Jika Dibiarkan, Konflik Pascaputusan Ahok Kian Melebar

Minggu, 14 Mei 2017 - 21:11 WIB
Jika Dibiarkan, Konflik...
Jika Dibiarkan, Konflik Pascaputusan Ahok Kian Melebar
A A A
JAKARTA - Pemerintah diminta turun tangan menyelesaikan konflik di tengah masyarakat pasca putusan hukum perkara penistaan agama dengan terpidana Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Tidak hanya terhadap aksi massa pendukung Ahok yang tidak puas terhadap putusan pengadilan, pemerintah dituntut segera meredam konflik antara pendukung Ahok dan masyarakat lainnya.

"Semua komponen bangsa dan anak bangsa sebaiknya segera mengakhiri semua perbedaan dan sikap saling pro-kontra dan harus mengedepankan rasa persatuan dan kesatuan sebagai bangsa Indonesia," tutur Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono di Jakarta, Minggu (14/5/2017).

Arief mendesak para pimpinan nasional, baik dari kalangan pemerintah, politik, maupun ormas dan pimpinan keagamaan untuk jangan membiarkan konflik yang saat ini terjadi.

"Sudan saatnya semua pihak tidak lagi berkutat dalam perbedaan, melainkan keluar dari perbedaan dan bersatu untuk membangun kedaulatan negara dalam ekonomi, politik dan sosial untuk kesejahteraan bangsa Indonesia," tuturnya.

Arief juga mengimbau kepada pendukung Ahok untuk menyerahkan semuanya kepada proses hukum. "Kalau ada ketidakpuasan, kita serahkan saja pada proses hukum yang berlaku seperti dalam kasus Ahok misalnya atau kasus lainnya yang bersentuhan dengan politik dan sosial. Masih menggunung dan masih luas bagi anak bangsa untuk punya tanggung jawab bersama dalam membangun negara," katanya. (Baca Juga: Dianggap Meresahkan, Warga Bubarkan Massa Pro-Ahok )

Juru Bicara DPP Partai Demokrat, Dede Macan Yusuf Effendi mengungkapkan masyarakat di berbagai daerah yang bertanya mengenai situasi Ibu Kota pasca Pilgub DKI Jakarta.

Pertanyaan masyarakat itu disampaikan kepada Dede saat melakukan kunjungan ke Lampung, Lombok, Cirebon, dan Bandung. "Ada kekhawatiran juga memanasnya politik di Ibu Kota akan berimbas ke daerah lain, hal ini amat tidak diharapkan karena masyarakat ingin hidup rukun dan tenteram," kata Dede dalam siaran persnya, Minggu (14/5/2017).

Dede berharap polarisasi yang tajam antarkomunitas masyarakat di Ibu Kota hendaknya tidak diduplikasi ke wilayah-wilayah lain yang juga memiliki kemajemukan sama dalam hal suku atau agama.

"Situasi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut oleh pemerintah, karena pada kondisi terburuk bisa menimbulkan gesekan sosial," ucapnya. (Baca Juga: Polisi Singapura Larang Aksi Dukung Ahok )

Ketua Komisi X DPR ini berharap pemerintah segera mengambil langkah pro-aktif meredakan ketegangan dengan mengedepankan jalan dialog antara masyarakat yang pro-Ahok dan bukan.

"Kita tidak ingin pula masyarakat dibentur-benturkan oleh pihak yang bisa memperkeruh keadaan. Kita tunjukkan kepada dunia internasional bahwa Indonesia adalah bangsa yang dewasa dalam berdemokrasi," tuturnya.
(dam)
Berita Terkait
Kemenag Sebut 16 Kekerasan...
Kemenag Sebut 16 Kekerasan Seksual yang Bisa Dipidana sebagai
Trump Dituduh Melakukan...
Trump Dituduh Melakukan Pelecehan Seksual Terhadap Mantan Model
Kronologi Pelecehan...
Kronologi Pelecehan terhadap Jurnalis Perempuan di KRL
Demonstran di Pandeglang...
Demonstran di Pandeglang Diduga Lecehkan Wartawan, Polisi Periksa Saksi
Menag Imbau Panitia...
Menag Imbau Panitia Pengajian Ikut Jaga Keamanan Ulama
Duh, Masih Banyak Saja...
Duh, Masih Banyak Saja Pelecehan Terhadap Pekerja Perempuan
Berita Terkini
Penjelasan Menteri PU...
Penjelasan Menteri PU Dody Hanggodo tentang Isu Tak Mau Salaman dengan Bawahan dan Pakai Private Jet
Kuntadi Jadi Jampidsus,...
Kuntadi Jadi Jampidsus, Yusril: Tugas Pokoknya Selesaikan Kasus Febrie Adriansyah
Celoteh Hotman Paris,...
Celoteh Hotman Paris, Pakar: Penghinaan Wartawan Bisa Diproses Hukum
Jaksa Agung Mutasi 8...
Jaksa Agung Mutasi 8 Kepala Kejaksaan Tinggi, Ada Kajati Aceh hingga Sulsel
Ditjen Imigrasi Siapkan...
Ditjen Imigrasi Siapkan Satu Jenis Paspor Nasional, Nomor Tak Berubah Seumur Hidup
Koalisi Sipil Tolak...
Koalisi Sipil Tolak Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak, Dinilai Ancam Supremasi Sipil
Infografis
Ancaman Perang Kian...
Ancaman Perang Kian Nyata, 8 Negara Minta Warganya Tinggalkan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved