Lewat Gerakan Reboisasi, Garudafood Ajak Siswa Cintai Lingkungan

Rabu, 26 April 2017 - 07:08 WIB
Lewat Gerakan Reboisasi,...
Lewat Gerakan Reboisasi, Garudafood Ajak Siswa Cintai Lingkungan
A A A
JAKARTA - Beragam kerusakan hutan terjadi saat ini dan berdampak buruk bagi kehidupan manusia. Data Kementerian Kehutanan mencatat sekitar 2% atau 1,1 juta hektare hutan di Indonesia menyusut atau habis ditebang setiap tahun.

Hal tersebut mengakibatkan keseimbangan ekosistem hutan menjadi terganggu dan memicu timbulnya bencana seperti tanah longsor.

Untuk memperingati Hari Bumi, Garudafood Sehati bersama siswa-siswi SMP dam SMA PGRI 1 Ciambar dan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango melakukan Gerakan Reboisasi Tanaman Pelindung seperti Puspa, Kisirem, Manglid dan Rasamala di Curug Luhur Gunung Gede Pangrango, Bogor, Jawa Barat, Selasa 25 April 2017.

Kegiatan ini merupakan salah satu aksi nyata kepedulian Garudafood Sehati pada
ekosistem hutan di Indonesia.Gerakan reboisasi ini bertujuan membangun kesadaran dan wawasan generasi muda yang peduli pada kelestarian dan keseimbangan ekosistem lingkungan terutama hutan di Indonesia.

Tidak hanya melakukan gerakan reboisasi, Garudafood juga turut serta melakukan perawatan pohon berkolaborasi dengan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango merupakan salah satu taman nasional yang mempunyai peranan penting dalam sejarah konservasi di Indonesia.
Keindahan ekologi hutan, aneka ragam tanaman langka dan satwa yang dilindungi menjadi ciri khas tersendiri dari Taman Nasional Gunung Gede Pangrongo.

Selain sebagai kawasan wisata dan rekreasi, taman ini dapat dijadikan tempat untuk belajar mengenai ekosistem alam.

“Kegiatan ini dilakukan untuk mengedukasi generasi muda Indonesia tentang pentingnya menjaga lingkungan melalui gerakan reboisasi guna menjaga ekosistem hutan lindung," kata Head of Factory Garuda Food, Abdullah Hadiansyah melalui siaran pers kepada SINDOnews, Selasa 25 April 2017.

Dia mengatakan, hutan lindung ini memiliki fungsi vital sebagai penyeimbang ekosistem berbagai flora dan fauna, sumber resapan air, mencegah bencana alam seperti banjir dan tanah longsor, lokasi ekowisata, penyuplai udara bersih hingga mengurangi pemanasan global.

"Kami harap generasi muda saat ini dan yang akan datang menyadari akan pentingnya menjaga kelestarian hutan dan turun langsung untuk melakukan aksi nyata peduli lingkungan melalui gerakan reboisasi,” katanya.
(dam)
Berita Terkait
Upaya Mendukung Pemerintah...
Upaya Mendukung Pemerintah dalam Mencapai Net Zero Carbon
Jaga Kondisi Lingkungan,...
Jaga Kondisi Lingkungan, Jadi Awal Lahirnya Token Anagata Karya Anak Bangsa
Hutan Kota Pakansari...
Hutan Kota Pakansari Berikan Berbagai Manfaat buat Masyarakat
Kurangi Dampak Negatif,...
Kurangi Dampak Negatif, Perlunya Produk Ramah Lingkungan
Sinergi Winmar Holding...
Sinergi Winmar Holding dan Beca Sci Tech Ciptakan Energi Ramah Lingkungan
Legislator Jabar: Konservasi...
Legislator Jabar: Konservasi Alam Mutlak Harus Dilakukan
Berita Terkini
Pakar: Tanpa Bukti Kuat,...
Pakar: Tanpa Bukti Kuat, Penyebutan 26 Nama dalam Dugaan Korupsi MBG Bisa Berujung Pidana
PPATK Minta Tambahan...
PPATK Minta Tambahan Anggaran Rp516,4 M untuk Perkuat Pemberantasan TPPU
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono...
Diskusi Budiman-Nusron-Sudaryono di UGM Dibubarkan Mahasiswa, Qodari: Kalau Hanya Tuntutan, Bukan Demokrasi
Mengapa Pendonor Darah...
Mengapa Pendonor Darah Kita Tidak Kembali?
Evita: Ekspor Satu Pintu...
Evita: Ekspor Satu Pintu Harus Jadi Instrumen Hilirisasi, Bukan Ubah Jalur Penjualan
Profil Letjen TNI (Purn)...
Profil Letjen TNI (Purn) Setyo Sularso yang Dikait-kaitkan dengan Tiyo Ardianto
Infografis
Bantu Ekosistem Lingkungan,...
Bantu Ekosistem Lingkungan, Ini Peran Burung Kolibri untuk Alam
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved