Bertemu di Istana, Pimpinan KPK Sudah Menangkap Pesan Jokowi
Jum'at, 05 Mei 2017 - 13:33 WIB
Bertemu di Istana, Pimpinan KPK Sudah Menangkap Pesan Jokowi
A
A
A
JAKARTA - Empat pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Negara. Empat pimpinan KPK itu adalah Agus Rahardjo, Basaria Panjaitan, Saut Situmorang dan Alexander Marwata.
Salah satu pimpinan KPK, Saut Situmorang mengatakan, dalam pertemuan tadi Jokowi berpesan agar perkara dugaan korupsi proyek Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) dituntaskan. Maka itu dia berjanji perkara dugaan korupsi proyek e-KTP tidak berhenti hanya di Irman dan Sugiharto yang sekarang berstatus terdakwa.
"Tadi kan message-nya jelas, bahwa dari message yang ditangkap dari kunjungan itu," ujar Saut di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (5/5/2017).
Pada kesempatan itu dia juga menegaskan dalam pertemuan dengan Jokowi tidak membahas seputar angket KPK yang putuskan DPR. Menurutnya, KPK masih menunggu tindaklanjut dari hak angket tersebut.
Dia mengakui DPR memiliki hak untuk melakukan check and balances. Apalagi, kata dia DPR merupakan lembaga negara yang mewakili rakyat. (Baca: 4 Pimpinan KPK Temui Jokowi di Istana)
"Semua orang di dunia ini harus di-check and balance. Ya enggak apa-apa. Ya biarkan saja," ucapnya.
Salah satu pimpinan KPK, Saut Situmorang mengatakan, dalam pertemuan tadi Jokowi berpesan agar perkara dugaan korupsi proyek Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP) dituntaskan. Maka itu dia berjanji perkara dugaan korupsi proyek e-KTP tidak berhenti hanya di Irman dan Sugiharto yang sekarang berstatus terdakwa.
"Tadi kan message-nya jelas, bahwa dari message yang ditangkap dari kunjungan itu," ujar Saut di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (5/5/2017).
Pada kesempatan itu dia juga menegaskan dalam pertemuan dengan Jokowi tidak membahas seputar angket KPK yang putuskan DPR. Menurutnya, KPK masih menunggu tindaklanjut dari hak angket tersebut.
Dia mengakui DPR memiliki hak untuk melakukan check and balances. Apalagi, kata dia DPR merupakan lembaga negara yang mewakili rakyat. (Baca: 4 Pimpinan KPK Temui Jokowi di Istana)
"Semua orang di dunia ini harus di-check and balance. Ya enggak apa-apa. Ya biarkan saja," ucapnya.
(kur)