Sekjen DPD Nilai Statement Pukat UGM Hanya Asumsi

Selasa, 23 Mei 2017 - 06:59 WIB
Sekjen DPD Nilai Statement...
Sekjen DPD Nilai Statement Pukat UGM Hanya Asumsi
A A A
JAKARTA - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPD RI Sudarsono Hardjosoekarto menilai statement yang disampaikan Pukat UGM soal potensi kerugian negara sebesar hingga Rp600 miliar terkait kepemimpinan di DPD hanya sebuah asumsi.

Sudarsono mengatakan, tidak mengetahui dasar statement yang disampaikan Pukat UGM tersebut. "Statement itu didasarkan pada teori atau praktek empirik pengelolaan keuangan negara? Kalau statement itu didasarkan pada teori, ya dipahamilah karena teman-teman Pukat UGM sedang mengkampanyekan pengelolaan APBN yang transparan dan akuntabel. Kita dukung. Semua kampus harus seperti itu. Sama, saya dari dulu juga begitu," kata Sudarsono dalam siaran pers yang diterima SINDOnews, Selasa (23/5/2017).

Kalau statement tersebut berdasarkan praktik empirik pengelolaan keuangan negara, Sudarsono pun memepertanyakan apakah teman-teman Pukat UGM sudah paham praktik pengelolaan APBN. "Lebih konkritnya apakah teman-teman Pukat sudah paham apa yang kami lakukan. Saya menyayangkan teman-teman Pukat hanya bicara dari balik meja di kampus. Bicara keras tanpa data dan informasi yang akurat dan kredibel. Apa ini justru tidak memperburuk citra UGM sebagai kampus hebat," ujarnya.

Sudarsono menegesakan, kesekjenan DPD dan MPR sudah duduk bersama untuk memetakan mana yang jadi bagian pengeluaran DPD dan mana pengeluaran MPR. "Jadi tidak ada duplikasi," uucapnya.

Selain itu, DPD juga duduk bersama dengan Kemenkeu dan BPK untuk memetakan mana yang boleh dan mana yang tidak boleh. Sebab, semua pengeluaran APBN harus seizin Kemenkeu dan saatnya pasti diperiksa BPK.

Terkait pengelolaan keuangan negara, Sudarasono mengaku mempunyai pengalaman konkrit. Pada 2005 lalu, Sudarsono memegang pada tiga jabatan publik sekaligus, yaitu Dirjen Kesbangpol, Penjabat Gubernur Jambi dan Plt Rektor IPDN. Saat itu Sudarsono sudah tahu persis apa yang boleh, dan apa yang tidak boleh. "Dan karena itu clear and clean dari pemeriksaan BPK, dan yang lainya," tuturnya.

Jadi dalam konteks pengelolaan dan penggunaan APBN, lanjut Sudarsono, Ketua DPD yang sekaligus Wakil Ketua MPR, tidak perlu dikhawatirkan."Saya mengimbau teman-teman Pukat untuk menyampaikan pendapatnya dengan data. Jangan meracuni masyarakat dengan informasi yang keliru atau justru dibuat keliru. Saya saja menghormati UGM, mosok teman-teman Pukat tidak menyayangi UGM," katanya.
(whb)
Berita Terkait
Sidang Paripurna DPD...
Sidang Paripurna DPD Ke-11 Digelar Secara Virtual
Masalah Lelang Jabatan...
Masalah Lelang Jabatan Sekjen DPD, Nono Sampono Surati Presiden
Ketua Kelompok DPD di...
Ketua Kelompok DPD di MPR M Syukur Dukung Gagasan DPD Diatur dalam UU Tersendiri
Puan Pengganti dan Penerus...
Puan Pengganti dan Penerus Perjuangan Soekarnoisme
Istimewanya FGD Penguatan...
Istimewanya FGD Penguatan Peran DPD di Yogyakarta
Sah! 152 Anggota DPD...
Sah! 152 Anggota DPD RI Periode 2024-2029 Resmi Dilantik
Berita Terkini
Geledah Rumah Silmy...
Geledah Rumah Silmy Karim, KPK Yakin Ada Bukti Tambahan
Gugatan Paulus Tannos...
Gugatan Paulus Tannos di Singapura Ditolak, KPK: Percepat Proses Ekstradisi ke Indonesia
Tumbuhkan Asa Jurnalis...
Tumbuhkan Asa Jurnalis Muda di Era Disruspi Digital, IJTI Gelar Konferensi Jurnalis Kampus se-Indonesia
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
KPK Kembali Geledah...
KPK Kembali Geledah Rumah Silmy di Jalan Brawijaya Jaksel
LPSK Siap Berikan Perlindungan...
LPSK Siap Berikan Perlindungan bagi Justice Collaborator Kasus BGN dan Imipas
Infografis
Daftar Nilai Rerata...
Daftar Nilai Rerata TKA 2025 Tiap Provinsi, Yogyakarta Tertinggi untuk Skor Matematika
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved