertutup itu, Presiden Jokowi didampingi Menko Polhukam Wiranto, Mensesneg Pratikno dan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Pertemuan ini merupakan kelanjutan pertemuan sebelumnya antara GNPF MUI dengan pemerintah yang diwakili Menko Polhukam Wiranto dan Wapres Jusuf Kalla dalam seminggu ini.
Meski selama ini merasa tak memiliki saluran komunikasi dengan penguasa, Bachtiar mengatakan pertemuan antara GNPF MUI dengan Presiden Jokwoi pada hari Minggu lalu menyangkut kepentingan kedua belah pihak. Pasalnya, ada isu krusial terkait masalah hukum dan kebangsaan yang dibicarakan dalam pertemuan itu.
"Tentu presiden adalah simbol negara yang harus dihormati, karena itu kami berterima kasih bahwa presiden telah menerima kami pada kesempatan berharga itu untuk berkomunikasi langsung dan menerima aspirasi kami," kata Bachtiar.
(kri)