Panglima TNI Ajak Masyarakat Amalkan Demokrasi Pancasila

Senin, 05 Juni 2017 - 07:49 WIB
Panglima TNI Ajak Masyarakat...
Panglima TNI Ajak Masyarakat Amalkan Demokrasi Pancasila
A A A
YOGYAKARTA - Pancasila sebagai dasar negara belum sepenuhnya diamalkan. Sebagai contoh dalam pengamalan demokrasi Pancasila yang kini mulai memudar.

"Kita bicara Pancasila, tapi demokraai kita tidak sesuai dengan Pancasila," ujar Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo dalam kuliah umum dan pengajian di Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta, Minggu (4/6/2017).

Dalam menjalankan demokrasi, kata dia, semestinya juga berpedoman pada pancasila bukan demokrasi liberal yang selama ini diterapkan. Pancasila telah mengajarkan bahwa demokrasi Indonesia berlandaskan pada kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan. Bunyi sila ke empat pancasila tersebut sesuai dinilainya semangat dalam Islam.

Sila lainnya, kata dia, seperti mengasihi harus dilakukan dengan kemanusian yang adil dan beradab. Begitu juga pentingnya persatuan Indonesia ditengah kemajemukan bangsa.

‎"Apabila semua sila pancasila dilaksanakan secara konsukuen maka tujuan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia akan tercapai," tegasnya.

Dia juga menyampaikan historis bangsa ini. Perjuangan merebut kemerdekaan dilakukan serempak dari berbagai lapisan dan komponen di masyarakat, tak terkecuali dari ormas keagamaan seperti Muhammadiyah.

"18 November 1912 KH Ahmad Dahlan mendirikan Muhammadiyah. Saya yakin Muhammadiyah turut andil dalam memerdekaan bangsa dari penjajahan," katanya.

Dia juga memberi gambaran perjuangan Panglima Besar TNI Jenderal Soedirman. Selain seorang pendidik (guru), Soedirman dibesarkan dan dididik oleh kader militan Muhammadiyah.

‎Gatot juga menyampaikan tantangan bangsa ke depan tidaklah ringan. Segala ancaman bangsa yang muncul akan bisa dihadapi, jika semua elemen bangsa bersatu, termasuk TNI dan rakyat.

"Kala dulu juga bersatu. TNI tidak akan bisa melawan penjajahan tanpa ada peran santri, tanpa ada ulama, dan masyarakat lainnya, sampai kapanpun itu," katanya.

Wakil Ketua Komisi I DPR Ahmad Hanafi Rais juga mengatakan semangat yang ada di parlemen setiap kali membahas undang-undang. Hanafi mengaku musyawarah mufakat selalu diprioritaskan, meski tidak mudah.

"Kita juga tidak hobi voting, jika ada persoalan legislasi kita ingin ada konsensus tidak lantas langsung voting," kata putra mantan Ketua MPR Amien Rais itu.

Jangan sampai, kata Hanafi, demokrasi Pancasila dimaknai seperti zaman Orde Baru. Jika ada yang beda pandangan politik dengan pemerintah, lantas dianggap subversif.

"Kemudian dianggap makar, ditangkap, ditahan karena berbeda pandangan politik, itu yang tidak kita inginkan. Jangan sampai demokrasi Pancasila ditafsirkan negatif," katanya.

Hanafi menginginkan dalam demokrasi pancasila dengan musyawarah mufakat. Sementara voting menjadi jalan yang terakhir jika musyawarah mufakat itu tidak terwujud.
(kri)
Berita Terkait
Hari Lahir Pancasila,...
Hari Lahir Pancasila, Momentum untuk Kuatkan Fondasi Kerakyatan
Mengenal Sejarah Hari...
Mengenal Sejarah Hari Lahir Pancasila yang Diperingati Setiap 1 Juni
Membaca Dunia dengan...
Membaca Dunia dengan Pancasila
Rayakan Hari Lahir Pancasila...
Rayakan Hari Lahir Pancasila 1 Juni, Gunakan Filter Pancasila Day di Snapchat Ini!
Mengenal BPIP, Sejarah...
Mengenal BPIP, Sejarah Pembentukan hingga Struktur Organisasinya
Semua Mantan Presiden...
Semua Mantan Presiden dan Wapres Diundang ke Upacara Hari Lahir Pancasila
Berita Terkini
Hendardi Beberkan 3...
Hendardi Beberkan 3 Kejanggalan Penanganan Kasus Febrie Adriansyah oleh Kejagung: Keberanian KPK Sedang Diuji
3 Brigjen Pol Dimutasi...
3 Brigjen Pol Dimutasi Kapolri ke Divkum Polri pada Juni 2026, Ini Daftar Namanya
M Jasin Dorong KPK Ambil...
M Jasin Dorong KPK Ambil Alih Kasus Febrie Andriansyah: Jangan Ewuh Pakewuh
Kasus Eks Jampidsus...
Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah Diyakini Terus Berkembang, Eks Penyidik KPK: Ikuti Aliran Uangnya
BNPB: Karhutla Landa...
BNPB: Karhutla Landa Tiga Daerah, Terparah di Banjarbaru Kalsel
Verifikasi Laporan Gratifikasi...
Verifikasi Laporan Gratifikasi Raja Juli Rampung, KPK: Kini Didalami di Tahap Penindakan
Infografis
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo UGM
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved