Politikus Golkar Nilai Rakyat Lebih Independen Ketimbang Pemerintah
Kamis, 20 April 2017 - 10:17 WIB
Politikus Golkar Nilai Rakyat Lebih Independen Ketimbang Pemerintah
A
A
A
JAKARTA - Masyarakat dinilai sudah mampu bersikap independen dan tidak takut oleh pemimpin sewenang-wenang. Indikasinya bisa terlihat dalam Pilkada DKI Jakarta.
Politikus muda Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia mengatakan, keperbihakan pemerintah terhadap salah satu pasangan calon, namun tidak memengaruhi hasil pilkada. Faktanya, kata dia berdasarkan hasil hitung cepat, pasangan yang Anies Baswedan-Sandiaga Uno tetap unggul.
"Walaupun Presiden dan pemerintahannya menunjukkan secara vulgar dukungannya kepada salah satu calon, namun mereka mampu rasional dan objektif memilih mana yang baik buat mereka," ujar Doli kepada SINDOnews melalui telepon, Kamis (20/4/2017).
Bahkan, kata dia masifnya kecurangan yang dilakukan salah satu pendukung pasangan calon, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkesan mengabaikan. Sebaliknya, masyarakat begitu aktif mengawasi dan bertindak atas kecurangan yang terjadi. (Baca: Anies-Sandi Unggul, Ical Merapat ke Rumah Prabowo)
"Rakyatlah yang menegur langsung, memotret, dan memviralkan praktik-praktik kecurangan itu. Rakyat pula yang kemudian mendatangi gudang-gudang sembako, menyegel, dan menghalangi terjadinya serangan fajar," ucapnya.
Politikus muda Partai Golkar, Ahmad Doli Kurnia mengatakan, keperbihakan pemerintah terhadap salah satu pasangan calon, namun tidak memengaruhi hasil pilkada. Faktanya, kata dia berdasarkan hasil hitung cepat, pasangan yang Anies Baswedan-Sandiaga Uno tetap unggul.
"Walaupun Presiden dan pemerintahannya menunjukkan secara vulgar dukungannya kepada salah satu calon, namun mereka mampu rasional dan objektif memilih mana yang baik buat mereka," ujar Doli kepada SINDOnews melalui telepon, Kamis (20/4/2017).
Bahkan, kata dia masifnya kecurangan yang dilakukan salah satu pendukung pasangan calon, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) terkesan mengabaikan. Sebaliknya, masyarakat begitu aktif mengawasi dan bertindak atas kecurangan yang terjadi. (Baca: Anies-Sandi Unggul, Ical Merapat ke Rumah Prabowo)
"Rakyatlah yang menegur langsung, memotret, dan memviralkan praktik-praktik kecurangan itu. Rakyat pula yang kemudian mendatangi gudang-gudang sembako, menyegel, dan menghalangi terjadinya serangan fajar," ucapnya.
(kur)