Densus Ciduk Sepasang Suami Istri Terduga Teroris di Gunungkidul
Rabu, 07 Juni 2017 - 10:07 WIB
Densus Ciduk Sepasang Suami Istri Terduga Teroris di Gunungkidul
A
A
A
GUNUNGKIDUL - Para warga di Dusun Jeruk, Desa Kepek Wonosari kemarin gempar. Sepasang suami istri berinisial RS, ditangkap oleh Densus 88 Antiteror di rumahnya Rt04/RW 01, siang kemarin.
Tidak banyak warga yang mengetahui 20 personel Densus datang lengkap dengan senjata tersebut. Hanya saja sore harinya berita ini membikin heboh warga.
Kepala Desa Kepek Bambang Setiyawan mengungkapkan, pihaknya pun kaget dengan penangkapan warganya yang belum lama puang dari Tegal, Jawa Tengah tersebut. Keseharianya juga tidak menunjukkan tanda-tanda mencurigakan.
"Terus terang ini mengagetkan, karena tiap hari ya biasa bercengkerama dengan anaknya. Apalagi depan rumah juga ada PAUD," ungkapnya kepada wartawan, Selasa 6 Juni 2017.
Diapun tidak mengetahui secara persis alasan penangkapan tersebut. Namun demikian dari keterangan beberapa warga penangkapan dilakukan Densus 88 Antiteror.
Sementara salah satu kakak RS, Eko Budiharyanto mengatakan, pihaknya tidak menerima surat apapun atas penangkapan adiknya. Namun demikian, petugas mengatakan akan melepas RS apabila tidak terbukti bersalah dalam 7 hingga 8 hari ke depan.
"Dalam penangkapan juga tidak ada barang yang dibawa kecxuali adik saya," lanjutnya.
Eko pun hingga saat ini belum mengetahui secara pasti penangkapan adiknya ini terkait bom yang mana. Saat dilakukan penangkapan RS sedang berada di luar rumah. RS ditangkap di jalan dan dibawa ke rumah untuk penggeledahan.
Selama ini, lanjut Eko, tidak ada perbedaan dari perilaku adiknya tersebut. Sejak tahun 2008 dia hidup di Tegal, Jawa Tengah. Komunikasi dengan pihak keluarga juga sering dilakukan melalui telepon dan sering pulang ke Gunungkidul.
Hanya saja, pihak keluarga tidak mengetahui kegiatan yang dilakukan, RS dan keluarganya di Tegal. "Katanya sih ngurus musik dan jualan kelontong, makanya kami kaget saat ditangkap tadi siang," lanjut Eko.
Kasubag Humas Polres Gunungkidul Iptu Ngadino membenarkan penangkapan warga Jeruk tersebut. Hanya saja, pihaknya tidak bisa memberikan keterangan lebih lanjut. "Rilis akan dilakukan Polda DIY besok," katanya.
Tidak banyak warga yang mengetahui 20 personel Densus datang lengkap dengan senjata tersebut. Hanya saja sore harinya berita ini membikin heboh warga.
Kepala Desa Kepek Bambang Setiyawan mengungkapkan, pihaknya pun kaget dengan penangkapan warganya yang belum lama puang dari Tegal, Jawa Tengah tersebut. Keseharianya juga tidak menunjukkan tanda-tanda mencurigakan.
"Terus terang ini mengagetkan, karena tiap hari ya biasa bercengkerama dengan anaknya. Apalagi depan rumah juga ada PAUD," ungkapnya kepada wartawan, Selasa 6 Juni 2017.
Diapun tidak mengetahui secara persis alasan penangkapan tersebut. Namun demikian dari keterangan beberapa warga penangkapan dilakukan Densus 88 Antiteror.
Sementara salah satu kakak RS, Eko Budiharyanto mengatakan, pihaknya tidak menerima surat apapun atas penangkapan adiknya. Namun demikian, petugas mengatakan akan melepas RS apabila tidak terbukti bersalah dalam 7 hingga 8 hari ke depan.
"Dalam penangkapan juga tidak ada barang yang dibawa kecxuali adik saya," lanjutnya.
Eko pun hingga saat ini belum mengetahui secara pasti penangkapan adiknya ini terkait bom yang mana. Saat dilakukan penangkapan RS sedang berada di luar rumah. RS ditangkap di jalan dan dibawa ke rumah untuk penggeledahan.
Selama ini, lanjut Eko, tidak ada perbedaan dari perilaku adiknya tersebut. Sejak tahun 2008 dia hidup di Tegal, Jawa Tengah. Komunikasi dengan pihak keluarga juga sering dilakukan melalui telepon dan sering pulang ke Gunungkidul.
Hanya saja, pihak keluarga tidak mengetahui kegiatan yang dilakukan, RS dan keluarganya di Tegal. "Katanya sih ngurus musik dan jualan kelontong, makanya kami kaget saat ditangkap tadi siang," lanjut Eko.
Kasubag Humas Polres Gunungkidul Iptu Ngadino membenarkan penangkapan warga Jeruk tersebut. Hanya saja, pihaknya tidak bisa memberikan keterangan lebih lanjut. "Rilis akan dilakukan Polda DIY besok," katanya.
(kri)