Tangkal Terorisme dengan Pemahaman Pancasila dan Ramadan
Selasa, 06 Juni 2017 - 22:43 WIB
Tangkal Terorisme dengan Pemahaman Pancasila dan Ramadan
A
A
A
JAKARTA - Bangsa Indonesia harus memperkuat pemahaman nilai Pancasila dan Ramadan yang diajarkan Islam. Khususnya untuk mencegah nilai-nilai agama yang diselewengkan oleh kelompok radikal.
Kolaborasi nilai-nilai Pancasila dan bulan Ramadan sangat dahsyat untuk memerangi paham terorisme. Atasa dasar itu langkah pemerintah mencanangkan Pekan Pancasila yang kebetulan jatuh bersamaan di bulan Ramadan dinilai tepat untuk kembali memperkuat nilai kebangsaan dan keagamaan.
"Bulan Ramadan ini menjadi momentum terbaik untuk kembali mengingatkan anak bangsa tentang kekuatan nilai Pancasila dalam menyatukan berbagai keragaman yang ada di Indonesia," ujar Kriminolog dari Universitas Indonesia (UI) Mohammad Kemal Dermawan dalam siaran pers yang diterima SINDOnews dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Selasa (6/6/2017).
Dia menuturkan, dari unsur agama, kiai, ulama, dan guru agama harus terus menebarkan pesan damai. Dia menambahkan, aparat penegak hukum juga harus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar mereka tahu mana yang berpihak ke hukum atau tidak. (Baca: DPR Minta Pemerintah Tak Sepelekan Seruan Minahasa Merdeka)
“Padahal pendapatnya tidak sembarang pendapat yang harus dilindungi," tuturnya.
Kolaborasi nilai-nilai Pancasila dan bulan Ramadan sangat dahsyat untuk memerangi paham terorisme. Atasa dasar itu langkah pemerintah mencanangkan Pekan Pancasila yang kebetulan jatuh bersamaan di bulan Ramadan dinilai tepat untuk kembali memperkuat nilai kebangsaan dan keagamaan.
"Bulan Ramadan ini menjadi momentum terbaik untuk kembali mengingatkan anak bangsa tentang kekuatan nilai Pancasila dalam menyatukan berbagai keragaman yang ada di Indonesia," ujar Kriminolog dari Universitas Indonesia (UI) Mohammad Kemal Dermawan dalam siaran pers yang diterima SINDOnews dari Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Selasa (6/6/2017).
Dia menuturkan, dari unsur agama, kiai, ulama, dan guru agama harus terus menebarkan pesan damai. Dia menambahkan, aparat penegak hukum juga harus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar mereka tahu mana yang berpihak ke hukum atau tidak. (Baca: DPR Minta Pemerintah Tak Sepelekan Seruan Minahasa Merdeka)
“Padahal pendapatnya tidak sembarang pendapat yang harus dilindungi," tuturnya.
(kur)