Terkait SMS HT, Desmond Minta Polisi dan Kejaksaan Tak Main Politik
Minggu, 18 Juni 2017 - 18:42 WIB
Terkait SMS HT, Desmond Minta Polisi dan Kejaksaan Tak Main Politik
A
A
A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi III DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra Desmond J Mahesa meminta kejaksaan dan kepolisian profesional dalam menangani suatu kasus. Baru-baru ini, Jaksa Agung Muhammad Prasetyo mengeluarkan pernyataan bahwa Chairman & CEO MNC Group Hary Tanoesoedibjo telah berstatus tersangka atas kasus SMS ke Jaksa Yulianto yang dinilainya bernada ancaman.
Polisi sendiri membantah status tersangka tersebut. Sebab, kasus yang ditangani Bareskrim tersebut masih dalam penyelidikan, bukan penyidikan.
"Saya mengharapkan polisi harus profesional menegakkan hukum, jangan kesannya kejaksaan dan kepolisian bermain-main politik," ujar Desmond, Minggu (18/6/2017).
Pernyataan Desmond ini tentunya sangat beralasan. Sebab, kasus SMS tersebut dinilainya sangat politis. Kasus ini sendiri berawal dari Kejaksaan Agung (Kejagung) mengusut restitusi pajak Mobile 8. Bahkan, lanjut Demond, Komisi III DPR RI sudah memanggil Dirjen Pajak, dan mereka menyatakan tidak ada pelanggaran perpajakan yang dilakukan HT.
"Kita pernah bikin panja kasus penggelapan pajak yang dituduhkan Kejaksaan Agung ini. Dirjen Pajak menyatakan tidak ada pelanggaran perpajakan yang dilakukan Pak Hary Tanoe. Itulah yang membuat tuduhan Kejaksaan Agung berkaitan dengan pajak Moblile 8 itu tidak jalan."
"Dalam proses itu Pak Hary Tanoe mengirim SMS kepada jaksa. Nah, harusnya ranah-ranah ini kan tidak masuk akal SMS itu disebut ancaman. Pernyataan kalau saya bikin partai untuk bersih-bersih. Tidak ada ancaman saya melihatnya di situ, dan ini dilaporkan oleh jaksa kepada polisi," sambung dia.
Karena itu, Desmond menilai laporan Jaksa Yulianto kepada polisi ini kental nuansa politik. "Ada apa dengan kejaksaan memainkan kekuasaan politik plus jaksa agung bikin statement Pak Hary Tanoe tersangka? Berarti ini diduga ada order. Kalau bicara tentang Jaksa Agung ini ada apa? Ini kental sekali masalah politiknya," jelas dia.
Sehingga, Desmond menyimpulkan kasus SMS yang sekarang ditangani polisi ini sangat terlihat ada unsur pesanannya. "Ada dua pesanan: satu, apakah ini berkaitan masalah media; atau (kedua) berkaitan dengan dukungan Hary Tanoe ke Anies-Sandi yang lalu. Jadi, ketidaksukaan akan blocking-blocking politik kekuasaan menyerang Hary Tanoe saya melihatnya di situ," ungkapnya.
Desmond pun mengimbau kembali agar lembaga kejaksaan dan kepolisian profesional dalam melaksanakan pekerjaannya. "Jadi ini ada pesanan kesan saya. Saya mengharapkan polisi harus profesional menegakkan hukum, jangan kesannya kejaksaan dan kepolisian bermain-main politik gitu lho ini yang harus kita lihat," tukasnya.
Polisi sendiri membantah status tersangka tersebut. Sebab, kasus yang ditangani Bareskrim tersebut masih dalam penyelidikan, bukan penyidikan.
"Saya mengharapkan polisi harus profesional menegakkan hukum, jangan kesannya kejaksaan dan kepolisian bermain-main politik," ujar Desmond, Minggu (18/6/2017).
Pernyataan Desmond ini tentunya sangat beralasan. Sebab, kasus SMS tersebut dinilainya sangat politis. Kasus ini sendiri berawal dari Kejaksaan Agung (Kejagung) mengusut restitusi pajak Mobile 8. Bahkan, lanjut Demond, Komisi III DPR RI sudah memanggil Dirjen Pajak, dan mereka menyatakan tidak ada pelanggaran perpajakan yang dilakukan HT.
"Kita pernah bikin panja kasus penggelapan pajak yang dituduhkan Kejaksaan Agung ini. Dirjen Pajak menyatakan tidak ada pelanggaran perpajakan yang dilakukan Pak Hary Tanoe. Itulah yang membuat tuduhan Kejaksaan Agung berkaitan dengan pajak Moblile 8 itu tidak jalan."
"Dalam proses itu Pak Hary Tanoe mengirim SMS kepada jaksa. Nah, harusnya ranah-ranah ini kan tidak masuk akal SMS itu disebut ancaman. Pernyataan kalau saya bikin partai untuk bersih-bersih. Tidak ada ancaman saya melihatnya di situ, dan ini dilaporkan oleh jaksa kepada polisi," sambung dia.
Karena itu, Desmond menilai laporan Jaksa Yulianto kepada polisi ini kental nuansa politik. "Ada apa dengan kejaksaan memainkan kekuasaan politik plus jaksa agung bikin statement Pak Hary Tanoe tersangka? Berarti ini diduga ada order. Kalau bicara tentang Jaksa Agung ini ada apa? Ini kental sekali masalah politiknya," jelas dia.
Sehingga, Desmond menyimpulkan kasus SMS yang sekarang ditangani polisi ini sangat terlihat ada unsur pesanannya. "Ada dua pesanan: satu, apakah ini berkaitan masalah media; atau (kedua) berkaitan dengan dukungan Hary Tanoe ke Anies-Sandi yang lalu. Jadi, ketidaksukaan akan blocking-blocking politik kekuasaan menyerang Hary Tanoe saya melihatnya di situ," ungkapnya.
Desmond pun mengimbau kembali agar lembaga kejaksaan dan kepolisian profesional dalam melaksanakan pekerjaannya. "Jadi ini ada pesanan kesan saya. Saya mengharapkan polisi harus profesional menegakkan hukum, jangan kesannya kejaksaan dan kepolisian bermain-main politik gitu lho ini yang harus kita lihat," tukasnya.
(kri)